Tuesday, March 14, 2017

5 Destinasi Wisata di Semarang yang Paling Menawan

Seumur-umur saya belum pernah ke Semarang. Sering saya mengkhayal kapan saya bisa random pergi ke ibukota Provinsi Jawa Tengah tersebut. Kalau di tahun 2013 lalu saya liburan ke Malang dan Jogja naik kereta dari Jakarta, saya ingin suatu saat nanti saya bisa ke Semarang naik kereta juga. Eh tapi, tidak menolak juga kalau naik pesawat sih. Tergantung rejeki nanti.

Semarang merupakan kota metropolitan terbesar kelima setelah Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Medan. Ia terkenal dengan julukan Kota Lumpia. Ehm… Jadi penasaran dengan lumpianya. Semarang juga terkenal dengan bangunan bersejarah Lawang Sewu. Ini alasan lain juga kenapa saya ingin suatu saat bisa berkunjung ke Semarang. Saya penasaran dengan Lawang Sewu.

Terus, apakah Semarang cuma terkenal dengan lumpia dan Lawang Sewu? Ya tentu saja tidak. Ternyata masih banyak daerah di Semarang yang bisa dijadikan tempat wisata. Tempatnya di mana saja tuh? Berikut ulasannya:


1. Pantai Marina


Pantai Marina - Hellosemarang.com


Pantai Marina, kawasan wisata di Jalan Yos Sudarso Semarang yang menawarkan panorama samudera. Pergi ke Pantai Marina, cara lain menikmati nyanyian paling merdu di dunia. Meskipun tidak ada pasir yang tersapu, tetapi keindahannya terlihat saat ombak memecah batu.

Hanya di Pantai Marina, keajaiban senja dapat kita saksikan dari dekat. Air laut membiaskan cahaya matahari. Lalu perlahan, memberikan efek gradasi yang memukau di langit. Inilah momen yang harus diabadikan dalam bidikan kamera.

Ketika petang datang, Pantai Marina tidak lantas sepi. Kian malam, makin banyak pengujung yang memadati deretan bebatuan di bibir lautan. Pasalnya, Pantai Marina membuka gerbangnya selama 24 jam.

Pantai Marina, objek wisata ramah kantong yang menenangkan jiwa. Cukup dengan mengeluarkan Rp 3ribu, kita bisa melangkahkan kaki ke dalam Pantai Marina.

2. Pantai Maron


Pantai Maron - Infowisataterbaru.com


Gemuruh mesin pesawat terdengar jelas dari pantai ini. Sesekali, pesawat melintas di langitnya. Saat itu, terngiang suara anak-anak kecil yang meneriakinya karena merasa kegirangan. Kaki-kaki mereka menapak di atas pasir cokelat nan lembut. Itulah Pantai Maron, keindahan tersembunyi di balik riuhnya bkitar udara.

Pantai Maron, sebuah tempat melepas kerinduan pada ketenangan. Dari pintu gerbang Bandar Udara Ahmad Yani, berbeloklah ke kanan menuju jalan kecil. Jalan itu berdampingan dengan lintasan pacu pesawat. Hati-hati, ketika mengarahkan roda kendaraan di sini, karena jalannya berliku dan penuh batu.

Tidak sampai 20 menit, kita bisa melihat geliat ombak Pantai Maron. Jangan lupa menyisihkan Rp 5ribu di loket sebelum menjejakkan kaki ke area pantai.

3. Umbul Sidomukti


Umbul Sidomukti - Bakpiamutiarajogja.com


Pernah melihat kolam renang alami tertinggi di Asia? Kita bisa menemukan kolam renang itu di Desa Wisata Umbul Sidomukti, Semarang. Umbul Sidomukti terletak di dekat puncak Gunung Ungaran. Kawasan wisata ini berada di ketinggian 1.700 meter di atas permukaan laut.

Jalan menuju objek wisata Umbul Sidomukti cukup curam dan banyak tikungan tajam. Namun, cukup asik, karena jalannya sudah beraspal dan tidak ada lubang. Untuk memasuki kawasan Umbul Sidomukti, kita harus merelakan Rp 10ribu keluar dari kantong. Itu harga tiket pas akhir pekan. Kalau hari biasa, harga tiketnya Rp 8ribu.

Umbul Sidomukti memiliki kolam renang yang airnya berasal dari mata air Ngetihan dan Watu Payung. Pinggiran kolam dikelilingi bebatuan alami dengan lekukan yang menawan. Ada 4 buah kolam renang yang disediakan di Umbul Sidomukti. Semuanya beratap langit dan berdinding pemkitangan alam pegunungan.

Selain kolam renang, Umbul Sidomukti menyediakan berbagai jenis permainan di luar, seperti flying fox dan marine bridge. Kalau merasa lapar, di sana tersedia aneka kuliner lezat. Kita bisa menikmati makanan di pondok-pondok bambu yang berjejer di sepanjang jalan.

4. Candi Gedong Songo


Candi Gedong Songo - Telusuriindonesia.com


Candi Gedong Songo, kompleks bangunan kuno yang bernilai estetis tinggi. Candi Gedong Songo merupakan mahakarya umat Hindu di masa lampau. Konon, Candi Gedong Songo didirikan pada abad ke-9, tepat ketika keluarga Raja Syailendra berkuasa.

Peninggalan bersejarah ini memiliki sembilan buah candi yang letaknya berjauhan. Candi kesembilan berada di puncak paling atas. Untuk menuju ke sana, kita harus berjalan kaki dan melewati candi kesatu sampai keenam.
Mungkin, perjalanannya melelahkan karena jalannya menanjak. Tapi, rasa lelah itu akan terbayar saat kita menyaksikan eksotisnya lanskap alam pegunungan. Kalau enggan berjalan kaki, silakan menyewa kuda. Biayanya sekitar Rp 35ribu hingga Rp 90ribu, tergantung jarak yang Kita kehendaki.

Tiket masuk ke kawasan Candi Gedong Songo hanya Rp 6ribu untuk wisatawan lokal. Sementara itu, wisatawan asing harus membayar Rp 50ribu per orang. Tarif tersebut sudah termasuk asuransi per orang.

5. Wisata Nglimut


Wisata Nglimut - Visitcentraljava.com


Jalan meliuk-liuk bak ular. Sesekali, medannya menanjak dan menurun curam. Kadang-kadang, terlihat pemkitangan sawah yang hijau. Saat semilir angin mengembus, tercium aroma daun teh yang menyegarkan. Itulah gambaran perjalanan menuju objek wisata Nglimut.

Kawasan wisata Nglimut menghampar di tanah pegunungan yang luas. Ketinggiannya sekitar 700 meter di atas permukaan laut. Jarak Nglimut dan pusat Kota Semarang kurang lebih 30 km atau 1-2 jam perjalanan.

Kita harus membayar Rp 8ribu jika ingin menikmati suasana di dalam objek wisata Nglimut. Selain menyuguhkan panorama indah, area Nglimut juga menyediakan berbagai fasilitas wisata. Fasilitas tersebut, antara lain kolam renang, pemandian air panas, dan permainan.

Ingin bermalam di Nglimut? Kita bisa menyewa vila di sekitar area wisata dengan harga terjangkau. Selain itu, kita juga boleh mendirikan tenda di area kemah. Gemericik air terjun terdengar jelas dari kawasan ini.

Sampai sejauh ini teman-teman sudah tertarik untuk main ke Semarang? Saya semakin tertarik dong. Candi Gedong Songo itu tampak menggoda sekali untuk saya datangi. Sebagai fans candi, saya harus main ke sana. Well, saya ingin mengunjungi ke lima destinasi wisata tersebut. Harga tiket masuknya murah-murah begitu. Sayang kan kalau tidak dikunjungi. Iya, saya memang pelit soalnya saya kere.

Banyak akses menuju Semarang. Kita bisa ke sana naik pesawat, kereta, atau bus. Seperti yang sudah saya tuliskan di atas, saya ingin ke Semarang naik kereta. Ceritanya mengulang nostalgia waktu saya berpelesir ke Malang dan Jogja di 2013 yang lalu. Semarang mempunyai dua stasiun besar, yaitu Tawang dan Poncol. Kedua stasiun ini dilewati kereta api dari berbagai jurusan.

Atas dasar demi memudahkan pelanggan, kita bisa beli tiket kereta api lewat partner resmi PT KAI, salah satunya Traveloka. Kita tidak perlu antre di loket berburu tiket, apalagi pas liburan. Paling kita rebut-rebutan tiket secara online. He, he, he. Kalau jalannya pas liburan ya pasti kereta api bakal padat banget. Kalau tidak mau ramai dan tidak mau rebutan tiket secara online, ya jalannya jangan pas musim liburan. Iya kan?

Penggemar: Ya elah, Kim. Anak kecil juga tahu keleus. 

Iya, iya. Jadi, kapan kalian ke Semarang? Ajak-ajak saya ya! Sekalian beliin tiketnya juga. Oh, sama hotelnya juga. Ha, ha, ha. Iya, saya tidak tahu malu memang.

5 comments:

  1. buat anak semarang, mungkin kota mereka sama seperti kamu memandang bandar lampung kim... Kotanya ya gitu2 aja, kuliner, makanan, cemilan, ya gitu2 aja. Tempat yg kamu sebutkan di atas itu jauh dr pusat kota. Aku sudah pernah ke no 3, sangat2 rekomendid, tapi ya itu, jawuwuwuwuh.... Dan nomor 4 itu jawuwuwuwuwuwuh lagih... Makanya org semarang kaburnya ke jogja. Atau malang. Kayak orang jakarta kabur ke bandung. Hehehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. oh, saya malah penasaran banget sama malang... Wisata kota nya kayaknya lebih oke....

      Delete
  2. Semarang lebih menarik kulinernya kalau menurut saya sih :D

    ReplyDelete
  3. Saya... nggak suka lumpia Semarang. HAHAHAHAHA! Ini masalah selera aja sih Mbak, soalnya lumpia semarang kan isinya kebanyakan tumis telur campur daging campur rebung, nah padahal saya nggak suka rebung yang ditumis :))))

    ReplyDelete
  4. Yg umbul itu berarti sudah keluar kota ya? Bagus, tapi belum pernah kesana. Tak mampir kapan2.

    ReplyDelete

Please, say something with real names. But, NO SPAM and NO ANONYMOUS. Thank you. ^^;