Tuesday, May 27, 2008

Di Kereta...

Sebenarnya saya ingin cerita ini sejak berminggu-minggu yang lalu waktu jaman-jamannya lagi anget Piala Uber dan Thomas di televisi. Jadi ceritanya setelah saya tidak tidur seharian gara-gara ngerjain tugas dan juga kecewa berat ngeliat permainan tim Thomas yang nyaris kalah lawan Thailand, pagi-pagi sekali saya berangkat ke Stasiun Tebet. Memang sudah menjadi rutinitas saya setiap weekend pulang ke rumah kakak di Duren Sawit dan hari Senin pagi saya balik ke kosan.

Setelah saya beli tiket kereta ke Depok, saya duduk-duduk sejenak sambil menunggu kereta. Untunglah saya tidak terlalu lama menunggu. Tidak kebayang kalau harus lama nunggu. Bisa-bisa saya tertidur di stasiun saking ngantuknya. Rencananya saya mau tidur di kereta aja. Lumayan lah walaupun hanya sesaat setidaknya mata ini bisa dipejamkan barang sebentar. Tapi sayangnya saya tidak mendapatkan tempat duduk di kereta. Terkantuk-kantuklah saya sambil berdiri dengan laptop seberat kurang lebih tiga kilo di punggung saya. :(

Dengan sedikit mengumpat dalam hati, saya melirik sinis para pria yang dengan tenangnya duduk dan sambil tidur! Yang bikin saya lebih kesal lagi ketika saya sedang mencari tempat duduk, seorang pria menatap saya dan untuk selanjutnya dia memejamkan mata! Haduh! Saya kira dia mau berbaik hati dengan menyerahkan tempat duduknya untuk saya. Ealah… Yang ada malah dia tidur atau pura-pura tidur! Entahlah.

Sambil melengos saya mengalihkan pandangan ke tempat lain. Mata saya menyapu keadaan di dalam kereta pagi itu. Sama saja. Pria-pria yang masih muda dan gagah tidak mau mengalah kepada wanita. Mereka dengan santai duduk, membaca koran, memejamkan mata, pura-pura tidak melihat bahwa di depannya berdiri seorang wanita dengan dua orang anaknya! Ah, sama saja dengan pria yang ada di depan saya ini. Langsung tidur setelah melihat saya. Bah! Lelaki macam apa itu?

Saya bukannya minta dikasihani. Bukan, sama sekali bukan. Tapi melihat sebagian besar tingkah laku penumpang pria seperti itu membuat saya kesal hati! Tidak hanya sekali dua kali, tetapi setiap saat saya naik kereta pasti hal yang seperti itu selalu terjadi. Wanita hamil, wanita dengan anak-anaknya, orang-orang yang sudah tua atau mahasiswi cantik yang ngantuk dibiarkan berdiri tanpa mereka --para pria muda nan gagah itu-- mau berbesar hati berdiri dan menyerahkan tempat duduk mereka kepada yang lebih berhak.

Makin kesal saja saya pagi itu.



No comments:

Post a Comment

Please, say something with real names. But, NO SPAM and NO ANONYMOUS. Thank you. ^^;