Thursday, November 15, 2012

# daily life # family

Gaji Pertama

Sewaktu belum ada satu bulan bekerja tapi sudah mendekati hari gajian, Mama saya sudah mewanti-wanti ingin mencicipi gaji pertama saya. Beliau bilang beliau tidak minta dibelikan tas dan baju LV, iPhone, atau barang-barang mahal lainnya. Beliau cuma minta uang Rp 50ribu untuk dibelikan lampu minyak tanah dan sisanya uang receh buat disimpan di dalam lemari. Ah, kalau cuma Rp 50ribu sih saya masih sanggup. Tapi, kalau sudah minta LV itu yang repot... Gajian berapa puluh bulan dulu baru bisa saya beli itu LV.

Begitupun Papa saya. Permintaan beliau juga tidak macam-macam. Beliau hanya minta dibelikan sandwich tuna di Oh La La. Itu juga perkara mudah. Selama tidak minta ditraktir di Marché saya masih sanggup. Sementara keponakan saya, Haikal, beda lagi. Dia sudah menodong saya untuk dibelikan kamera digital berhubung dulu saya sudah terlanjur janji ke dia. Janji saya kalau saya sudah kerja nanti gaji pertama saya mau belikan dia kamera digital. Maka ketika Haikal mendengar saya sudah gajian, Haikal pun senyum-senyum penuh arti, sementara saya senyum-senyum meringis.

Pekerjaan pertama dan gaji pertama. Seperti ada perjanjian tidak tertulis untuk gaji pertama yang kita terima kita harus mentraktir keluarga dan teman-teman dekat atau membelikan mereka sesuatu. Sebuah kebiasaan yang sangat sering saya dengar, tetapi baru saya praktikkan kali ini. Terlahir dan terlatih sebagai orang pelit dan sangat perhitungan, tadinya saya pikir saya tidak mau menghabiskan gaji pertama saya. Saya mau simpan semuanya! Okelah kalau hanya untuk menyenangkan orangtua dengan gaji pertama. Selain mereka berdua, saya berpikir seribu kali dulu untuk mengeluarkan uang saya. Kenyataannya bagaimana? Kenyataannya adalah saya tidak bisa menahan diri saya untuk menyenangkan orang-orang di sekeliling saya. Melihat mereka tersenyum bahagia karena telah "mencicipi" gaji pertama saya membuat saya juga bahagia. Berkali-kali lipat bahagianya. Sungguh. :)

Akhirnya keluarga saya sudah mencicipi gaji pertama saya. Sekarang siapa lagi? Sahabat saya yang mana yang mau saya traktir? Saya berpikir keras sampai akhirnya saya menyerah. Sudahlah, lebih baik sisa gaji pertama itu saya tabung saja. Mengingat dua bulan terakhir saya gila-gilaan menghabiskan uang tabungan, sekarang saatnya untuk menabung kembali. Mulai lagi dari nol dengan tujuan menabung yang baru. Saya ingin beli ini, saya ingin ke situ, saya ingin yang di sana. Semuanya saya sudah rencanakan dengan membuat empat tabungan terpisah. Tabungan pertama untuk keperluan sehari-hari, tabungan kedua untuk dana darurat, tabungan ketiga untuk barang-barang yang ingin dibeli, dan tabungan keempat untuk dana jalan-jalan.

Penggemar: Ah, Kim, gaya kali kamu tabungan saja sampai punya empat.

Biarkan sajalah. Hal yang terpenting saya sudah punya target. Jadi, tidak cuma asal-asalan menabung tanpa jelas tujuannya apa. :P

Kembali ke gaji pertama. Saat saya memutuskan untuk menyimpan saja sisa gaji pertama saya, Papa saya tiba-tiba cerita ke saya, "Kamu tahu tidak, kemarin pas Papa di Singapura, Dr. Tay menanyakan kamu terus lho." Ah, Dr. Tay! Kenapa saya tidak mengizinkannya untuk juga ikutan mencicipi gaji pertama saya? Bukankah Dr. Tay sudah saya anggap sebagai bagian dari keluarga saya? Maka saya pun bergegas ke pasar swalayan ternama di sini untuk membelikannya makanan ringan ciri khas dari Lampung. Tak hanya itu, saya titipkan melalui kakak saya sebuah surat untuk Dr. Tay. Dan inilah surat saya untuk Dr. Tay:

Bandar Lampung, 12 November 2012 
Dear Dr. Tay Khoon Hean, 
Howdy, Dr. Tay! How are you? I hope every thing goes well and smooth in your life. :) 
The fact that you're reading this letter means that my sister has already given you this letter. And, you probably receive some snacks that I entrust them for you to my sister. I know it's not much. But, please do take them. In Indonesia, there is kind of a unwritten pact (or you just can say habit) that if you get your first job and get your first salary, you should treat people close to you or buy things for them. Since I consider you, Miss Mei, and Miss Donna as people that close to me, of course I don't forget to put your name, Miss Mei, and Miss Donna on my list that should “taste” my first salary. :D 
I also wanna say big thank you for every thing you've done to my father. Since the first time you gave him treatment, until you removed the tube from his body. I just can't thank you enough. For all your kindness, your sincerity, and your big heart. I truly believe because all of that, and because of you as a person, helps my father survives from all obstacles that he has gone through. You always make him happy. He loves you so much. We—my family and I, of course—love you so much, too. I can give you a lot of cards with beautiful words written on them, I can give you a lot of chocolate or other snacks to you, but trust me, they won't ever be enough to show you our gratitude. So, what I can do is pray to God to bless you and your family. May He gives you and your family love, warmth, and protection always. 
So, here it is. We're coming to the end of my letter. Just because this letter is coming to an end that doesn't mean our relationship end, either. :) We already think of you as a part of our family, not merely as my father's physician. I hope this relationship that has been shaped for the last one year will last forever. Your name will always be in our thoughts and prayers.  
Once again, from my deepest heart, thank you so much for every thing. And, please send my best regards to your family.  
Sincerely,


Kimi

Bagaimana dengan kalian? Apa yang kalian lakukan dengan gaji pertama kalian? Bagi-bagi ceritanya dong di sini... ;)

30 comments:

  1. luar biasa cara menghabiskan gaji pertamanya... menarik sekali caranya... semoga makin banyak rezeki deh ya...

    ReplyDelete
  2. Gaji ketika Praktek Kerja Lapangan bisa dianggap gaji pertama nggak ya? hehehe

    Tapi yang nggak bisa saya lupain perasaan saat nerimanya. Menerima uang dengan hasil kerja sendiri :D

    ReplyDelete
  3. @ penuliscemen
    Termasuk gak ya? Ya terserah kamu saja. Hehehehe... Tapi, memang betul. Saat menerimanya dan (terutama) saat berbaginya dengan keluarga, luar biasa. :)

    ReplyDelete
  4. @ Applausr
    Amiiin... Amiiin... Semoga semakin banyak rezekiku. Terima kasih doanya, Mas! :)

    ReplyDelete
  5. ada yang kurang Kim, kamu harus give me something with your first salary. dont you know my address! :)


    awas aku tendang kalau ngga!!!!!

    ReplyDelete
  6. dapat gaji pertama karena ngerjain project. entah itu termasuk gaji pertama atau bukan. yang jelas waktu itu beliin mama martabak. gajinya ngga terlalu besar soalnya hehehe

    ReplyDelete
  7. itu selain tabungan empat biji,, tambah lagi satu utk ngasih org2 lain, udah terbukti kan itu ngasih2 orang bikin orang senang, hati pun riang :D , tp itu saran sahaja sih :D


    dan gaji pertama saya dulu yg ga nyampe seratus ribu itu, saya lupa dibelikan apa ya, kalo ga salah buku kecil satu, sisanya lupa blas :D

    ReplyDelete
  8. inget dulu dapat gaji pertama dikasih buat ibu :)

    ReplyDelete
  9. @ jarwadi
    Jadi gitu... Mintanya maksa... :P

    ReplyDelete
  10. @ udarianYang penting kan nraktir orangtua dulu... :D

    ReplyDelete
  11. @ warm
    Itu gaji pertamanya diterima berapa tahun yang lalu? #kepo

    ReplyDelete
  12. @ Ely Meyer
    Semuanya dikasih ke Ibu, mbak? Wah... Luar biasa! :)

    ReplyDelete
  13. good! biarin aja orang ngomong..hehe..yg pnting kita tau apa yg kita lkukan itu baik dan halal..hehehe..be your self..salam knal yaaa

    ReplyDelete
  14. jangan lupa sisihkan buat investasi ke emas kimiiii :D

    kenapa musti invest?
    karena tiap tahun kita kena inflasi, anggap per tahun inflasi 10%. Kalau ditabung begitu aja di bank, dengan suku bunga yg paling banyak cuma 8% ditambah biaya administrasi, nilai duit kita tahun depan ngga akan sama dengan tahun ini, melainkan jatuh.. Ibarat tadinya dgn uang Rp 1000 bisa beli 2 gorengan di tahun ini, tahun depan cuma bisa kebeli 1 buah, krn kalau mau beli 2 kudu nambah 100 perak lagi! ..sementara kenaikan harga emas per tahun bisa mengalahkan inflasi.

    itu yang aku pelajari, hehehe... *penggila-financial-planning*

    Selamat yaa sudah bisa cari duit sendirii :)

    ReplyDelete
  15. lha, kim...terus sushi tei jatah saya gimana?

    ReplyDelete
  16. Saya, makan malam sendirian di balkon KFC di Kalibata Mal, kalo ngga salah dulu pernah dijadikan satu postingan, tapi pas dicari-cari udah ngga ada

    ReplyDelete
  17. @ suci luxya
    Salam kenal juga, Mbak.

    ReplyDelete
  18. @ Puti Utari
    Entah kenapa, aku tidak terlalu tertarik untuk investasi emas. :)

    ReplyDelete
  19. @ Anindito Baskoro Satrianto
    Tidak ada jatah. Habis duitku. :P

    ReplyDelete
  20. @ galihsatriaGak ada yang diajakin buat makan malam bareng waktu itu, Mas? #eh

    ReplyDelete
  21. wih so thoughtful. :) bagi juga dong jajanan khas lampungnya. hihi.

    saya belum pernah dapet gaji pertama (maklum pengusaha gadungan). tapi dulu di kampus pernah dapet 'upah' 50rebu dari bantuin bikin buku kampus. duitnya langsung dibeliin buku judulnya Enrique's Journey.

    ReplyDelete
  22. @ IlhamEnrique's Journey? Baru dengar aku. *gak gaul*

    ReplyDelete
  23. Empat tabungan utk mengelola gaji...hebattt kali kaw Kim. Kepikiran.


    Gaji pertama saya, klo ga salah traktir pacar makan kaki lima deh ;p balas dendam

    ReplyDelete
  24. Gaji pertama saya dulu saya belikan kipas angin untuk orangtua. Soalnya ruangan2 di rumah saya gerah banget. Maklum, rumah sangat sederhana (rss) gitu, hehe.... Tapi intinya sih untuk menyenangkan orangtua. Trus gaji sisanya saya pakai untuk menraktir pacar, soalnya dulu dia yang menemani saya pas nyari lokasi wawancara, :D

    ReplyDelete
  25. hihihi... yang akhirnya bisa rasakan gajian.... btw boleh dong beli ebook ku ini... cuman 10ribu... http://www.riokta.com/2012/11/kumpulan-cerita-laugh-kid-lover.html


    itung2 juga ngasih motivasi tambahan buatku, dalam hal ngejar mimpi... :P

    ReplyDelete
  26. @ beL
    Tergantung kebutuhan juga, Mbak, tabungannya mau berapa biji. Lebih bagus kalau ada investasinya juga ke yang lain. :D

    ReplyDelete
  27. @ Ditter
    Owh... So sweet banget nraktir pacar. :)

    ReplyDelete
  28. Dalam kepercayaan kami diajarkan untuk membagi gaji itu , paling afdol sjk gaji pertama, dengan orang kurang beruntung 2,5% saja. Dijamin rejeki tambah banyak. Coba dah.
    Btw very moving letter for Dr Tay. I can picture him smiling ear to ear reading it and probably even bothers to send some sporean snack back :-) very nice blog, here miss Kim

    ReplyDelete
  29. @ nuel
    Wah, kamu sudah bikin ebook, Nuel? Sukses ya! :)

    ReplyDelete
  30. @ surtikanti11
    Terima kasih banyak...

    ReplyDelete

Please, say something with real names. But, NO SPAM and NO ANONYMOUS. Thank you. ^^;