Monday, May 26, 2008

Maafkan Aku, Sobat...

Maafkan aku, Kawan...

Untuk apa? Mungkin kamu bertanya demikian.

Maafkan aku karena tidak bisa menjadi teman baikmu.
Maafkan aku karena tidak bisa menjadi tong sampah cerita-ceritamu.
Maafkan aku karena tidak mampu menyediakan hati dan telinga ini 24 jam untuk kamu.
Sekali lagi maafkan aku.

Sejujurnya, aku bosan dengan ceritamu. Ceritamu yang itu-itu saja. Selalu berputar-putar bagai lingkaran setan. Ah, sumpah mati aku bosan mendengarnya. Kamu boleh mencelaku sebagai sahabat tidak setia. Atau cela apa saja yang kamu mau. Aku memang sahabat yang payah...

Dan kalau boleh aku berkata jujur kamu hanya mencariku disaat kamu butuh. Disaat kamu sedang tidak butuh tempat untuk bercerita, aku jadi bertanya-tanya do you even know that I'm exist?

Terima kasih kamu sudah memilihku sebagai tempat curhatan sampahmu. Tapi... Sadarkah kamu bahwa aku juga ingin mendengar ceritamu yang lain seperti, "Tadi siang gue kesini sama teman-teman yang lain. Udah nonton film ini belum? Udah pernah nyoba makan disini? Enak banget." Ya, aku juga ingin mendengar sisi lain dari diri kamu. Bukan hanya sisi gelap urusan percintaan yang tak kunjung jelas nasibnya bagaimana.

Aku tahu kamu seorang manusia yang tak luput dari kesalahan. Tak ada manusia yang sempurna, begitu yang mereka bilang. Jadi, aku tak menyalahkan kamu yang hanya mencariku di saat kamu sedang susah. Tapi, tolong jangan salahkan aku juga kalau aku bosan mendengar cerita kamu yang tak ada perkembangannya itu. Aku hanya seorang manusia yang lemah, Bro...

Sekali lagi, maafkan aku tidak bisa menjadi sahabat yang baik untuk kamu.

No comments:

Post a Comment

Please, say something with real names. But, NO SPAM and NO ANONYMOUS. Thank you. ^^;