Tuesday, May 13, 2008

# curhat # iseng

Akibat Begadang

Ketika saya mengetik postingan kali ini kepala saya terasa berat, badan sedikit terasa panas, batuk berdahak yang tiada henti-hentinya, dan suara yang nyaris hilang meskipun begitu suara tetap seksi kalau disuruh nyanyi bareng Afgan. Singkat cerita saya sedang sakit. *Ah, akhirnya saya ambruk juga…*

Sakit ini mulai saya rasakan sejak hari Minggu lalu bertepatan dengan pertandingan pertama Tim Uber dan Thomas Indonesia. Yah, kenapa sih pertandingan perdana tim kita harus dinodai dengan sakitnya saya? *berasa orang penting*

Awalnya sih hanya batuk-batuk biasa, tapi semakin matahari bergerak ke barat (beuuhhh,,,bahasanya!) sakit ini mulai menunjukkan tajinya (taji itu apaan sih? Pake vocab sembarangan aja saya ini). Mungkin hal itu dipengaruhi saya sedang stres berat. Sekali lagi, STRES BERAT. Ya, hari Minggu kemarin saya kelimpungan karena belum mengerjakan tugas laporan wawancara dan observasi yang dikumpul hari Senin besoknya. Boro-boro bikin laporannya, lha wong wawancara dan observasi-nya sendiri belum saya lakukan *beuuhh,,, kemarin-kemarin kemana aja, Kim?*. Padahal mah ya tugasnya itu SEHARUSNYA dikumpulnya hari Rabu tanggal 14 Mei 2008 bukannya hari Senin tanggal 11 Mei 2008. Emang dasar dosennya aja TIDAK BERPERIKEMAHASISWAAN mengubah jadwal ngumpulin tugas itu. *contoh mahasiswi yang tidak mau disalahkan*

Alhasil, hari Minggu kemarin itu saya cuma bisa tidur kurang lebih setengah jam *hiperbola sedikit* dari 24 jam yang telah diberikan Tuhan. Saya ndak mau mengutuk atau ngedumel kenapa satu hari cuma 24 jam. Toh, sama dengan yang Pak Budi bilang di sini meskipun satu hari 48 jam juga kalau saya tidak bisa mengatur waktu ya sama saja hasilnya. Iya kan? Iya, Kimi…

Sebenarnya saya bisa mengerjakan tugas itu lebih cepat SEANDAINYA saya fokus, serius, bukannya malah asyik nonton Tim Uber dan Thomas Indonesia main. Haks,,haks,,haks,,

Ya…ya…ya… Kalian boleh menyalahkan saya seperti, “Yee… itu mah salah elo sendiri. Udah tahu ada tugas bukannya dikerjain eh malah nonton.” Bukannya saya tidak mau fokus, Kawan… Tapi, semangat nasionalisme saya sedang dipuncak. Jarang-jarang kan saya punya semangat nasionalisme mengingat saya adalah orang yang apatis, skeptis, pesimis, egois, dan rekan sejawatnya. Nah, mumpung nasionalisme saya sedang tinggi dan juga menyambut seratus tahun kebangkitan bangsa *bussseet,,,gaya banget lo, Kim?* maka saya pun tergerak memberi semangat kepada pahlawan-pahlawan bangsa tersebut. *contoh lain dari mahasiswi yang tidak mau disalahkan* Meskipun untuk itu tugas baru kelar sekitar jam tiga pagi dan saya pun memutuskan untuk tidak tidur daripada saya bangun kesiangan dan akhirnya tidak kuliah. Meskipun akibatnya masih terasa ngantuknya sampai sekarang dan badan saya jadi lemah *tidak terbiasa begadang*. Meskipun akibatnya sekarang saya jadi tepar begini. Tapi, semua itu saya abaikan demi mendukung Joko Riyadi dan Hendra Gunawan tim Indonesia. *kedip-kedip najis ke mereka berdua*

Ngomongin soal pertandingan kemarin itu (Tim Thomas Indonesia lawan Thailand), jujur saya agak-agak sepet. Kok ya bisa skornya jadi 3-2? Bagaimana cerita? Untung aja Simon Santoso menang. Kalo kalah? Malu-maluin aja. Apalagi ngeliat Taufik Hidayat main. Beuh. Ranking 7 dunia bisa kalah sama ranking 90-an. Sama sekali tidak menunjukkan kelasnya sebagai seorang pemain kelas dunia *nyedot ingus*. Dan ketika saya blogwalking ke sini, perasaan saya terwakili sepenuhnya oleh tulisan tersebut. Jadinya ndak perlu saya maki-maki Taufik Hidayat disini. Biarkan orang lain saja yang melakukannya. Soalnya saya takut ditangkep polisi gara-gara mencemarkan nama baik orang lain. Haks,,,haks,,,haks,,,

Kesimpulan : Jadi, inti postingan kali ini opo, tho? Ngomongin saya sakit atau mau maki-maki Taufik? Ndak paham saya juga… *ditimpuk pembaca*

1 comment:

Please, say something with real names. But, NO SPAM and NO ANONYMOUS. Thank you. ^^;