Tuesday, February 12, 2008

niat gue belum cukup kuat

Kalau kita menginginkan sesuatu, hal utama yang kita perlukan untuk mendapatkannya adalah niat yang kuat. Tanpa niat yang kuat maka semuanya akan sia-sia. Contohnya aja gue. Gue punya target dalam enam bulan gue udah harus bisa beli digicam (syukur-syukur kalo bokap yang beliin jadi duitnya bisa gue alokasikan ke tempat yang lain, hehehe…). Itu targetnya. Sekarang untuk mewujudkannya adalah dalam enam bulan ini gue gak boleh beli buku apapun (kecuali buku teks kuliah ya… Itu mah wajib dan itu sih urusan bokap gue).

Sebenarnya gue masih ada angan-angan pengen beli Gajahmada nomer 3, 4, dan 5. Rencananya gue pengen beli pas liburan semester kemaren. Tapi blo’onnya gue, gue beli buku sastra klasik gitu macamnya “Salah Asuhan”, “Siti Nurbaya”, “Sengsara Membawa Nikmat”, dan “Atheis”. Gue juga beli kumpulan surat Kartini yang “Habis Gelap Terbitlah Terang” itu dan “Ramayana”. Alasan gue beli buku-buku itu gue pengen baca langsung bukunya, jadi gue tau ceritanya langsung dari buku bukan dari cerita orang-orang. Lagian masa’ sih gue gak pernah baca sastra klasik? Kebangetan banget… Dusun… Ndeso… Nda perhatian sama karya sastra dalam negeri… Dibanding gue baca novel-novel teenlit gak mutu itu? Lah ya mending gue baca “Siti Nurbaya” dunk…

Ngebeli enam judul buku itu menguras tabungan gue banget. Yang tadinya duit di tabungan gue emang udah gue niatin untuk beli digicam ternyata gue pake untuk beli buku-buku tersebut. Inilah yang disebut dengan tidak memiliki niat yang kuat.

Sejak itu, gue “menghukum” diri gue sendiri. Gue gak akan beli buku apapun dalam enam bulan. Anggap saja gue udah beli buku untuk enam bulan sekaligus (gue emang nargetin beli satu buku setiap bulan).

Tapi ternyata, Kawan-kawan semua…

Gue melanggar hukuman yang telah gue buat itu. Arrrggghhhhhh………………… SIAAAALLLLL!!!!!!!!!!!!

Gara-gara kakak gue, Ses Lidya, yang ngajak gue ke Trimedia di Mall Ambasador. Emang sih tadinya gak ada niatan untuk ke sana. Awalnya gue diajakin ke penjahit Dian Pelangi di bilangan Kemang. Nyokap minta tolong sama Ses Lidya untuk nganterin dasar kain ke sana untuk dijahitkan baju. Maka berangkatlah kami berdua, termasuk suaminya Ses Lidya (gue manggilnya Adin, red.) dan Anin (anak Ses Lidya yang tertua, red.) ke sana kemarin sore. Abis dari sana tau-tau Ses Lidya mengusulkan kami pergi ke toko buku. Gue sih asyik-asyik aja. Waktu itu gue masih berpikir, “Gue kuat kok gak beli buku…”

Masuk ke Trimedia gue berhasil dengan sukses mengacuhkan rak novel, buku import, buku terbaru, best seller, biografi, sejarah… Bangga dunk gue! Padahal gue udah megang-megang “Ayat-ayat Cinta”, “Babad Tanah Jawi”, biografinya Bung Tomo, dan buku-buku lainnya.

Dalam hati gue teriak, “Yess…!! Gue bisa kok. Gue pasti bisa keluar dari sini gak beli buku apapun. Gue cukup baca-baca aja.”

Sekarang gue mendekati rak buku-buku komputer. Yeah,, disini setan penggoda mulai berhasil menjalankan tugasnya. Baru ngeliat sampulnya doank, gue udah ada sedikit niat (keciiiiiiiil banget niatnya! Tapi, tetep niat itu ada) untuk beli tuh buku.

Gue udah berusaha sekuat tenaga gue untuk gak beli buku. Gue menguatkan hati gue. Gue menguatkan niat gue. Gue memberi semangat ke dalam diri gue bahwa gue pasti bisa keluar dari Trimedia tanpa membeli buku.

Ternyata gue salah besar lah ya. Gue beli dua buku dunk. Judulnya “72 Trik Tersembunyi Internet” dan “Mengeksplorasi Foto Online dengan Flickr”.

Ah ya. Sial. Ternyata niat gue belum cukup kuat. Gue gampang sekali tergoda. Bodoh! *menampar diri sendiri*



No comments:

Post a Comment

Please, say something with real names. But, NO SPAM and NO ANONYMOUS. Thank you. ^^;