Monday, May 19, 2008

Wanted: A Lot of Fans

Waktu itu teman saya, Dea, bertanya kepada saya, “Blog elo kok gak bisa dibuka sih, Kim?” Saya langsung menebak pasti blog saya yang dimaksud dia adalah blog saya yang di wordpress waktu itu. Ya, dulu saya pernah nge-blog di wordpress lumayan lama. Sekitar sebelas bulan lah. Karena beberapa alasan yang malas untuk saya tulis disini saya hapus saja blog saya itu. Sayang sih memang. Yah seperti yang Dea bilang, “Sayang banget Kim diapus blognya. Penggemar lo kan udah banyak.” Haks,,haks,,haks,,

Ya…ya…ya… Sungguh disayangkan memang, tapi apa lacur? Nasi sudah menjadi bubur. Saya sudah mematikan blog yang disana. Ya sudah lah terima saja. Dan sekarang saya pun ngeblog di sini. Tidak dapat dipungkiri memang saya sedikit merindukan ngeblog di wordpress dengan segala kemudahannya (terutama dalam hal memberi komentar), tapi ngeblog di blogspot pun menurut saya punya kelebihannya tersendiri. Memangnya kelebihannya apa saja? Ah, pasti kalian semua sudah tahu. Tak perlu lagi lah ya rasanya saya tulis disini. *malas mode ON*

Tulisan saya kali ini bukan untuk membahas perbedaan ngeblog di wordpress dan di blogspot. Pasti sudah banyak tulisan yang membahas hal yang satu itu. Lalu, apa yang mau saya bahas? Mungkin saya terdengar sinis tapi saya ingin membahas sedikit tentang masalah yang diungkit teman saya itu, yaitu penggemar.

Bohong kalau saya bilang saya tidak senang punya penggemar yang menggemari blog saya walaupun sebenarnya saya sendiri tidak tahu apakah ada orang yang gemar dengan tulisan-tulisan saya di blog ini. Munafik sekali saya kalau seperti itu. Namanya juga manusia yang senang akan pujian, haus akan pujaan, dan sejenisnya. Karena saya manusia maka saya tidak luput dari sifat-sifat seperti itu. Bahkan teman saya yang cuek bebek saja pun bahkan berkomentar, “Kenapa sih harus rajin blogwalking dulu biar tenar?” See? Pada dasarnya manusia ingin TENAR. Manusia ingin menjadi pusat perhatian. Manusia ingin diperhatikan oleh manusia lain. Blog pun bisa menjadi salah satu jalan untuk mencapai ketenaran. Haks,,haks,,haks,,

Mungkin idealisme awal nge-blog adalah sebagai tempat sampah, curhat, menuliskan segala macam pemikiran kita. Tapi, saya yakin lama-kelamaan idealisme itu terkikis sedikit demi sedikit. Tidak percaya? Bacalah komentar yang mampir di blog-blog penjenengan. Mulai dari yang ngajak tukeran link, “silakan mampir ke http://blablabla”, salam kenal, atau yang lainnya. Apalagi tujuannya kalau bukan mempopulerkan blog sendiri dan menambah penggemar? Hahahaha. KITA SEMUA MEMANG BUTUH PENGGEMAR. Minimal orang yang suka dengan tulisan kita. Karena kalau tidak siapa lagi yang mau mampir ke blog kita selain orang yang suka membaca tulisan kita? Kita sendiri? Hihihihi.

Tidak usah munafik lah saya sendiri seperti itu. Mampir ke blog orang-orang, meninggalkan jejak, dan berharap bisa menjalin pertemanan dengan mereka. Tentunya juga dengan harapan blog saya dikunjungi balik dan saya pun menjadi TENAR. Ho,ho,ho… Mungkin saya terkena sindrom tenar akut? Mungkin. Tapi, setelah dipikir-pikir kok ya jadinya capek sendiri? Ah, sudahlah. Jadinya lebih baik saya jadi penikmat blog Kawan-kawan saja tanpa harus sibuk tebar pesona dan kelimpungan mencari penggemar. *Jeee… Kimi! Stres tah lo gak punya penggemar? Haks,,haks,,haks,,*



No comments:

Post a Comment

Please, say something with real names. But, NO SPAM and NO ANONYMOUS. Thank you. ^^;