Monday, July 7, 2008

# curhat
Kenapa setiap orang datang ke saya HANYA ketika mereka membutuhkan saya sebagai tempat sampah mereka??

Atau ketika mereka sedang kesepian.
Atau ketika mereka sedang sedih.
Atau ketika mereka sedang hancur dan merasa dunia mereka sudah kiamat.

Merengek-rengek curhat ke saya. Kemudian pergi ketika masalah dia sudah usai. Pergi begitu saja seolah-olah tidak pernah terjadi apa-apa.

Dan saya merasa seperti barang rongsokan yang tidak dibutuhkan lagi.

I hate these kinds of people. Disgusting. Manusia tidak tahu diri. Iya, kamu termasuk di dalamnya.

9 comments:

  1. kalau begitu, cobalah untuk hidup tanpa mempedulikan mereka.. focus lah pada tujuan mu,sehingga kamu tidak lagi akan menghiraukan mereka.. kecuali kalu mereka sakit ato bener2 sekarat..hehehe

    ReplyDelete
  2. cb bersikap tegas aja ... ada kalanya egois itu dibutuhin hehehe ... semoga ga moemet'z baca komenku hahaha ...

    ReplyDelete
  3. besok kalo ada yg mau curhat, suruh bawa martabak dulu, kim :))

    ReplyDelete
  4. @iwaneo
    Justru itu... Terkadang saya gak bisa berkata "tidak". Saya terlalu berbaik hati mikirin teman saya meskipun belum tentu mereka mau mikirin saya. *halah*

    @masmoemet
    He-eh. Sepertinya itu yang memang diperlukan. Tegas. *kalo bisa*

    @orangyangngakutampan
    Kecil amat proyek? Jangan martabak, ah. Salmon sashimi ajah. *langsung laper*

    ReplyDelete
  5. kimi,bersyukurlah kamu masih dibutuhkan. jika saat ini kamu butuh teman, mintalah ke mereka, datangi mereka. kalo mereka adalah teman yang baik, mereka pasti menerima. tapi kalau engga...cari teman lain yang lebih care aja..

    ReplyDelete
  6. Kimiii... sabar ya. Suatu hari pas mereka butuh teman curhat lg dan mereka nggak punya sapa2 lagi selain kamu, ntar juga mereka sadar kalo slama ini mereka udah nyia2in kamu...
    Ato kalo nggak sadar2 juga, sadarin aja pake bogem, Kim... Hehehe...
    Tapi bener kata Rivan, kita mesti bersyukur jika masih ada yang membutuhkan kita...
    Cheer up, ok..

    ReplyDelete
  7. @ rivan :
    yeah, you right... you got the point..

    kok gw yg balas komennya...hikss..

    ---
    kim, jgn marah2 mulu yaa...cepat tua nanti...
    km kan calon psikolog, ambil sisi positifnya, anggap aja dia itu pasienmu, jd bahan pembelajaran, langsung praktek...
    tapi suruh dia bayar dulu, jgn langsung kabur... :-)

    ReplyDelete
  8. @Semuanya
    Iya... Thanks yah... :))

    ReplyDelete

Please, say something with real names. But, NO SPAM and NO ANONYMOUS. Thank you. ^^;