Friday, June 6, 2008

Kebenaran tidak pernah berpihak! (?)

Dalam perjalanan ke bandara kemarin, saya membaca kalimat tersebut di salah satu plang iklan. Saya merasa agak rancu membaca kalimat itu. Benarkah kebenaran tidak pernah berpihak? Saya kok jadi ragu…

Menurut saya, kebenaran itu pasti berpihak. Ya, ya, ya,… saya tahu bahwa “benar” itu abu-abu. Benar menurut saya belum tentu benar menurut Anda. Tidak ada kebenaran mutlak. Jadi… ini mulai kehilangan fokus.

Oke, back to topic. Kenapa saya bilang kebenaran itu pasti berpihak ke salah satu pihak? Contohnya ada orang yang dituduh maling ayam padahal gak tapi dia cuma maling celana dalem tetangganya! Karena kebenaran berpihak kepadanya, maka dia pun terbebas dari hukuman. Itu artinya KEBENARAN MEMIHAK kan? Atau ketika Pak Polantas menolak mentah-mentah uang damai di bumi. Ia keukeuh menilang pelanggar lalu lintas. Itulah kebenaran. Itu artinya KEBENARAN MEMIHAK kan?

Sekarang coba bayangkan kalau kebenaran tidak pernah berpihak. Artinya dia tidak pernah di pihak orang tidak bersalah yang dipukuli karena dituduh mencuri, dia tidak pernah di pihak rakyat yang ditindas semena-mena oleh rajanya, intinya KEBENARAN TIDAK PERNAH BERPIHAK DIMANA SEHARUSNYA DIA BERPIHAK!

Pusing? Sama, saya juga pusing… Bahasa Indonesia itu njelimet ya?



5 comments:

  1. lho yg di baliho itu kan kalimat sindiran :D

    ReplyDelete
  2. bener, mbak kimi, kayaknya kalimat di plang iklan itu, sarat dengan sindiran kalau kebenaran tdak pernah berpihak kepada rakyat kecil, haks!

    ReplyDelete
  3. @hedi, Pak Sawali
    Kalimat sindiran tho? Ya...ya...ya... *manggut2* tapi... Masa' sih?

    ReplyDelete
  4. berati kalimatnya blom lengkap, cuma kalo nambahin lagi nanti biaya produksi nambah huhuhu

    ReplyDelete

Please, say something with real names. But, NO SPAM and NO ANONYMOUS. Thank you. ^^;