Thursday, May 29, 2008

Hanya Gosip

Saya punya gosip teranyar! Mau tahu tidak? Mau ya? Ya? Ya? *maksa*

Jadi begini… *langsung gelar tikar*

Tadi sewaktu kuliah Psikologi Entrepreneurial, teman saya bilang bahwa BEM Universitas X di kota Y disuap sama rektornya sendiri. Dan saya langsung terkaget-kaget. HAH??? WTF??? Serius itu BEM bisa disogok??? Yakin??? Saya kok jadi gak yakin…

Teman saya itu ngotot. Bener katanya. Dia dapat gosip ini dari teman ibunya yang notabene kerjaannya ngurusin keuangan rektorat (atau universitas?) tersebut. Wah, boleh juga ini sumbernya. Bisa sedikit dipercaya.

Lanjut teman saya, perihal disogoknya BEM tersebut gara-gara kebijakan Universitas yang menaikkan biaya kuliah yang menurut saya sungguh luar biasa. Di saat semua barang-barang naik, biaya hidup melonjak tajam, kok sempat-sempatnya Universitas itu menaikkan biaya kuliah? Tidak berperikemahasiswaan. Pendidikan menjadi suatu barang mahal yang hanya bisa dimiliki oleh kaum berduit. Lantas bagaimana orang-orang yang tidak mampu itu mau memperbaiki nasibnya? Bukankah pendidikan adalah salah satu cara untuk mengubah nasib menjadi lebih baik? Menyedihkan.

Sama dengan saya, teman-teman saya yang berada di BEM Universitas X menolak kebijakan rektornya. Menurut rencana, mereka akan berdemo menolak kenaikan biaya kuliah. Bangsatnya, mereka keburu dibungkam oleh rektor mereka sendiri dengan sejumlah-uang-yang-entah-berapa-nominalnya. Entah semua anggota BEM entah semua divisi BEM pokoknya mereka dapat bagian. Bahkan --masih menurut gosip-- Sang Ketua BEM dijanjikan pekerjaan. Yah… Siapa sih yang tidak tergiur dengan uang dan janji manis dapat pekerjaan? Di jaman serba susah begini, godaan-godaan maut seperti itu mampu merontokkan iman dan idealisme seseorang.

Ya, saya tahu. Mahasiswa juga manusia yang punya banyak kekurangan dan jauh dari kesempurnaan. Tapi, apa karena dengan alasan tersebut mahasiswa mencoreng namanya sendiri dengan menerima suap? Katanya mahasiswa itu agen perubahan. Katanya mahasiswa itu pembela rakyat. Katanya mahasiswa itu tukang kritik. Ah, terlalu banyak katanya. Nyatanya? Sama saja dengan yang lain-lain. Munafik. Sampah. Bajingan. Ketika dihadapkan dengan uang, mata melotot nyaris keluar. Ketika dijanjikan pekerjaan, jantung nyaris copot. Parahnya, ini BEM, Bung! BEM disogok! Bah, apa kata dunia?!

Maaf, saya tidak bermaksud menggeneralisasi. Saya tahu tidak semua mahasiswa seperti itu, soalnya saya juga mahasiswa. :D

Sekali lagi maaf. Gosip ini jangan terlalu dipercaya. Namanya juga gosip. Apalagi saya dapat gosip ini dari orang kesekian. Bisa saja ceritanya ditambah-tambahi atau bahkan dikurang-kurangi.

+Lah, sudah tahu ini gosip kenapa kamu tanggapi, Kim?

Karena marah-marah dan maki-maki karena bergosip memang sedang saya butuhkan saat ini. Saya butuh pelampiasan untuk menumpahkan isi otak ini yang kelewat penuh. Beban saya dirasa cukup berat dan saya butuh teriakan, kemarahan, tangisan untuk mengeluarkan itu semua. Ingin membanting barang, sayang barangnya… Ingin membanting orang, nanti malah saya yang dibanting… Ya sudahlah. Banting gosip saja. Haks,,haks,,haks,,



No comments:

Post a Comment

Please, say something with real names. But, NO SPAM and NO ANONYMOUS. Thank you. ^^;