Tuesday, April 8, 2008

haduuh...kecil2 dah matre

Gue tidak menyalahkan anak-anak jaman sekarang yang pada matrealistis. Pengen punya hp 3G padahal mah masih SD (memangnya anak SD mau 3G-an sama siapa sih?), pengen sepatu merk itu yang harganya bisa buat bayar uang kos gue sebulan, pengen baju pesta seperti punya Barbie yang harganya bisa buat beli laptop Asus. Faktor lingkungan yang membentuk mereka seperti itu, baik dari teman-temannya sendiri, iklan di media massa (yang kalo kata dosen gue, “Iklan sekarang membuat kita seperti orang miskin.”), bahkan dari keluarganya sendiri. Yap, dari keluarganya sendiri.

Pasti kalian sering donk menemukan orangtua yang menghambur-hamburkan uang untuk anaknya. Tanpa diminta anaknya, orangtua membelikan hp paling canggih untuk anaknya. Fitur hp pun mentereng: 3G, HSDPA (atau apalah namanya gue kaga’ ngarti), kamera 5 megapixel, bisa mp3, memori 8GB, bussseet daahhh… Anak kecil paling butuhnya hanya untuk sekedar nelpon dan sms. Beliin hp nokia pisang aja napa?! *cemburu buta* Atau orangtuanya keluar masuk butik ternama karena mencari baju new arrival untuk anaknya. Rok pendek di Hugo Boss, baju kaos di Zara, baju bayi di Burberry, tas ransel di Guess, blablabla. Pokoknya kalo gak makan merk luar negeri kagak apdol. Ok, tell me the truth. Perlu gak sih anak kecil dijejali barang-barang mewah seperti itu?! Dan masuk akal gak sih beli sepatu Louis Vitton seharga 5,2 juta rupiah untuk anak SD?! Oh, please dehh…!!!

Jadi, Kawan-kawanku semua… Kalo kalian suatu saat bertemu dengan anak-anak yang merengek minta dibeliin barang-barang ini itu ke orangtuanya, jangan salahkan si anaknya ya. Lha wong orangtuanya sendiri yang mendidik anaknya untuk menjadi konsumtif.



No comments:

Post a Comment

Please, say something with real names. But, NO SPAM and NO ANONYMOUS. Thank you. ^^;