Monday, January 31, 2011

Postcrossing

Day 31. Post a Day 2011.

Masih ingat cerita saya tentang kerinduan saya akan sahabat pena? Saya sudah mengirimkan surat ke beberapa orang teman. Ternyata, sudah lama tidak menulis surat membuat saya tidak bisa menulis lama-lama dan panjang. Alasannya, tangan pegal dan tidak tahu harus menulis apa. ihikhik

Well anyway, surat sudah dibuat dan sudah dikirim. Tapi, saya tidak akan membahas tentang itu.

Penggemar: Lantas, membahas apa dong, Kim?

Saya mau bercerita sedikit tentang Postcrossing. Pertama kali saya tahu website ini dari Rise. Di tulisan saya tentang sahabat pena itu dia menyebut-nyebut Postcrossing. Saya penasaran apa itu Postcrossing? Soalnya belum pernah dengar, tapi kalau mau bertanya ke Rise saya gengsi. Jadinya, saya tanya ke mbah Google. ihikhik

Intinya sih Postcrossing itu memberikan kita alamat secara random untuk kita kirimi kartu pos. Benar-benar random! Saya sendiri dapat alamat di Australia, Cina, Finlandia, dan Amerika Serikat. Seru ya? Iya, seruuu... Rasanya gimanaaa gitu pas kemarin kirim kartu pos ke luar negeri. Agak-agak bangga dan heboh sendiri. *halah* Maklum lah, saya kan belum pernah kirim surat atau kartu pos ke luar negeri. jelir

Sepanjang perjalanan dari kos ke kantor pos membuat saya jadi bertanya-tanya sendiri. Bagaimana ya perasaan orang-orang yang saya kirimi kartu pos ini ketika menerima kartu pos dari saya (atau dari yang lain)? Ketika mereka pulang ke rumah dan mendapati kartu pos untuk mereka. Kartu pos dari orang asing yang tinggal di Indonesia (atau dari negara-negara lain).

Kalau saya sih, pasti girang banget. Lha wong, dapat surel dari penggemar saja saya senang apalagi dapat kartu pos dari luar negeri. *dikeplak* Pasti rasanya gembira bukan kepalang. Haha... Dasar katrok. Sepertinya saya ini hobi banget lebay ya? Hihi...

Penggemar: Tapi, Kim, kirim kartu pos ke luar negeri kan mahal. Apa nggak tekor tuh kamu?

Tidak juga. Kirim kartu pos ke luar negeri biaya perangkonya sama dengan biaya perangko kirim surat di dalam negeri. Serius deh. Perangko untuk kartu pos ke Amerika Serikat dan kirim surat ke Makassar, sama-sama Rp 4000. Sewaktu saya tanya ke mbak-mbak kantor posnya, katanya sih kirim kartu pos memang murah. Berarti bisa diteruskan lah hobi ini. Kalau mahal, saya sih jadi ogah buat melanjutkan. Cukup empat kartu pos ini saja yang saya kirim. Tidak akan ada lagi kartu pos-kartu pos berikutnya. *halah*

By the way, kalau saya pikir ya konsepnya Postcrossing agak-agak mirip dengan book swap-nya Bookmooch. Saya pernah menulis tentang Bookmooch di blog saya yang satunya. Sama-sama saling tukar barang (kalau yang satu kartu pos, nah Bookmooch ini buku), tapi alamatnya tidak dikasih random. Di Bookmooch, orang yang tertarik dengan buku kita akan mengirimkan kita pesan terlebih dahulu. Kalau kita setuju ya bisa kita kirim buku yang dia minta ke alamatnya.

Postcrossing dan Bookmooch juga sama-sama pakai poin (atau sejenis itulah). Di Postcrossing setiap kartu pos yang diterima akan diregister postcard ID-nya oleh si penerima kartu pos. Setiap lima kartu pos yang diregister, kita baru bisa dapat tambahan alamat. Kalau hanya empat, ya kita tidak bisa minta alamat lebih dari lima. FYI, untuk pendaftar baru maksimal hanya bisa kirim lima kartu pos ke lima alamat.

Nah, kalau Bookmooch itu setiap buku yang sudah kita kasih ke orang lain dan mereka mencatatnya di Bookmooch, kita dapat poin. Poin ini digunakan untuk kita meminta buku ke orang lain. Soalnya, kalau tidak pakai poin seperti ini nanti kita keenakan meminta buku ke orang sedangkan kita sendiri tidak mau kirim buku. Kan kalau begitu curang namanya.

Tapi... Saya sendiri belum pernah mempraktekkan book swap ini sih. *nyengir kuda* sengihnampakgigi

Soalnya saya masih sayang sama buku-buku saya. Sayang kalau mau dihibahkan begitu saja ke orang yang belum pernah saya lihat rupanya. Eh tapi, saya sudah sign up kok di Bookmooch. Sign up doang, tapi tidak aktif. Hanya jadi anggota pasif. ihikhik

Akhirul kalam, kalau teman-teman tertarik untuk dapat kartu pos dari luar negeri silakan daftar ke Postcrossing. Atau kalau teman-teman tertarik untuk tukar-tukaran buku, silakan jadi anggota Bookmooch.

Sekian dan terima kasih. *halah, resmi banget*


17 comments:

  1. oaah, begitu cara kerjanya crossposting *manggut-manggut*

    murah ya, cuma 4000 doang? aku pikir malah mahal lho...

    ReplyDelete
  2. oo gitu toh caranya tukeran buku...

    ReplyDelete
  3. Murah ya.
    Dulu waktu saya SD, suka sama Dustin Nguyen mo kirim surat ke doi (Amerika sana hahaha) kena berapa ya... di atas 10rb..... itu 20 tahun-an lalu.. :D

    ReplyDelete
  4. Soalnya kartu pos. Jadi lebih murah. Kalau surat ya harganya beda lagi.

    ReplyDelete
  5. Iya, begitu caranya. :D *haha... gak jelas banget ini komenku*

    ReplyDelete
  6. Murah karena kan yang dikirim kartu pos. Kalau surat lebih mahal lagi. Kurang tahu juga berapa tepatnya. Kalau 20 tahun-an lalu aja lebih dari Rp 10rb, bagaimana sekarang ya?

    ReplyDelete
  7. hmmm... baru tau ada istilah post crossing secara random gitu kim..

    tapi seru juga sih kalo buat nambah2 sahabat
    sorry baru mampir lagi...

    #sok sibuk

    ReplyDelete
  8. postcrossing secara random gimana maksudnya?

    ReplyDelete
  9. asyik juga ya...mau nyoba...

    ReplyDelete
  10. Asikk..mau coba yang postcrossing ah :D

    ReplyDelete
  11. jadi ini seperti sahabat pena classic, berkirim surat lewat pos, apakah harus bahasa inggris?

    ReplyDelete
  12. Ini cuma kirim kartu pos aja kok, bukan surat. paling bahasa inggrisnya sebutuhnya saja. :D

    ReplyDelete
  13. mb maaf aku juga katrok,hhe
    itu ngirimnya pake amplop ga?
    o.O

    ReplyDelete
  14. Kirimnya gak usah pake amplop. :)

    ReplyDelete
  15. oke mb, thx a lot yak, kpan2 ak tanya2 lagi yaa...C:

    ReplyDelete

Please, say something with real names. But, NO SPAM and NO ANONYMOUS. Thank you. ^^;