Saturday, June 14, 2008

Pamit Keluar dari Tim

Mengikuti berita-berita Euro 2008 dan juga nonton pertandingannya membuat saya semakin menghargai profesi pemain sepakbola. Seperti yang sudah kita ketahui, di Euro 2008 ini banyak pemain yang cidera cukup parah sehingga tidak bisa membela negara mereka dikarenakan harus beristirahat berminggu-minggu. Tentu ini merupakan kerugian besar bagi negara mereka. Kekuatan tim menjadi berkurang. Selain itu, pemain yang cidera pasti sangat menyesal. Bahkan mungkin mereka sampai mengumpat, “Kenapa gue harus cidera di saat momen kejuaraan sepenting ini sih?!” Hal itu bisa dimaklumi. Kejuaraan Euro adalah ajang empat tahunan kejuaraan sepakbola negara-negara Eropa.

Kalau sudah cidera begitu siapa yang harus disalahkan? Jadwal kompetisi liga yang terlalu padat? Latihan yang terlalu berat? Atau lawan yang tackling-nya kebangetan? Salahkan saja ketiga-tiganya. *menyeringai*

Menjadi pemain sepakbola itu ternyata tidak mudah ya? Saya sih ngeliat mereka main asik aja. Kalo kata teman saya, “Bodoh mereka itu. 22 orang kok ngerebutin satu bola? Sini gue beliin bolanya. Gue kasih ke mereka satu-satu.” Hahaha… Disitulah letak serunya. “Kebodohan” seperti itu yang justru dicari orang. Lari dari ujung ke ujung lapangan segede itu ngerebutin satu bola. Tidak untuk semenit atau dua menit, tapi 2x45 menit dan itu belum termasuk perpanjangan waktu. Buset. Darimana mereka dapet staminanya ya? Saya aja main futsal hanya lima menit di lapangan segede itu langsung ngap-ngapan. Kalo kata The Corrs sih breathless.

Saya salut ke pemain sepakbola. Setan yang bernama cidera selalu menghantui mereka karena setan keparat itu bisa mengancam karir mereka. Saya juga salut melihat stamina mereka yang seolah tidak ada habisnya. *Latihan fisik mereka ngapain aja ya?* Belum lagi ketika mereka bertanding. Memiliki kulit badak mungkin suatu keuntungan. Mereka tidak perlu merasakan sakit ketika terjadi tabrakan antar pemain. Gak perlu khawatir di-tackle ampe tulang keluar dari kulit karena kulit badak yang keras bisa melindungi mereka dari semua itu. Memiliki kepala terbuat dari batu juga sebuah keuntungan, saya rasa. Gak perlu ngeringis kesakitan pas nyundul bola (saya gak akan pernah mau latian menyundul bola. Sakit tau!!) atau gak usah takut kalau harus adu kepala di udara dengan lawan. Intinya saya salut dengan mereka dan saya sangat menghargai profesi mereka.

Saya bukan seorang komentator bola, pengamat bola, ataupun pemain bola. Saya hanya seorang kiper futsal ecek-ecek dari tim fakultas saya. Saya ingin sekali memiliki dedikasi dan loyalitas tinggi terhadap apa yang saya kerjakan sekarang, seperti para pemain sepakbola itu. Mereka tahu risikonya bermain bola. Main bola tidak semudah menonton atau mengomentarinya. Di balik keindahan sepakbola banyak bahaya yang mengancam keselamatan pemain *halah bahasanya!*. Meskipun mereka tahu bahayanya, mereka tetap bermain bola. Mereka tidak takut. Mereka tetap semangat bermain sepakbola. Sebuah dedikasi dan loyalitas yang tinggi. Benar kan? Sayangnya saya tidak memiliki itu. Saya iri sama mereka. Selain itu, mereka juga fokus dan serius terhadap pekerjaan mereka.

Kalau pemain sepakbola itu tetap semangat bermain dengan berbagai ancaman yang menyertai, maka saya justru ingin berhenti main futsal.

+ Penggemar : Hah?? Kok bisa, Kim?? Bukannya kamu itu cinta banget sama olahraga bola satu itu? Kamu takut cidera?

Bah! Cidera mah bukan masalah. Saya hanya merasa jenuh. Bosan. Saya tidak semangat lagi untuk latian. Tidak menggebu-gebu seperti dulu. Inilah yang saya bilang saya tidak punya dedikasi dan loyalitas terhadap apa yang saya kerjakan. Saya juga tidak fokus dan serius.

Untuk teman-teman futsal, kalau kalian membaca ini *which is impossible* maafkan saya ya. Saya mengundurkan diri dari FC 08.

Ah, seandainya pamit keluar dari tim semudah ini…



2 comments:

  1. ahaha....ternyata ibu kimi jd goalkeeper...*ngebanyangin lagi jaga gawang*

    tapi, napa mau keluar kim? kan enak main futsal, olahraga...

    ato main tenis aja kim, sama aku...mau?? yuk ...

    ReplyDelete
  2. Saya nda bisa main tenis! Lebih seru nontonnya aja. :-D

    ReplyDelete

Please, say something with real names. But, NO SPAM and NO ANONYMOUS. Thank you. ^^;