Tuesday, July 1, 2008

# curhat # life

Kereta Impian

Saya baru saja pulang dari kampus menyetor hasil kerjaan saya semalaman suntuk untuk tugas kelompok Psikologi Eksperimental. Sebenarnya sih saya bisa menyelesaikan tugas saya itu dalam waktu sebentar kalo tidak tergoda untuk menyambi. Ya menyambi makan, menyambi nonton Nadal *eh, Nadal menang loh!*, menyambi ngenet, dan menyambi chatting *nyengir*. Saya sedang menjadi hamba internet nih. Online mulu kerjaannya. Harap maklum ya baru pasang fastnet sih… Hihihihi… *dikemplang pembaca* Nah, karena kebanyakan nyambi itulah ujung-ujungnya saya tidur jam setengah 2 pagi. Untung aja Piala Eropa sudah selesai. Kalo belum, wah… bisa-bisa saya gak tidur deh. Berhubung saya mengerjakan tugasnya itu kebanyakan nyambi alhasil outputnya pun berantakan. Kacau deh kerjaan saya itu. Tapi ya seboding teya lah. Yang penting saya udah ngerjain bagian saya dan saya serahkan kepada kelompok. Tinggal nanti dirombak saja sama anggota kelompok yang lain. Hihihi… *terima jadi aja dah*

Sewaktu tadi di kereta, saya tiba-tiba mengantuk. Wajar aja ngantuk lah wong tidurnya cuma empat jam. Tadi itu saya benar-benar tidak bisa menahan kantuk. Ingin tidur tapi sepertinya tidak mungkin. Alasannya adalah karena kereta lagi penuh dan saya tidak kebagian tempat duduk. Gak mungkin donk saya tidur sambil berdiri? Lucu aja pas tidur tiba-tiba jebluk saya jatuh. Lucu kan? Ya lucu lah… Pasti diketawain sama orang-orang sekereta. Saya bisa aja sih nyantai seolah tidak terjadi apa-apa. Cool, man… Cool! Coolelep! *halah* Tapi, seandainya di kereta itu ada lelaki tampan ngeliat saya jatuh karena tidur kan lebih gak lucu lagi, cuy… Jatuh harga diri saya sebagai wanita elegan, Bung! Atau sebelum jatuh saya atur posisi dulu biar jatuhnya jatuh elegan? *idiih… Si Kimi ini kenapa sih?*

Yah,, beginilah nasib penumpang kereta ekonomi. Minim harga ya minim segala-segalanya. Kereta penuh, gerah, berdesak-desakan, harus nutup idung *tau kan maksud saya? Hehe…*, belum lagi harus siap siaga waspada menjaga barang karena kita tidak pernah tahu penjahat bisa saja mengintai kita *masih trauma karena kejadian kemarin*. Saya jadi berangan-angan kapan Indonesia punya kereta seperti di luar negeri sono (seperti di Jepang)? Kan agak keren dikit tuh jalan sama pacar tersayang naik kereta. Romantis begitu maksudnya. Sekarang coba deh bayangin kalo jalan sama pacar naik kereta ekonomi. Dimana letak romantisnya coba? Ahahahaha… Saya tau itu tidak mungkin. Eh, bukannya tidak mungkin sih tapi masih jauh dari harapan. Ya tapi tidak ada salahnya donk berharap? *Iya, Kim... Gak salah kok.* Sebagai pengguna KRL setia, saya sangat mengharapkan kenyamanan naik KRL ekonomi. Ah... Bisa tidak ya?



Meskipun entah kapan Indonesia bisa punya kereta macam kereta di Jepang sana setidaknya meskipun kereta ekonomi dan karcisnya cuma Rp 1.500 mbok ya bersih dan rapi begitu. Syukur-syukur ada AC-nya. Terus, gak ada penjual yang hilir mudik kesono kemari. Gak ada pengemis, gak ada yang sok nyapu2 terus minta duit, gak ada ibu-ibu yang ngejual tampang anaknya yang masih balita untuk ngamen, dan pastinya gak ada lagi para pencopet yang berkeliaran... *langsung berdoa*

No comments:

Post a Comment

Please, say something with real names. But, NO SPAM and NO ANONYMOUS. Thank you. ^^;