Friday, September 2, 2011

Bing: Sesal Tiada Guna

Day 123. Post a Day 2011.

Masih menanti dengan setia teman-teman yang mau ikutan dapat kaos GAGAS! gratis. Ayo, pada ikutan! Kuisnya gampang kok. Gak susah. Saya tunggu pokoknya. ;)

Sebenarnya saya juga sedang bingung mau menulis apa. Lagi tidak ada ide, tapi rasanya pengen nulis aja. Mungkin karena sudah cukup lama tidak rutin update blog, jadinya seperti ada yang kurang. *halah* Jadinya, ingin menulis sesuatu.

Ya sudahlah. Sekarang saya mau nulis soal Bing saja. Bagi yang belum tahu, Bing itu ponsel Blackberry saya. Saya beri nama Bing berkat saran Kak Moko. Setelah dua bulan lebih punya Bing, saya sekarang merasa menyesal beli Bing. Menyesalnya karena Blackberry itu ya emang ngebosenin. Kekuatannya cuma fitur push e-mail dan BBM. Kalau gak ada itu, saya rasa Blackberry bisa mati cepat. Karena ada push e-mail dan BBM, katanya sih itu yang membuat Blackberry bisa bertahan sampai sekarang. Sementara saya sebagai pengguna mulai merasa mati kebosanan.

Kenapa saya bosan? Karena saya gak bisa install banyak aplikasi di ponsel saya itu. Kalau banyak aplikasi kan bisa saya mainkan ya, jadinya kalau saya lagi suntuk saya bisa main-mainin ponsel saya itu. Nyatanya, dari 250 Mb memori ponsel, yang tersisa untuk saya hanya 30-an lebih Mb. Itupun setelah saya install ubersocial, foursquare, gtalk, Y!M, whatsapp, opera mini, ya sisanya cuma sekitar 22 Mb. Itupun belum ditambah memori ponsel Blackberry yang suka hilang secara ghoib. Yang karena memori hilang itu membuat saya bertemu dengan Mas-mas ganteng di Blackberry Center.

Jadi, kalau ada pertanyaan "Barang apa yang kamu sesali pembeliannya?" maka dengan mantap saya akan menjawab, "Ponsel Blackberry saya. Si Bing."


3 comments:

  1. lo koq kayak orang pengidap schizoprenia yah gw liaatnya? benda mati dinamain. Hehehe... sorry... just kidding. :D

    ReplyDelete
  2. makanya, beli kaya si ijan *minta dislepet*

    ReplyDelete

Please, say something. But, NO SPAM and NO ANONYMOUS. Thank you. ^^;