Thursday, February 12, 2009

# curhat # life

Setelah Seminggu

Ternyata sudah lebih dari seminggu kuliah di semester baru ini. Baru seminggu sih dari 12 (eh, 12 atau berapa sih?) minggu perkuliahan yang direncanakan. Tapi dari seminggu itu belum apa-apa sariawan saya sudah menumpuk aja *saya kalau stres, sariawan langsung muncul*. Selama seminggu itu, tugas-tugas sudah menggunung aja. Apalagi tugas dari Konstruksi Alat Ukur Psikologis atau biasa disingkat KAUP. Hanya satu kata: BEUH. Pusingnya mah iya, capeknya mah pasti. Luar biasa betul lah pokoknya. Tanya saja teman-teman seangkatan saya kalau tidak percaya. Bodohnya saya, waktu isi IRS kemarin tanpa pikir panjang saya dengan PeDe-nya ambil 24 SKS dengan 9 mata kuliah. Gebleg. Padahal saya sadar betul ada satu mata kuliah terkutuk yang pastinya akan menuntut perhatian dan stamina lebih. Ya, KAUP itu tadi. Gini lah ya sok ngerasa pinter, sok ngerasa punya waktu 25 jam sehari, dan sok-sok yang lainnya deh. Sudah lupa saya dengan semester lalu yang menangis-nangis darah, mengumpat sumpah serapah, dan kemana-mana selalu pasang tampang lecek? Iya, sepertinya saya lupa. Soalnya saya terlalu fokus dengan cita-cita pengen tamat 3,5 tahun (yang ternyata masih berupa spekulasi gara-gara ada satu mata kuliah wajib yang belum lulus) dan juga karena terlalu memaksakan kehendak menyisakan sedikit SKS yang akan diambil di semester yang akan datang. 

Baru seminggu kuliah, atmosfir stres dan “gila” sudah terasa di kampus. Perpustakaan penuh dan sesak *oke, ini agak sedikit didramatisir*, saking penuhnya membuat saya berusaha sebisa mungkin menghindari perpustakaan. Di berbagai sudut kampus terlihat teman-teman seangkatan pada mojok lengkap dengan buku-buku yang bertebaran, laptop yang menyala dengan Facebook sebagai latar belakangnya, dan... oh, jangan lupakan dengan tampang lelah, malas, dan kusut yang menghiasi wajah teman-teman saya itu (termasuk saya). 

Berbagai tingkah laku untuk melupakan stres pun muncul. Ada yang rajin membuat notes tentang KAUP di Facebooknya—berasa cerpen bersambung aja *kedip-kedip ke Amil*, ada yang iseng mengambil foto secara candid waktu kuliah pertama KAUP *lirik ke Silmy*, dan tidak sedikit yang berusaha keras untuk membuat suasana menjadi terasa lebih romantis dengan mengupdate status di Facebook masing-masing seperti “Ayu Kimi Rizkika berusaha mencintai KAUP”, “Ayu Kimi Rizkika is in a relationship with KAUP”, “xxx ngedate dengan KAUP”, “xxx berpacaran dengan KAUP”, “xxx is in an open relationship with KAUP”, yah... kira-kira serupa itulah. 

Kalau kata senior sih dibawa santai aja. Jangan dijadiin beban, Man! Oh, saran yang sangat bagus. Makanya terakhir kumpul kelompok kemarin agar suasana menjadi santai dan tidak tegang bebas dari beban, saya pun nyanyi-nyanyi gak jelas.

“Kusangkakaaaan... panas perpanjangaaaan... Rupanya gerimis, rupanya gerimis, mengundang ha... ha... ha... ”



Eh cuy, yang penting nyanteeee!!!!

4 comments:

  1. ya ampun Kim...
    gerimis mengundang itu lagu jadul banget...

    ReplyDelete
  2. hahaha. jadul abis lagunya.

    semangat, kim! baru semingguuuu.

    ReplyDelete
  3. @itikkecil
    Gpp jadul.. yang penting bikin hepi! *buat lucu-lucuan maksudnya*

    @roysaputra
    Lagu yang baru apaan dunk?

    Hahaha,, iya nih baru seminggu. Gak keren abis udah stres ajah.

    ReplyDelete
  4. Mahasiwa sikologi ternyata, sama kaya saya dulu, he2 sy lulusny 6 taon lho, hebat kan?

    ReplyDelete

Please, say something with real names. But, NO SPAM and NO ANONYMOUS. Thank you. ^^;