Tuesday, January 24, 2017

Dari Dunia Sophie ke Blog

Berbagai reaksi akan muncul kalau kita disuruh belajar atau membaca buku filsafat. Mulai dari berkomentar filsafat itu membingungkan, berat, susah dipahami, sampai komentar standar seperti, "Buat apa sih belajar filsafat? Nggak penting. Nggak dipake juga buat kerja." Itu juga yang dulu saya rasakan.

Waktu masih kuliah dulu saya tidak pernah paham semua mata kuliah yang ada unsur filsafat. Blank. Sampai akhirnya saya baca Dunia Sophie. Sejak saat itu saya tertarik dengan filsafat.





Selesai baca Dunia Sophie untuk pertama kalinya di jaman kuliah dulu, mantap saya memasukkan buku ini ke dalam daftar buku favorit saya sepanjang masa. Sebagai buktinya, saya baca Dunia Sophie tiga kali. Pertama kali baca ketika saya masih kuliah. Kedua kalinya saya selesai membaca novel ini tanggal 27 November 2013. Terakhir baca ya baru kemarin ini. Setelah baca untuk yang ketiga kalinya baru saya tulis ulasannya di blog buku saya. Buku ini terlalu bagus untuk tidak ditulis resensinya.

Intermezzo sedikit. Dari Dunia Sophie lah saya mulai memahami makna dari gnothi seauton. Ini adalah frasa favorit saya bersama dengan panta rhei.

Berhubung ini sudah ketiga kalinya saya baca Dunia Sophie, saya sudah niat sejak awal akan baca lebih serius dari sebelumnya. Mengingat ingatan saya payah sekali maka saya membuat catatan. Saya mencatat hal-hal yang menurut saya penting. Kalau saya lupa, saya tidak harus membuka atau membolak-balik halaman demi halaman. Cukup saya buka catatan saya.

Sebenarnya ini sudah menjadi kebiasaan saya sejak lama. Saya memang punya kebiasaan mencatat hal penting dari buku yang saya baca. Saya menyebut catatan membaca saya ini dengan reading journal.


ini contoh reading journal saya


Kelihatannya rajin sekali ya? Padahal mah bukan rajin, tapi iseng. Halah. Nggak ding. Seperti yang sudah saya bilang sebelumnya, ingatan saya ini lemah sekali. Jangan harap saya bisa ingat isi buku kalau cuma sekali baca. Baca berkali-kali juga tidak menjamin saya bisa ingat isinya.

Untuk menyiasatinya ya saya mencatat hal-hal yang saya anggap penting. Kalau sedang rajin banget, catatan-catatan itu saya gunakan sebagai bahan saya menulis resensi di blog buku saya.

Penggemar: Kimi, kok kamu itu rajin banget sih? Sudah mah bikin reading journal, eh masih ditulis di blog pula.

Ini cara saya belajar. Saya tahu kelemahan saya makanya saya mengatasi kelemahan saya dengan cara seperti ini. Kalau saya hanya membaca tanpa membuat catatan, niscaya lima menit setelah saya tutup buku saya sudah lupa isinya apa. Lagipula, di setiap buku itu akan selalu ada informasi dan bagian-bagian lain yang layak dicatat untuk dikutip. Kalau sampai tidak ada yang layak untuk dicatat, berarti buku tersebut isinya sampah semua. Oops, pardon my language.

Yang bikin lebih asyik lagi, kalau saya sedang woles banget, saya iseng membaca tulisan-tulisan lama saya di blog. Saya jadi ingat lagi apa saja yang sudah saya tulis.

"Oh, ternyata aku pernah menulis dengan topik A ya? Bagus juga ya tulisanku. Enak ya dibacanya." "Oh, ternyata isi buku ini begini toh. Ya ya ya, aku ingat sekarang bukunya. By the way, tulisan resensiku lumayan juga ya."

Sekali-sekali memuji diri sendiri tidak apa-apa ya? 🙊

Ini yang saya suka dari blog (dan masih banyak alasan lainnya). Pengarsipan blog itu rapi sekali. Saya bisa membuka tulisan-tulisan lama saya di arsip. Tinggal klik saja lalu keluar lah semua tulisannya.

Mungkin ini terdengar berlebihan -- atau lebay kata anak jaman sekarang -- sungguh saya bersyukur saya kenal blog. Secara pribadi blog membantu membuat saya berkembang as a person.

Saya tahu blog sudah lama. Kalau bikin blog di Friendster dulu boleh dihitung, berarti saya kenal blog sejak 2006. Saya merasa beruntung saya tetap konsisten ngeblog sampai sekarang. Blog adalah tempat latihan saya menulis. Dari tulisan cupu -- maksud saya, beneran cupu -- di jaman dulu sampai sekarang tulisan saya sudah mendingan ketimbang dulu. Masih cupu sih, tapi tidak separah dulu lah.

Kalau saya ingin berpikir egois, saya menggunakan blog saya sebagai sarana saya untuk belajar. Di sini saya menuliskan kembali apa yang sudah saya baca dan tonton. Tujuannya untuk saya belajar sendiri. Kalau saya lupa, saya tinggal buka blog dan melihat catatan saya di sini. Di blog ini juga saya mengeluarkan uneg-uneg yang mengganggu. Saya berbicara dengan saya sendiri. Terkadang saya lupa kalau ini adalah blog yang dibuka untuk umum.

Tapi, kalau sedang tidak egois, saya berpikir saya sengaja menulis di blog untuk berbagi. Saya tidak tahu siapa saja yang sudah terdampar di blog ini, entah itu dari googling atau dari mana saja. Saya juga tidak tahu siapa saja silent readers dan pembaca setia blog ini. Yang saya tahu dan yang saya harapkan, mudah-mudahan dari apa yang saya tulis dapat bermanfaat bagi siapapun yang membacanya.

Jadi, demikianlah racauan kali ini. Dari yang awalnya menulis tentang Dunia Sophie, lalu ke reading journal, eh malah berakhir ke blog. Sungguh luas sekali topik tulisannya. Terima kasih bagi yang masih setia membaca. Tetap setia sama blog saya ini sampai bertahun-tahun ke depan ya? Kalau mau setia sama saya juga boleh. Eh, jadi gimana~

9 comments:

  1. Saya sdh dua kali dapet & ngikutin mata kuliah filsafat ilmu, daan ya salah satu mata kuliah yg bikin mumet & bikin otak sederhana saya kebolakbalik mikirnya :))

    Tapi saya belum baca Dunia Sophie itu, nanti pasti saya beli & baca deh

    Lalu soal kebiasaan menulis rangkuman itu sepertinya saya harua lebih banyak belajar & latihan lg euy

    Dan soal paragraf terakhir itu: insya Allah.. 😶

    ReplyDelete
    Replies
    1. Om harus beli dan harus baca Dunia Sophie pokoknya! Keren bingits soalnya.

      Delete
  2. Baca ini jadi inget kalau saya punya Dunia Sophie di rumah.. kebaca 3-4 bab gitu terus datang gangguan (baca: buku lain) habis itu terlupakan dan belum kepegang lagi sampai sekarang. HAHAHAHAHAHA. *sigh*

    Besok deh pas pulang kampung bukunya saya bawa ke perantauan biar bacanya lanjut.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kampungmu itu di mana toh, Dek?

      (((DEK)))

      Delete
  3. ih punya aku dipinjam siapa ya? lupa euy... udah lama banget nggak baca ini! Udah agak-agak lupa gitu isinya... apa aku pinjam lagi ya? *alasan buat ketemu cewek cantik*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hayuk sini kalau mau pinjam. Aku mah available kapan saja buat kamu kok.

      Delete
  4. Dunia Sophie aku juga baru dibaca beberapa lembar doang hehehe...

    Ngomong-ngomong saol kuliah filsafat, nilai aku D. Perbaikan dua kali baru deh bisa dapet

    C

    Lumayan lah, yaaa..

    ReplyDelete
    Replies
    1. biar dian sastro aja ya mbak yg pintar filsafat, da kita mah apa atuh...

      Delete
    2. @ Mbak Anggi
      Aku malah gak ingat aku dapat nilai apa. Malas juga lihat transkrip nilai. Mimpi buruk nanti. =))

      Delete

Please, say something with real names. But, NO SPAM and NO ANONYMOUS. Thank you. ^^;