Monday, December 22, 2008

# film

Star Wars Episode III: Revenge of The Sith

Saya baru saja selesai nonton ulang Star Wars Episode III: Revenge of The Sith. Film Star Wars favorit saya dibandingkan episode I dan II. Well, yang episode IV, V, dan VI belum saya tonton ulang dan mungkin saja nanti saya berubah pikiran episode mana yang menjadi favorit saya. 

Kenapa episode III ini menjadi favorit saya? Yach... Karena disini lebih banyak berantemnya. Halah, boong ding. Karena, menurut saya, disini emosi lebih banyak ditunjukkan, seperti ketakutan akan kehilangan, perasaan cinta, loyalitas, kebingungan Anakin Skywalker (Hayden Christensen) mengenai siapa yang jahat, Jedi atau Sith? Dan terutama sekali alasan kenapa ia akhirnya memutuskan untuk menjadi Darth Vader. 

Yoda: Premonitions? Premonitions... Hmm... These visions you have
Anakin: They are pain, suffering, death...
Yoda: Yourself you speak or someone you know
Anakin: Someone
Yoda: Close to you?
Anakin: Yes.
Yoda: Careful you must be when sensing the future, Anakin. The fear of loss is a path to the dark side. Death is a nature part of life. Rejoice for those around you who transform into the Force. Mourn them, do not. Miss them, do not. Attachment leads to jealousy. The shadow of greed, that is.
Anakin: What must I do, Master Yoda?
Yoda: Train yourself to let go of everything you fear to lose.

Yes, Anakin was afraid to lose Padme (Natalie Portman)--his wife. Masa depan yang ia lihat Padme alias Queen Amidala meninggal karena melahirkan anak mereka. Chancellor Palpatine melihat ketakutan Anakin. Ia pun menawarkan sebuah kekuatan yang katanya bisa mencegah seseorang dari kematian. Dan untuk menguasai kekuatan tersebut ia harus belajar the dark side of the Force--suatu hal yang sangat dihindari oleh Jedi.

Demi Padme --demi cintanya kepada Padme-- dan untuk menyelamatkan nyawanya, Anakin rela untuk menyeberang ke sisi kegelapan. Demi sebuah kekuatan yang katanya bisa mencegah seseorang dari kematian.

Akhirnya? Akhirnya Anakin menjadi apprentice Darth Sidious alias Palpatine. Ia menjadi budak Palpatine. Ia melakukan apa saja yang diperintahkan master barunya tersebut, membasmi semua Jedi termasuk anak-anak. Sekali lagi, hanya untuk mendapatkan kekuatan yang katanya bisa mencegah seseorang dari kematian. Karena Anakin takut kehilangan Padme.


paling suka gambar yang ini! *lupa mencomot dari mana. maapkeun!*

Makna yang saya dapat dari film ini adalah mengenai kehilangan. Kita takut kehilangan. Dan rasa takut kehilangan yang berlebihan akan membuat kita mampu untuk melakukan apa saja, bahkan melanggar apa saja yang selama ini dilarang oleh apa yang kita percaya, peraturan yang kita coba untuk patuhi (dalam film ini peraturan Jedi), dsb. 

Kalau Anakin takut kehilangan Padme, maka Palpatine takut kehilangan power. 

Palpatine: All those who gain power are afraid to lose it. Even Jedi. ...The good is a point of view, Anakin... 

Sengaja saya bold karena perkataan dari Palpatine itu kok rasanya dekat dengan kehidupan sehari-hari kita ya? Ketika seseorang memiliki power, ia takut untuk kehilangan. Contohnya? Banyak. Saya rasa Anda  bisa memberikan contohnya. Dekat sekali dengan kehidupan kita, bukan?

Oh, kok ini sepertinya semakin melenceng yah? Tulisan ini seperti kehilangan fokus. Tidak berarah. Tidak ada jiwanya. *tampar Kimi karena berlebihan* Ah, apa karena saya masih terbayang-bayang sama The Godfather ya?? Jadinya nulis gak bener begini. Jadi kacau, euy. Gara-gara terhipnotis Bapak Al Pacino sewaktu muda. 

Well anyway, balik ke film lagi. Ada satu adegan yang membuat saya terharu, yaitu pas menit-menit terakhir waktu Obi-Wan Kenobi (Ewan McGregor *love him!*) dan Anakin berantem terus Anakin-nya kalah, tangannya putus, dan sebelum dia terbakar itu loh... (tahu kan? Inget kan?), si Obi-Wan Kenobi bilang gini:

Obi-Wan Kenobi: You were the Chosen One! It was said that you would destroy the Sith, not join them. Bring balance to the Force, not leave it in darkness.
Anakin: I hate you!
Obi-Wan Kenobi: You were my brother, Anakin. I loved you.

Huaaaa............. Sediiiih...!!! *garuk-garuk aspal* Kenapa Anakin jadi jahat? Kenapa Anakin termakan omongan Palpatine? Kenapaaa??? Justru Padme mati kan gara-gara Anakin sendiri. Sewaktu melahirkan itu, Padme lebih memilih untuk mati (karena dia kecewa dengan Anakin yang berubah menjadi jahat?). Kenapa, Anakin? Kenapaaaa?? *berteriak histeris* Kenapa kamu lebih memilih kegelapan? Kenapa kamu mengecewakan Mas Obi-Wan Kenobi? Kenapaaaa? *pukul-pukul tembok*

Dan George Lucas pun menjawab, "Kimi, kalau Anakin tetap jadi orang yang baik, tidak tergoda bujuk rayuan Palpatine, maka tidak akan ada Darth Vader. Tidak akan ada Star Wars episode IV, V, dan VI. Karena pasti Anakin Skywalker akan membunuh Darth Sidious di episode III, seandainya dia memilih tetap untuk menjadi seorang Jedi dan mewujudkan ramalan bahwa dia adalah The Chosen One. Dan itu artinya Star Wars tamat di episode III. Kalo udah gitu, buat apa gue capek-capek bikin Star Wars IV, V, dan VI berpuluh-puluh tahun sebelumnya?"

4 comments:

Please, say something with real names. But, NO SPAM and NO ANONYMOUS. Thank you. ^^;