Tuesday, June 29, 2010

Don't Judge Book From Its Cover

Tadi kakak saya bilang begini:

"Mending kaya' gue, ga pake jilbab tapi kelakuan gue jauh lebih baik daripada dia yang pake jilbab. Sok-sokan ngomongin agama mulu, selalu ceramah, tapi kelakuannya bejat. Mending gue ga punya agama, tapi kelakuan gue ga bejat."

Saya gak tau harus berkata apa kalau sudah begini. Jadinya saya hanya bisa diam.

Saya tau wanita yang memakai jilbab diekspektasi berlebihan oleh orang lain. Diharapkan wanita berjilbab itu yang imannya kuat, selalu memegang teguh ajaran agama, tidak berbuat dosa, dll dsb dst.

Padahal, menurut saya, mau pake jilbab atau tidak biarlah Tuhan yang menentukan tingkat keimanan seseorang. Siapa kita yang berhak menghakimi orang berdasarkan atribut yang dia pakai? Siapa kita yang berhak memiliki ekspektasi terhadap orang lain terkait hubungan mereka dengan Tuhannya?

Kenapa tidak melihat orang lain dari perbuatannya, mengesampingkan segala macam atribut yang dikenakan? Kalau misalnya dia memang bejat, ya sudah bejat. Jangan bawa-bawa atribut jilbabnya, pecinya, kalung salibnya, or whatever.

Penggemar: Tapi, Kim, itu kan artinya dia menipu orang lain. Tampilan luarnya terkesan alim, tapi dalamnya bobrok. Apa-apaan orang macam itu?

Seperti yang sudah saya bilang sebelumnya, jangan melihat orang lain dari tampilan luarnya. Ya, anggap sajalah kita harus bisa pandai-pandai menilai orang. Lagian, bukankah kita, manusia, selalu ingin mengimpresi orang lain? Kita ingin mendapatkan perhatian. Juga pengakuan. Sehingga, untuk memperolehnya kita akan melakukan apa saja termasuk menipu diri sendiri dan orang lain... dalam hal ini bagaimana cara kita berpakaian.

Oh, lupa satu hal. Pakaian yang kita kenakan bukankah termasuk "topeng" untuk menutupi keadaan kita sesungguhnya?


2 comments:

  1. penilaian penampilan itu ga bisa dihindari sih kim. Inget film Legally Blonde? Atau qoute-nya Ryan Bingham; "I'm like my mother, I stereotype. It's faster"

    Kalo menganggap jilbab sebagai pakaian atau aksesori ya sudah resikonya dinilai dari penampilan. Tapi kalo sudah bagian dari faith, well.. ga bisa komen kalo yg itu :D

    ReplyDelete
  2. @takodok
    setuju penilaian penampilan itu ga bisa dihindari. tapi bagiku penampilan pertama aja. berikutnya ya lihat dari perilakunya. :D

    ReplyDelete

Please, say something with real names. But, NO SPAM and NO ANONYMOUS. Thank you. ^^;