Tuesday, January 27, 2015

Never Apologize for Being Yourself

gambar dari sini


Pertama kali saya melihat gambar di atas dari keponakan saya, Haikal. Dia memasang gambar itu di profil BBM-nya. Seperti biasa, saya yang terlalu selow jadi memikirkan kata-kata yang terpajang: Never apologize for being yourself.

Oke, ini niatnya bagus. Saya tahu maksudnya. Kita harus menjadi diri sendiri. Jangan takut untuk menunjukkan siapa diri kita yang sebenarnya. Jangan takut untuk tampil beda kalau dirimu memang berbeda dari orang kebanyakan. Jangan seperti saya yang terlalu banyak berkompromi dengan lingkungan dan keadaan. Jangan contoh saya yang sudah tidak bisa menjadi manusia autentik. Saya sudah tercemar racun dari kehidupan sosial saya.

Tapi... Begini deh. Bagaimana seumpamanya menjadi diri sendiri itu berarti menjadi diri kita yang brengsek? Bahwa sesungguhnya menjadi diri sendiri berarti kita menunjukkan diri kita yang ternyata senang mengambil hak orang lain, senang menyakiti orang lain, atau senang berbuat kasar. Dan bahwa sesungguhnya menjadi diri sendiri tersebut kita tidak ada perasaan menyesal dan tidak berniat meminta maaf. Bagaimana?

"Gue memang yang ngambil duit elo di dompet tanpa ijin. Gak usah ngomel-ngomel gitu deh. Nanti gue balikin kok duit elo. Tenang aja."
"Eh, dasar pengemis bego! Bikin kotor jalanan aja."
"Wajar kalau kamu jadi pelayan di restoran. Nyatet pesanan aja gak bisa."
"Gue memang kasar. Gue memang senang ngambil barang orang tanpa ijin. Terus, kenapa? Masalah? Kenapa gue harus minta maaf? Gue kan cuma jadi diri sendiri."

Ya ya ya, contoh-contoh di atas terlalu ekstrem memang. Pasti yang dimaksud dari meme di atas bukan hal-hal seperti contoh yang saya berikan. Seperti yang sudah saya bilang, saya terlalu santai dan kurang kerjaan. Cuma ya... just a thought sih.


4 comments:

  1. Dua sisi memang, menjadi diri sendiri sepenuhnya tanpa memperhatikan norma juga salah bangett.. malah jadi menyeramkan. Sedangkan potographer aja selalu "ambil" sisi terbaik dari objek nya untuk di rekam. Masa' kita manuasia berakal beneran "semau nya sendiri" :D

    ReplyDelete
  2. Emang kata itu sering terbesit di benak gue, kayaknya mudah menampilkan tulisan itu, tapi untuk jadi diri sendiri seutuhnya begitu sulit. But I will not sorry for being myself too.
    Jadi diri sendiri bukan berarti gak punya harga diri kan? jadi diri sendiri adalah bentuk tersulit dari kebahagian.~ bukan berarti menjalankan hidup seenekanya dan melupakan norma norma, but be myself is truly my dream.

    ReplyDelete
  3. Kalo ketemu sama orang yg omongannya kayak yg kamu contohkan itu, aku mendingan melipir deh.... :))

    ReplyDelete
  4. Bahahah.. :D

    Mungkin memang sebaiknya kita harus pinter menempatkan diri ya, Mbak.

    ReplyDelete

Please, say something with real names. But, NO SPAM and NO ANONYMOUS. Thank you. ^^;