Wednesday, February 27, 2008

jangan tertipu dengan iklan

Gue gak pernah tau pikiran apa aja yang ada di otak para advertisers, yang dibayar perusahaan, selain membodohi konsumen. Gue melihat iklan-iklan yang bertebaran belakangan ini semakin cerdas aja dan tentunya semakin membodohi konsumen. Entah udah berapa riset yang mereka lakuin untuk ngebikin iklan seperti itu. Contohnya kalo lo pake pemutih wajah merk A maka lo bisa nemuin cinta sejati lo. Efeknya cewek-cewek jadi terdoktrin kalo pengen nemuin cinta sejati mereka harus berkulit putih! Atau iklan yang lagi gencar belakangan ini, yaitu iklan tarif telpon seluler yang pada jor-joran.

Seperti yang udah kita ketahui Pemerintah meregulasi tarif telpon seluler yang dianggap kelewat batas. Gue pernah baca di salah satu artikel yang bilang tarif telpon di Indonesia termasuk mahal di dunia. Belum lagi ada perjanjian terselubung antar operator telpon mengenai tarif sms. Jelas aja ini merugikan kita sebagai pihak konsumen. Oleh karena itulah, Pemerintah merasa harus turut campur. Tarif telpon pun dipatok sekian. Kabar terakhir yang gue baca di salah satu tabloid handphone, bulan April nanti tarif telekomunikasi nirkabel mengalami penurunan tarif batas atas mencapai 30%. Jadi mau gak mau, operator telpon seluler memang harus menurunkan tarifnya. Ehm,, *senyum apatis*

Operator telpon seluler pun mulai atur strategi. Mereka jelas gak mau kehilangan pelanggan karena beralih ke operator lain yang tarifnya lebih murah. Simpati dari Telkomsel dengan program PeDe-nya. Nelpon ke sesama pelanggan Telkomsel hanya Rp 0,5/detik yang mulai dihitung setelah dua menit pertama. Mentari dari Indosat dengan trik pemasaran dengan mengisi ulang Rp 10.000 lo bisa nelpon gratis satu menit pertama selama tujuh hari atau isi Rp 25.000 untuk lima belas hari. Bebas dari XL dengan tarif Rp 0,1/detik untuk ke semua operator di Indonesia setelah menelpon tiga menit. 3 Hutchison dan Smart dari Sinar Mas tarifnya paling mahal Rp 1 per menit. Fren dengan promonya Rp 700/menit ke semua operator GSM tanpa syarat. Esia dari Bakrie cuma Rp 50/menit dan sejamnya yang hanya Rp 1.000. Flexi dengan Rp 49/menit. Starone Rp 750/jam (menurut hitungan gue sendiri). Dan yang terbaru tentu saja Im3 dengan promo sensasionalnya Rp 0,01/detik ke lebih dari 110juta pelanggan di Indonesia.

Gue udah pake im3 dari jamannya gue kelas tiga SMA, tapi nomer gue yang sekarang baru gue pake sejak semester tiga kemarin. Gue sendiri baru ngeh im3 bikin promo ini dari Angel. Dia yang pertama kali ngasih tau ke gue kalo im3 turun tarif. Gue sih seneng-seneng aja. Meskipun gue sendiri jarang nelpon, toh gue ngerasa promo dua bulan itu menguntungkan pelanggan im3 yang lain. Tapi, tunggu deh… Kesenengan gue cuma berhenti sampe disini. Dan yang ada sekarang hanyalah kekecewaan yang mendalam *lebay*.

Karena termakan iklan, gue nelpon Cak Mira (kakak sepupu gue yang bentar lagi menikah, red.). Cak Mira pake operator Fren. Skema di otak gue adalah im3 lagi promosi, telpon ke beda operator Rp 25/detik, dan setelah 90 detik tarif Rp 0,01/detik itu berlaku. So, dengan pedenya gue nelpon kakak sepupu gue yang paling deket dengan gue itu. Bahkan, gue pake acara promosi segala ke dia, “Cak pake im3 juga dunk. Murah kok. Hanya Rp 0,01/detik.” Gue nelpon dia selama empat belas menit (pembulatan ke atas, hehe…). Ok, sekarang kita hitung-hitungan. 90 dikali 25 = 2250. Karena empat belas menit itu 840 detik, kita kurangin 90 detik (tarif promo baru berlaku setelah 90 detik pertama) = 750 detik. Nah, 750 x 0, 01= 7,5. Jadi, SEHARUSNYA total biaya nelpon gue HANYA 2257,5. Coba tebak berapa banyak pulsa gue yang berkurang? Sekitar Rp 12ribu!! Hueeksss,,, im3 SIALAN!! PENIPU!! *keluar tanduk setan* Ng,, Atau mungkin gue yang salah ngitung? Maklum lah gue kan lemot banget kalo itung-itungan. Syukur” aja matematika gue di raport SMA gak merah. Tolong dikoreksi! *jadi gak yakin*

Gue pun langsung mengobrak-abrik tumpukan koran di kamar kos gue. Seinget gue promo dari im3 ini ada iklannya di koran.

Oke. Koran TEMPO edisi Jumat, 22 Pebruari 2008 di halaman paling belakang. Satu halaman penuh dibayar Indosat untuk pasang iklan im3 Rp 0,01/detik. Nih, gue kutip dari iklan:

IM3
Rp, 0,01 per detik
Ke lebih dari 110 juta pelanggan di Indonesia
berlaku setelah 90 detik

IM3
SMS Bangeetss
juga nelpon
murah bangeetss

*Berlaku untuk pemakaian wajar ke semua operator
*Rp 15/detik untuk 90 detik pertama ke sesama Indosat
*Rp 25/detik untuk 90 detik pertama ke operator lain
*Periode promo berlaku sd. 30 April 2008

Tuh, gue bener kan?! Tapi, iklan ini juga rada ngebingungin deh. Apa maksudnya dengan “Berlaku untuk pemakaian wajar ke semua operator”? Pemakaian wajar itu yang bagaimana? Emangnya empat belas menit itu gak wajar? Dan apakah Fren termasuk dari “operator lain” itu? Terus, operator lain itu hanya untuk GSM saja, CDMA saja, atau bisa keduanya? Heh?! Jawab dunk!!

Bah! Benar-benar iklan yang paten! Berhasil menipu gue! Dan gue jadi menyesal mempromosikan im3 ke Cak Mira. Ngapain gue promosi untuk barang tipuan? Gak dibayar pula. Huhhh!!! Saking keselnya gue ampe buka buku pegangan Psikologi Sosial gue (Baron, 2006). Gue mau tau teknik apa sih yang dipake para pengiklan itu untuk menipu konsumen? Dari sekian banyak cara yang bisa digunakan untuk mengubah perilaku orang lain (Bab 9 “Social Influence: Changing Others’ Behavior), gue rasa yang paling sesuai dengan cerita ini adalah teknik the foot-in-the-door. Teknik ini dimulai dengan meminta hal yang kecil dulu, setelah terpenuhi baru deh permintaannya naik ke yang lebih besar. Sengaja tuh mereka pasang angka yang paling kecil (0,01) untuk menarik pelanggannya supaya rajin” nelpon. Tapi nyatanya? Setelah terpenuhi, yang mereka butuhkan sebenarnya bukan segitu tapi lebih besar lagi. Bukan Rp 2257,5 tetapi Rp 12ribu! Dan itu langsung mereka potong dari kredit pulsa gue. Benar-benar suatu pembodohan massal!

Huuhh… IM3 SIALAN!!! Pulsa gue jadi berkurang banyak. Padahal baru seminggu gue isi pulsa. Pelajaran moral hari ini: JANGAN PERNAH TERMAKAN OLEH IKLAN.

No comments:

Post a Comment

Please, say something with real names. But, NO SPAM and NO ANONYMOUS. Thank you. ^^;