Wednesday, July 23, 2008

# curhat # life

Misuh-misuh Di Malam Hari

Baiklah. Singkat saja karena Mas Rafa sudah mau tanding di Rogers Cup Toronto. Saya ingin menceritakan apa yang sudah terjadi malam hari ini.

Telah terjadi kesalahpahaman antara saya dan Mas Ragil. Di postingan dia yang ini, saya memberikan sedikit komentar disana. Tidak disangka ternyata komentar saya berbuntut lumayan panjang. Dia membalas komentar saya disini. Kalau boleh jujur, komentar dia itu cukup membuat saya sedikit berang dan beranggapan "Nih anak seperti mengajak gue perang". Oke, katakanlah saya berlebihan tapi sewaktu saya mampir kembali di blog dia dan membaca komentarnya ehem... nama saya disebut-sebut disitu. Dan saya jadi bertanya-tanya kok jadi begini masalahnya? Saya hanya mengkritik satu kalimat tapi saya dibalas dengan:

Siapa yang bego disini? Gw? Kimi?

Dan kalo boleh jujur lagi, saya agak sedikit tersinggung. Yeah, saya tau saya terlalu mendramatisir. *Mohon maafkan saya karena menjadi orang yang terlalu sensitif. Saya orang yang sangat perasa bagi kalian yang belum tahu.* Saya tahu saya memang bego, tapi mbok ya jangan diceritakan ke publik banyak toh, Mas Ragil... Cukup jadi rahasia kita berdua saja... ketawasetan

Oke, saya tahu ini dunia maya tapi tetap saja kita punya tata krama dan norma kesopanan (seperti yang saya pernah baca entah-dimana-saya-lupa-maafkan). Orang-orang yang tinggal di dunia maya tak jauh beda dengan orang-orang yang hidup di dunia nyata. Ada yang pemarah, arogan, sopan dan penuh santun seperti dia, mudah tersinggung, sabar seperti dia, ah... kita harus mengakui keunikan individu, bukan?

Disini saya tidak akan membahas mengenai apa yang menjadi pemicu masalah karena toh Mas Ragil telah mengakui kesalahannya (selain itu, membahas kembali pemicu masalah itu sudah basi). Tapi, tetap ada yang mengganjal bagi saya. Berdebat itu ada etika. Tidak mudah misuh-misuh. Tidak mencaci orang lain. Tetap berusaha untuk sopan (apalagi kalo berdebat di blog orang lain). Dan terutama sekali sediakan argumen-argumen yang valid sebelum kita berargumen.

+Penggemar: Lah, Kimi... Gini aja kok diperbesar sih masalahnya?

Saya tidak bermaksud untuk memperbesar masalah. Saya hanya ingin mengeluarkan uneg-uneg saya bahwa baik di dunia nyata maupun di dunia maya kita tetap harus menjaga tata krama dan bersikap sopan kepada orang lain, meskipun kita tidak mengenal orang tersebut. Siapa yang simpatik dengan orang yang sopan seperti dia? Tapi, siapa yang simpatik dengan orang yang tidak sopan? Saya rasa kita semua sepakat tidak akan simpatik dengan orang yang tidak sopan.

Jangan salah sangka dulu, Mas Ragil... Saya tidak bermaksud mengatakan kamu orang yang tidak sopan. Saya hanya ingin mengatakan cobalah kamu menempatkan posisi kamu sebagai orang lain sebelum kamu berbicara atau berbuat kepada orang tersebut. "Kira-kira nih orang bakal tersinggung gak ya? Blablabla." Saya terkesan menggurui? Maaf. Sekali lagi saya tidak bermaksud demikian.

Ah, maafkan saya karena telah bereaksi berlebihan. Maafkan karena saya tidak tahu bagaimana menanggapi komentar yang bernada emosi negatif. Maafkan. Terutama untuk Mas Ragil, "Maafkan saya."

p.s.: Kasus ini telah dirangkum secara singkat, padat, dan jelas oleh Mas Joe di postingan-nya yang ini. *ahahaha... Blog gue bakalan laris nih abis ini*

9 comments:

  1. Ups...
    Mudah2an cepet tenang yaa :)
    Biar blog kembali jadi media yg menyenangkan untuk curhat :D

    ReplyDelete
  2. sejak kapan ragil jd mas" ???
    trusss, yang saya masih blom tanggep entu jadnya kamu marah??, seneng???, ato berharap banyak yang posting??? hehehee....
    dah jgn dibwh terlalu tegang, namnya jg dia msh belia.

    ReplyDelete
  3. anda ini gimana sih. pertanyaan sgitu gampangnya kok mikirnya muter".

    klo pertanyaannya: Siapa yg bego? Gw? Kimi?
    Maka jawabannya simpel: Gw lah... masa anak SMP dibanding-bandingin sama mahasiswi UI?? ya jlas ketara begonya. gitu aza kok repot.

    makasih sebelumnya, karena tlah membuat saya lbih tenar dari sumanto. moga" aja Pak Nuh yg mantan rektor ITS itu ga baca postingan anda. bisa" gw ga keterima jadi mahasiswa disana ntar. hehehe...

    masih tetep marah sama saya?
    bales y!

    ReplyDelete
  4. emang email di bales he he he h

    pizzz ah

    ReplyDelete
  5. ding dong...
    semua orang berbeda...

    ReplyDelete
  6. @pritha khalida
    Sudah tenang kok, Mbak...

    @ered
    Huh,,dongkol dan sedikit kesal sebenarnya! Tapi, sudahlah... Tidak enak kalo mau cerita disini. Di IM saja bagaimana? Dan tolong beritahu saya IM kamu itu sebenarnya apa sih? Kok di-add ga bisa2?

    @ragil cahya
    Ya ampun, Ragiiil... Saya ga tahu deh harus membalas komentar kamu ini apa. Bingung, euy. Btw, saya gak marah kok hanya sedikit kesal saja. Tapi, itu sudah lewat.

    @kang gery
    Aku sudah bales komen-nya lho, kang gery! Hihihihi

    @wib
    Ho-oh. Semua orang memang berbeda.

    @masmoemetz
    Saya juga mumet, mas...

    ReplyDelete
  7. adeuhhhhh ribut neng? hueheuheuhueh

    iyah sih emang masalahnya skarang dunia maya ini dah jadi bagian dari kehidupan sehari hari dan ga juga bisa begitu ajah dipisahin dari dunia nyata

    so..

    BEHAVE HERE!!!!

    *tsah... belaga yah gw hauhauhuahua

    ReplyDelete
  8. Iya, gue setuju banget! Behave here, Saudara2!!

    ReplyDelete

Please, say something with real names. But, NO SPAM and NO ANONYMOUS. Thank you. ^^;