Tuesday, January 11, 2011

[Book] LoTR: The Return of The King

Day 11. Post a Daily 2011.

Judul: Kembalinya Sang Raja (Lord of The Rings: The Return of The King)
Penulis: J. R. R. Tolkien
Penerjemah: Gita Yuliani K.
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama (cetakan VI, Januari 2010)
Tebal: 505 halaman
ISBN: 978-979-22-0556-5

Di buku ketiga ini menceritakan pertarungan terakhir melawan Sauron si Raja Kegelapan. Kali ini Gondor dikepung. Harapan sudah musnah. Tidak ada celah untuk selamat. Bahkan, pejabat istana Gondor, Denethor, pun sudah kehilangan akal sehatnya.

Di tengah harapan yang sirna, tidak diduga bala bantuan datang. Bantuan dari Rohan dan Aragorn. Gondor berhasil diselamatkan, tapi tidak dengan Denethor.

Perhatian mereka pun sekarang terpusat pada Mordor. Bagaimana caranya untuk menarik perhatian Sauron agar mengosongkan Mordor dan memberi jalan kepada Frodo dan Sam untuk menuntaskan tugasnya.

Keputusan akhirnya ditetapkan. Mereka akan menyerang Mordor untuk menarik konsentrasi Sauron. Maka, bersama-sama, Gondor, Rohan, dan kaum Dรบnedain, berangkat menuju pintu gerbang Mordor. Mereka datang menantang maut.

Di tempat lainnya, perjuangan Frodo dan Sam berada di titik hampir akhir. Akhir dalam arti kata hampir akhir hidup mereka. Perjalanan mereka tidak mudah. Orc menangkap Frodo dan mengurungnya dalam istana Mordor. Sam pun harus menyelamatkan masternya.

Berhasil lolos dari Orc dan kabur dari istana Sauron bukanlah perkara mudah. Mereka harus bergerak hati-hati jika tidak ingin kembali tertangkap. Tugas utama mereka belum selesai. Kembali tertangkap adalah suatu hal kemungkinan yang paling buruk.

Namun, bekal mereka sudah habis. Tidak ada air minum dan tidak ada makanan. Perjalanan menuju Gunung Api masih jauh. Mereka sudah lelah, hampir kehabisan tenaga, hampir menyerah. Untunglah ada Sam Gamgee yang masih setia menemani Frodo. Sam tak henti-hentinya memberikan dukungan dan semangat untuk Frodo. Dengan dukungan Sam itulah, Frodo berhasil mengalahkan kelelahan yang luar biasa untuk jalan terus hingga ke titik akhir sesungguhnya, yaitu Gunung Api.

Bagi saya, Sam adalah pahlawan sejati. Tanpa mengesampingkan Frodo maupun tokoh-tokoh yang lain, menurut saya, peran Sam sangat besar dalam tugas yang maha berat ini. Dia menyelamatkan Frodo, melindungi Frodo, menyemangati Frodo disaat harapan seperti sudah tidak ada lagi. Sam sangat setia pada Frodo. Tanpa Sam, Frodo tidak akan pernah bisa menyelesaikan tugasnya, yaitu membuang Cincin itu di Gunung Api.

Bolehlah Sam menjadi tokoh favorit saya selain Aragorn. Tapi, Aragorn tetap nomor satu. Faktor Viggo Mortensen yang berperan jadi Aragorn. Keren abis! Terus ye, ganteng, cool, jago berantem. ihikhik


gambar diambil dari sini

Informasi tidak penting: di akun Plurk saya pakai nama "Ranger Kimi". Ranger itu terinspirasi dari Aragorn. Ingat gak di salah satu scene di film The Fellowship of The Ring ketika Frodo dan teman-temannya sedang di bar? Ada pria bertudung di pojokan bar yang mengamati Frodo? Ketika ditanya dia siapa, seseorang (atau pemilik bar? Saya lupa) menjawab, "He's a ranger. Every one calls him Strider." Ng... Tidak persis seperti itu sih. Yah, kira-kira seperti itulah. Harap maklum, ingatan saya terbatas. sengihnampakgigi


gambar diambil dari sini


Tuh kaaan... Keren kan kan kan? love Gak heran saya gak salah pilih. *loh*

By the way, ini jadi ngomongin buku atau Viggo Mortensen sih? Hihihi... Maap. Saya lospokus sedikit tadi.

Penggemar: Iya deh, Kim, gak apa-apa kok. Terus, akhirnya ceritanya gimana nih? Gollum apa kabar?

Ehm... Gollum masih ada kok. Dia punya peranan di dalam pemusnahan Cincin. Bagi yang sudah nonton filmnya atau sudah baca buku ini pasti paham apa yang saya maksud. Dan, kalau mau tahu akhir ceritanya bagaimana, baca sendiri ya bukunya. Entar saya dibilang spoiler lagi dan merusak kebahagiaan kalian. sengihnampakgigi

Skala 1 - 5, saya kasih nilai lima untuk Kembalinya Sang Raja.

5 comments:

  1. tapi keteguhan hati Sam ga akan ada artinya kalo Frodo ga punya welas asih :P
    inget berapa kali Sam berniat membinasakan Gollum/Smeagol?

    *walaupun yg bikin Gollum berguna juga kelemahan hati Frodo sih, tapi itu bisa diperdebatkan sebagai akibat dari membawa cincin kan. coba bayangin kalo Sam yang bawa cincin, hmmm ... *

    ReplyDelete
  2. Belum pernah baca novelnya, tapi kalau filmnya..hwaaaw keren abis! Episode ini menurut saya yg terapik, karena banyak efek2 fantastis saat perang besar. Eh, kok jadi ngomongin pilem? :D

    Novelna pengen punya juga.. *jadi ngiri -_-'

    ReplyDelete
  3. Ayo, beli novelnya! Layak untuk dikoleksi kok. Soalnya bagus banget. :D

    ReplyDelete
  4. memang. tapi, kadang suka kesel juga ngeliat Frodo yang terlalu baik sama Gollum. Sam juga wajar lah curiga sama Gollum, tapi Sam juga sempat berbaik hati kan sama Gollum?

    Dan kalau Sam yang bawa cincin, ceritanya bakal beda. Mungkin Frodo yang jadi sidekick-nya. *halah, komen ndak mutu*

    ReplyDelete
  5. Ihhh... ada Soraaaa! *heboh sendiri*

    Btw, bagi saya, gambar di atas dua2nya macho kok. :D

    Dan, salam kenal juga. *salaman* ;)) *ngibrit*

    ReplyDelete

Please, say something with real names. But, NO SPAM and NO ANONYMOUS. Thank you. ^^;