Tuesday, July 12, 2011

# postaday2011 # sok pinter

Pilih Buku atau E-book?

Day 96. Post a Day 2011.

Kalau saya ditanya mana yang saya pilih antara buku biasa atau e-book, maka saya akan memilih dua-duanya. Saya bukan orang yang fanatik pada buku saja atau e-book saja. Saya juga tidak menilai satu lebih baik diantara yang satunya. Karena menurut saya, baik buku maupun e-book memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Mari kita lihat kelebihan dan kekurangan buku dan e-book. Ini menurut saya, lho. Silakan kalau teman-teman mau menambahkan. :D

Buku

Buku biasa mudah dibolak-balik lembarannya. Karena bentuknya nyata secara fisik, selain mudah dibolak-balik juga bisa saya coret-coret untuk menandai kalimat-kalimat yang dirasa penting. Kalau lupa di halaman berapa yang isinya penting, saya bisa lipat kertasnya. Kalau saya sedang merasa sayang buku, ya saya tempeli saja dengan stiker post-it (tahu kan post-it?). Dan perasaan bisa memegang buku, mencium baunya, dan membolak-balik halamannya itu adalah sebuah perasaan yang spesial. Tidak bisa digantikan oleh e-book.

Itu tadi kelebihan dari buku biasa. Sementara kekurangannya, menurut saya, buku itu berat kalau mau dibawa kemana-mana. Apalagi buku teks kuliah. Kalau mau yang enteng ya novel yang tebalnya sekitar 200-300 halaman. Eh tapi, kalau novel Ulysses tebalnya sampai 700 halaman (tulisannya kecil-kecil pula) ya berat juga toh. Karena berat, jadinya buku nggak praktis kalau mau dibawa jalan-jalan.

Selain berat, buku itu makan tempat. Koleksi buku saya memang belum ribuan, masih berkisar di angka seratusan (buku teks kuliah jangan dihitung ya. :lol:). Itu juga sudah bikin saya pusing mau saya taruh dimana buku-buku itu. Sudah berkali-kali saya mengemis sama bapak saya untuk bikinin saya ruang perpustakaan pribadi karena buku saya banyak. Tapi, nggak dibikinin juga toh. Kamar saya di rumah pun sudah sesak. Sesaknya bukan karena buku, tapi karena lemari pakaiannya terlalu besar. Nggak pas dengan isinya karena baju saya sedikit. Alhasil, buku-buku saya masih tersimpan di dalam kardus. :'(

Kekurangan berikutnya--dan ini yang paling ngaruh ke saya--, yaitu HARGA. Harga buku mah sekarang mahal-mahal ya. Mau nangis rasanya ketika di toko buku lihat-lihat buku yang ditaksir tapi harganya nggak pas di kantong. Bisa sih saya memaksakan diri untuk beli tapi itu bikin keuangan saya nggak sehat. Jadi, biar saya nggak gigit jari di akhir bulan gara-gara borong buku, caranya ya saya tidak ke toko buku. Atau, kalau mau borong buku tunggu saja pas diskon besar-besaran yang sayangnya jarang ada diskon besar-besaran.

E-book

Kelebihan utama e-book, yaitu dia tidak butuh kertas! Nggak boros kertas juga kan jadinya. Jadi, bisa melindungi hutan kita. *kampanye ala cinta lingkungan* E-book butuhnya e-book reader supaya e-book-nya bisa dibaca. :D

Dan pastinya e-book itu enteng dan tidak makan tempat. E-book reader juga praktis untuk dibawa jalan-jalan. Mau punya koleksi e-book sebanyak apapun, selama memori penyimpanannya masih mencukupi ya koleksi aja terus. :D Seratus buku biasa sudah bisa bikin sesak satu ruangan, tapi tidak dengan seratus e-book.

Mengenai harga, saya tidak berani bilang kalau harga e-book lebih murah dibandingkan buku biasa. Oke, harganya memang murah tapi murahnya nggak beda jauh dengan buku cetaknya. Malah ada e-book yang lebih mahal dibandingkan buku cetaknya. Seharusnya sih harga e-book itu jauh lebih murah dibandingkan buku cetak. Harusnya kan begitu... Tapi, mungkin penerbit punya pertimbangan sendiri jadinya harga e-book tidak terlalu jauh bedanya dibandingkan buku cetaknya. Tapi, yang pasti sangat mudah mencari e-book gratisan di internet. *nyengir lebar*

Sementara kekurangan e-book itu nggak leluasa untuk bolak-balik halaman dan nggak bisa dicoret-coret juga. Yah, kecuali e-book reader-nya punya opsi highlight atau bookmark. Tapi, meskipun bisa di-bookmark atau dicoret-coret, tetap kurang praktis sih menurut saya.

E-book reader-nya juga masih mahal. Terakhir kali saya cek harga e-book reader masih berkisar Rp 2,5 juta - Rp 3,5 juta. Yang Rp 4 juta ke atas juga ada. I mean, ini e-book reader lho... Fungsi utamanya buat baca e-book, bukan buat yang lain-lain. Tapi, kok ya harganya mahal betul. Penjualnya yang terlalu nafsu cari untung gede atau gimana sih? Coba deh bandingin harga Kindle DX di Amazon dengan di sini. Itu baru Kindle DX. Belum yang lain-lain. :| Untung saja saya bisa beli si Pinky dengan harga murah. Cuma Rp 1,5 juta. Kalau harganya di atas Rp 2 juta juga saya ogah dah beli. Mending sekalian beli ponsel baru atau Samsung Galaxy Tab. Atau sabar menunggu harga e-book reader turun jadi murah. :D

Penggemar: Jadi, kesimpulannya apa, Kim? Pilih buku biasa atau e-book?

Kesimpulannya untuk baca nonfiksi saya lebih memilih buku biasa. Sedangkan e-book saya pilih kalau mau baca fiksi, macam novel, kumpulan cerpen, dan lainnya.

Bagaimana dengan kalian? Pilih buku atau e-book?

13 comments:

  1. Koleksi saya lebih banyak e-book. Mungkin karena buku-buku saya lebih banyak yang bersifat referensi. Dengan e-book, nyari sesuatu gampang. Beda banget dengan nyari sesuatu di buku. Lama-lama karena udah kebiasaan baca e-book, akhirnya nyari buku-buku bacaan pun e-book semua. Lagian nyari e-book yang sesuai minat saya di Internet itu gampang sih. :)

    Kendalanya e-book ya harus baca di komputer, karena saya gak kuat beli gadget yang mumpuni. Untungnya stok buku yang belum dibaca masih ada. Jadi, di tempat yang saya rasa butuh bacaan, saya bawa buku aja buat ngabisin waktu.

    ReplyDelete
  2. tetep milih buku konvensional. hahaha

    ReplyDelete
  3. Hehe sependapat mbak, saya juga pilih dua2nya :D
    Tapi dengan adanya e-book memang membuat segalanya lebih praktis. Cuma ya itu, ada sensasi yang tidak kita dapatkan di ebook :)

    ReplyDelete
  4. saya pilih buku, soalnya ga punya e-book, hahauahaau.

    Penasaran juga si sama e-book. tapi nuggu harganya murah dulu, heheheh. sepertinya untuk baca fiksi ga masalah y kalau pakai e book.  Sebentar-sebentar.. e -book tuh ringan ga sih? nyamankah dibaca sambil tiduran?

    ReplyDelete
  5.  maksud saya ebook reader, ringan ga si??

    ReplyDelete
  6. Saya tetap pilih buku...karena: bisa di pegang, dibaca sambil tiduran....
    E book, bacanya bisa buat mata perih.....

    ReplyDelete
  7. kalo bisa dapet printed copynya, jelas pilih buku. Tapi kalau blum sampe di Indo dan tersedia gratis, aku pilih ebook. Jadi dua-dua nya saling melengkapi lah.. :)

    ReplyDelete
  8. aduh jadi pengen beli ebook juga deh :D

    ReplyDelete
  9. Masih tetap milih buku tapi masalahnya ya sama aja, tempat nyimpannya terbatas :(

    ReplyDelete
  10. kalau saya lebih nyaman membaca buku,membolak balik kertas buku suatu kenikmatan tersendiri :).

    ReplyDelete
  11. Bacanya pake Kindle, Bu... Atau gak ebook reader seperti punya saya. Biar gak perih. Kaya' baca buku biasa, meskipun ebook. :D

    ReplyDelete
  12. Kalau punya saya sih ringan banget, Hud.

    ReplyDelete
  13. Bacanya nyaman banget. Kaya' baca buku biasa si ebook reader ini. Coba baca tulisanku yang ini --> http://arghett.blogspot.com/2011/02/letter-14-kenapa-e-book-reader.html

    ReplyDelete

Please, say something with real names. But, NO SPAM and NO ANONYMOUS. Thank you. ^^;