Sunday, September 25, 2016

Setelah Rajin Perawatan

Beberapa hari yang lalu teman kantor saya bilang kalau wajah saya terlihat cerah seperti mbak-mbak yang perawatan di dokter kulit atau klinik kecantikan. Tentu saja saya senang dong dipuji seperti itu mengingat sejarah saya melawan jerawat seperti apa.

Bertahun-tahun jadi pelanggan setia salah satu klinik kecantikan di kota saya, lalu wajah saya lama-kelamaan jadi semakin sensitif dan gampang berjerawat. Saya langsung lepas perawatan dari sana dan wajah pun semakin panen jerawat. Stres, saya pun coba produk ini itu. Saya coba satu rangkaian tea tree dari Body Shop, tapi saya hentikan pemakaian karena merasa tidak ada faedahnya. Saya lalu tergoda SK II. Awalnya saya beli trial set dan muka saya makin sukses panen jerawat. Ternyata saya tidak cocok dengan clear lotion dari SK II. Tapi, saya tetap penasaran dengan SK II. Saya beli facial treatment essence (FTE), cleansing gel, dan facial wash yang ukuran besar! Hasilnya? Saya menyesal buang uang segitu banyak untuk skincare premium seperti SK II.

Kenapa?

Karena ternyata ada opsi yang lebih murah dan hasilnya jauh lebih nyata. Opsi pertama, skincare murah belum tentu murahan. Saya coba skincare dari Hada Labo, Mustika Ratu, Wardah, Olay, dan Sensatia Botanicals. They're good. Opsi kedua, saya rutin bikin toner dan masker sendiri. Hasilnya ada dan terlihat. I save a lot of money and my skin is getting better.

Ini rangkaian skincare yang sedang saya pakai saat ini:




Begini urutan perawatan saya:

Pagi hari:
1. Sebelum cuci muka terlebih dahulu saya memakai pembersih sari jeruk nipis dari Mustika Ratu. Baru setelah itu saya cuci muka dengan Hada Labo Gokujyun Ultimate Moisturizing Face Wash.
2. Setelah cuci muka (dan tentu saja setelah selesai mandi), saya pakai toner DIY. Untuk pemakaian toner ini saya selalu pakai dengan menggunakan cara Chizu Saeki Method. Hasilnya lebih nampol ketimbang toner cuma ditepuk-tepuk doang. 
3. Setelah pakai toner, saya semprot muka saya dengan FTE dari SK II. Berhubung saya beli FTE yang ukuran gede banget dan masih ada (meski tinggal sedikit sih sekarang) jadi untuk menghemat saya pindah isinya ke botol spray 30 ml. Saya masukkan ke kulkas. Pas disemprot ke muka itu rasanya adem banget. By the way, untuk saat ini saya tidak minat untuk repurchase. Mahal, bo'. 
4. Selanjutnya saya pakai facial c-serum for oily to acne prone dari Sensatia Botanicals. Ini baru sekitar dua minggu saya coba. Sebelumnya saya pakai serum Biolift dari Mustika Ratu. Saya cocok sih pakai serum Biolift. Hanya saja saya penasaran dengan Sensatia Botanicals yang merupakan produk asli dari Bali. Katanya sih natural/organik gitu deh. Harganya juga setelah dihitung-hitung lebih murah ketimbang Biolift. Saya juga sekarang pelan-pelan mau hijrah menggunakan skincare yang lebih natural/organik. 
5. Terakhir day cream Olay Total Effects Gentle with SPF 15. Saya tidak pakai sunblock lagi karena day cream Olay yang saya pakai kan sudah ada SPF-nya. Toh, nantinya pas di kantor saya selalu apply sunblock juga setiap dua jam atau setelah wajah saya basah kena air wudhu.

Malam hari:
Langkah 1 - 3 sama dengan yang di pagi hari.
4. Untuk malam hari saya pakai serum Renew You dari Wardah. Serum ini juga baru saya coba karena saya korban dari Female Daily. Hahaha... Katanya serum ini mengandung vitamin E. Pas banget saya juga memang lagi mencari serum yang ada vitamin E. Soalnya saya sudah punya serum vitamin C kan. Biar lengkap saja gitu perawatannya ada vitamin C, E, dan lain-lain. Halah. Sampai saat ini Alhamdulillah tidak ada masalah. Sepertinya sih cocok.
5. Setelah pakai serum dikasih jeda 30 menit baru dilanjut dengan Vitacid 0.025%. Iya, saya tahu seharusnya ini pakai resep dokter. Tapi ya gimana ya. Dijual bebas begini. Kan saya tergoda sama review orang-orang yang rajin pakai retinol. Katanya bagus banget untuk antiaging. It is one of best ingredients for your skin. Toh saya juga kan pakainya dosis terendah. Toh sebelumnya saya cari tahu dulu cara pemakaian Vitacid ini bagaimana seharusnya. Toh saya juga kan sedang tidak hamil dan sedang tidak menyusui. Lah iya, Kim, terus saja bikin pembelaan. Hahaha...
6. Setelah pakai Vitacid dikasih jeda lagi 30 menit baru pakai krim malam Biocell Sunflower dari Mustika Ratu. 

Saya juga rajin banget maskeran. Saya rajin bikin masker sendiri. Bahannya macam-macam, seperti oatmeal, madu, beras, ketan hitam, kacang hijau, kopi, coklat, pisang, dan masih banyak lagi. Kalau sedang bosan pakai masker buatan sendiri, ya pakai saja masker jadi. Ini masker pabrikan yang sedang saya pakai.




Kalau ditanya kenapa saya rajin banget bikin toner dan masker sendiri maka jawaban saya karena DIY itu ternyata menyenangkan. DIY itu tidak serempong yang saya bayangkan sebelumnya. Malah bikin ketagihan lho. 

Efeknya memang lama sih baru terlihat, tapi tidak apa-apa toh lama menunggu. Hasilnya sepadan kok. Saya sudah mulai rutin DIY sejak akhir tahun 2015 kemarin. Sekarang jerawat sudah berkurang banyak dan jarang nongol lagi, bekas jerawat semakin pudar, muka lebih halus (enak buat dielus-elus), dan muka terlihat lebih cerah. Ah, gimana gak suka coba? 

Alasan lainnya juga karena wajah kita itu seperti tubuh yang butuh variasi nutrisi. Retinol memang bagus banget buat kulit. Niacinamide juga gitu. Tapi, hanya mengandalkan satu bahan saja tidak cukup. Lagian kalau wajah hanya dikasih bahan yang itu-itu saja nanti lama-kelamaan wajah jadi jenuh. Makanya saya menyiasatinya dengan rajin bikin sendiri toner dan masker biar saya bisa gonta-ganti bahan semau saya.

Meski begitu, bukan berarti kita langsung asal templokin bahan apapun ke muka ya! Sebelum mau DIY kita harus rajin baca dulu. Ada bahan-bahan yang tidak bagus untuk ibu-ibu hamil dan menyusui, misalnya rempah-rempahan. Ada bahan-bahan yang memang sebenarnya tidak bagus untuk jadi bahan DIY, seperti telur, ACV (apple cider vinegar) dan lemon (juga jeruk nipis) yang langsung dipasang di muka (jujur, saya masih pakai jeruk nipis dan lemon untuk DIY tapi sedikit banget dan itu pun dicampur ke dalam air), baking soda, essential oils, dan lainnya. 

Hal yang sama juga berlaku kalau kita ingin pakai skincare pabrikan. Kita harus banyak cari tahu. Contohnya retinol. Dia memang bagus banget untuk antiaging dan jerawat, tapi ibu hamil dan menyusui jangan pakai skincare yang mengandung retinol. Atau pabrik yang klaim produknya natural, organik, herbal, atau apalah apalah. Paham kan kalau sekarang embel-embel "natural", "organik", "herbal" itu hype banget? Maksud saya, perusahaan itu melihat pasar. Apa yang pasar butuhkan? Apa yang sedang tren? Dan mereka akan cari untung dari situ.

Jadi, sebelum memutuskan untuk beli skincare yang demikian lihat dulu review-nya, lihat komposisi bahannya, lihat sudah ada nomor BPOM atau belum. To be honest, kalau mau skincare yang 100% natural dan yang punya sertifikat natural, maka bisa dipastikan harganya bakal mahal banget.

Cari pabrikan yang jujur. Cari pabrikan yang tidak cuma mengklaim natural/organik/herbal, tapi juga mencantumkan dengan jujur bahan-bahan yang ada dalam produk mereka. Bagi saya meski tidak 100% natural dengan niat baik mereka yang sudah mencantumkan semua komposisi bahan, ya masih saya hargai. Kalau memang cocok di hati, saya tidak berkeberatan untuk mencoba produknya. Tapi, yang jadi masalah ketika mengklaim 100% natural atau apapun lah itu embelnya, ternyata dia tidak mencantumkan semua bahan yang dipakai, menurut saya itu curang. Atau ngaku 100% natural tapi ternyata bahannya masih banyak pakai bahan buatan juga. Kalau kata saya sih itu mah namanya lucu. Kasarnya begini, "Kalau elo gak jujur sama konsumen lo sendiri, buat apa gue percaya sama elo?"

Demikian lah tulisan panjang lebar kali ini. Niatnya mau sharing, tapi kok malah jadi misuh-misuh ya? Maafkan saya.


10 comments:

  1. Wah, pasti kami banyak membaca, Kim.
    Saya sampai tepuk tangan melihat kamu "tahu persis" apa yang kamu gunakan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banyak baca karena waktu itu sudah stres sama jerawat, Mbak. Eh, gak tahunya keterusan. :D

      Delete
  2. lama-lama kita bisnisin aja ini toner yaaa.... hahahahaha. jual produk yang cuma buat 5 hari (toner) atau nyetok daily cleanser 1 minggu.... hahahahahaha....
    semangat DIY! *hloh

    ReplyDelete
  3. Kim, aku pakai Liz Earle, klaim-nya sih semuanya botanical, alami, dan mereka punya sumber pertanian sendiri (nanam bahannya). katanya sih banyak kulit sensitif yg cocok pake ini. cuma baru dijual di UK sama US doank heu

    tapi keren kamu euy, sampai bikin sendiri #tepuk_tangannnn

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh deh Liz Earle direview, Mbak Nay. :D

      Delete
  4. Mbak mau nanya facial c serumnya itu dipake sbg serum atau pelembab ya? Karena waktu itu saya tanya sm cs nya ternyata itu pelembab

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku memakainya sebagai serum meski awalnya sempat curiga teksturnya terlalu thick ya untuk sebuah serum. Berbeda dengan serum yang sebelumnya aku pakai. Tapi, ya aku teruskan saja karena aku berprinsip namanya memakai unsur serum. Aku juga pikir, toh Sensatia juga punya produk pelembab khusus. Jadi kupikir ini memang serum.

      Delete
  5. Kak Kim, KEREN PENJELASANNYA. Aku juga masih masa nyari best skincare routineku

    www.extraodiary.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Keep searching ya! Prosesnya bakal panjang dan melelahkan. Semoga lekas ketemu skincare routine-nya. :)

      Delete

Please, say something with real names. But, NO SPAM and NO ANONYMOUS. Thank you. ^^;