Tuesday, February 12, 2008

yach..bentar lagi dia married!

Kakak sepupu gue, Cak Mira, sebentar lagi menikah tanggal 30 Maret 2008 yang akan datang. Shock! Gue shock seneng sekaligus sedih. Gue seneng dia akhirnya menemukan tambatan hatinya. Gue sedih karena perkenalan kami yang begitu singkat. Gue ingin mengenal dia lebih jauh lagi…

Gue ketemu Cak Mira sewaktu gue kelas tiga SMA. Aneh ya sepupuan kok baru ketemunya pas udah gede? Dia datang ke rumah gue di Bandar Lampung bertemu dengan ortu gue. Dia dokter PTT di Way Kanan sana dan dia minta tolong sama ortu gue semoga segala urusannya dipermudah.

Selama masih jadi dokter PTT setiap Sabtu-Minggu dia pulang ke rumah. Lama-kelamaan gue menjadi dekat sama dia. Cak Mira itu orangnya baik banget. Gue menganggap dia sebagai kakak kandung gue sendiri. Dia mengerti gue banget. Dia juga orangnya sangat ngemong. Dia bisa ngehadepin gue yang sering sekali bertingkah laku seperti anak kecil.

Cukup lama Cak Mira di Lampung. Dia sudah seperti keluarga sendiri bagi kami. Keponakan-keponakan gue seneng banget disamping dia. Orang tua gue juga udah menganggap dia seperti anak mereka sendiri. Sayang, kedekatan itu harus terganggu ketika dia diterima PNS di Sukabumi. Otomatis dia harus meninggalkan Lampung. Dan sewaktu gue mengantar dia naik bus DAMRI, gue gak kuasa menahan tangis. Gue nangis sesenggukan! Gue bener-bener sedih. Seorang kakak sepupu yang udah mulai deket ternyata harus pergi ninggalin gue. Gak tanggung-tanggung dia pergi ke Sukabumi! Hiks,,hiks,,hiks,, *nangis meraung-raung*

Semenjak kami terpisah oleh jarak, komunikasi sudah jarang kami lakukan baik sms maupun telpon. Yach,, mungkin karena dia sibuk dengan pekerjaannya dan gue sibuk dengan urusan gue. Tapi, mau tidak mau harus gue akui terkadang gue sering merindukan masa-masa ketika kami masih bersama. Gue rindu dengan kedekatan kami. Gue rindu saat-saat gue curhat masalah cowok ke dia. *Duuh… Jadi malu lho, Cak!* Intinya, there is space between us since she left. Hubungan kami jadi agak renggang.

Gue pengen banget komunikasi diantara kami terjaga. Gue pengen smsan terus-terusan atau rajin nelpon. Itu semua untuk menjaga tali silaturahmi diantara kami agar jangan sampai renggang or even worse putus. Idiih… Amit-amit deh jangan sampe! Tapi ya apa mau dikata kenyataan berkata lain. Dan gue bener-bener sedih karenanya.

Dan kabar gembira itu datang. Cak Mira akan menikah! Tapi, timbul kekhawatiran dalam diri gue: masih mungkinkah hubungan kami seperti dulu lagi meskipun dia sudah menikah? Bukankah nanti dia sibuk mengurus keluarganya? Sedikit bahkan mungkin tidak ada waktu untuk ngehubungin gue… Satu hal yang belum bisa gue lakukan, yaitu melepas dia. Gue sayang dia seperti kakak kandung gue sendiri. Bahasa kasarnya yach orang-orang yang gue sayang itu hanya untuk gue, bukan untuk orang lain! Tapi, gak mungkin pula lah ya gue ngiket dia pake rantai terus gue bawa kemana-mana?



No comments:

Post a Comment

Please, NO SPAM and NO ANONYMOUS. Thank you. ^^;