Friday, June 13, 2008

Susah Untuk Bersyukur

Bisa dibilang saya termasuk orang yang jarang sekali bersyukur. Kalau dipikir-pikir apalah susahnya bersyukur? Tinggal mensyukuri nikmat yang telah Tuhan berikan dan ucapkan Alhamdulillah. Sudah. Selesai perkara. Tapi, masalahnya kenapa saya susah sekali untuk bersyukur?

Rasanya saya tidak pernah puas dengan apa yang sudah saya miliki sekarang. Saya sudah punya laptop tapi saya masih ingin punya laptop yang lebih canggih dari yang saya punya sekarang. Padahal mah ya kebutuhan utama saya hanya untuk mengetik dan internet. Saya ingin punya ponsel yang lebih canggih dari yang saya punya sekarang. Padahal mah ya ponsel saya itu tak lebih hanya untuk menelpon, sms, dan ngenet. Saya selalu berharap saya berasal dari keluarga kaya raya, terpandang, pokoknya dari kaum elit deh. Padahal mah ya keluarga nyata saya sangat sayang sama saya.

Kenapa saya susah sekali untuk bersyukur? Apakah karena saya manusia yang tidak pernah puas? Selalu ingin memiliki lebih dari apa yang sudah dimilikinya sekarang? Selalu mendongak ke atas dan tidak pernah menundukkan kepala? Selalu melihat rumput rumah sebelah yang kelihatannya lebih hijau dan tidak pernah sekalipun ingin mencoba membuat rumput di halaman sendiri menjadi jauh lebih hijau daripada rumput rumah sebelah?

Kenapa saya susah sekali untuk bersyukur? Apakah saya tidak pernah melihat bahwa masih banyak orang yang jauh lebih menderita dari saya tetapi mereka selalu bersyukur? Mungkinkah saya sudah buta? Iya, saya buta karena tidak melihat anak-anak jalanan yang harus bertarung dengan kekejaman dunia untuk bertahan hidup. Iya, saya buta karena tidak melihat teman-teman yang memiliki kekurangan fisik masih tetap bisa tersenyum dan bersyukur. Iya, saya buta karena tidak melihat limpahan kasih sayang seorang ibu untuk anak-anaknya.

Kenapa saya susah sekali untuk bersyukur? Badan saya sehat, fisik saya lengkap, saya berasal dari keluarga terhormat, tapi kenapa saya masih kurang puas dengan kehidupan yang saya jalani sekarang?

Sepertinya saya tidak hanya buta, tetapi juga mati rasa.



4 comments:

  1. Dalam urusan dunia maka lihatlah ke bawah, maka kamu akan bersyukur terhadap apa yg kamu miliku.

    Dalam urusan akhirat maka lihatlah ke atas, maka kamu akan berusaha menjadi hamba yg dekat kepada-Nya...

    tsahhh.....

    ReplyDelete
  2. Tsaaaahh,,,, gaya banget lo? Ahahahaha....

    ReplyDelete
  3. rumput di rumah saya jelas lebih hijau dibanding tetangga sebelah kanan dan kiri, karena boro2 rumput mereka mau lebih hijau, punya rumput juga ga.. hihi =P

    salah satu caranya untuk selalu bersyukur, sering2 ucap alhamdulillah kali y..

    ReplyDelete
  4. Rumah tetangganya miskin lahan ya? Hehe...

    Iya, kita harus rajin-rajin mengucapkan Alhamdulillah. Biar selalu ingat karunia yang diberikan Tuhan untuk kita. *sok alim*

    ReplyDelete

Please, say something with real names. But, NO SPAM and NO ANONYMOUS. Thank you. ^^;