Wednesday, August 30, 2017

Jalan-Jalan ke Pantai Batu Mandi

Minggu (27/08) siang kakak saya, Ses Renny, menelpon saya. "Dek, lo lagi ngapain? Mau ikut gak lo? Gua lagi pengen ngeliat yang ijo-ijo." Tentu saja saya langsung mengiyakan ajakan tersebut. Hanya agar kalian tahu kalau bukan kakak saya yang mengajak saya jalan di akhir pekan, siapa lagi? Iya, saya se-menyedihkan itu memang.

Tidak lama kemudian saya dijemput kakak saya. Personil keluarga kakak saya ikut semuanya. Satu suami dan dua anak (laki-laki dan perempuan). Lengkap. Alhamdulillah.

Mobil sudah jalan cukup jauh, namun masih belum jelas tujuan kami hendak ke mana. Tiba-tiba kakak saya bertanya, "Dek, menurut lo enaknya kita ke mana? Ke pantai atau ke Lembah Hijau?" Lah, ini yang mengajak jalan siapa ya? Kok malah balik nanya. Yah, harap maklum. Begitulah kakak saya. Suka galau dan nggak jelas begitu. Tadi katanya mau melihat yang hijau kok jadi berubah sekarang niatnya? Tetapi, tetap saja saya jawab pertanyaannya dengan mengusulkan lebih baik kami ke pantai. Alasannya sederhana saja, yaitu lebih jauh. Biar jalan-jalannya semakin afdol begitu.


Mobil kami kemudian mengarah ke selatan Bandar Lampung. Kami melewati Teluk Betung dan terus ke selatan memasuki Kabupaten Pesawaran. Di Pesawaran memang garis pantainya panjang membentang. Teman-teman tinggal pilih ingin bersantai di pantai yang mana.

Di Pesawaran pantai yang terkenal salah satunya adalah Pantai Klara. Ada juga pantai lainnya yang semakin terdengar gaungnya, yaitu Pantai Ringgung. Namun, kemarin kami sepakat tidak ingin ke dua pantai tersebut karena bosan dan ramai. Mobil terus melaju sambil kami melirik-lirik ke arah kiri kami. Pantai mana yang enak kami datangi? Sampai akhirnya kami melihat plang bertuliskan Pantai Batu Mandi dan kami memutuskan ke sana saja. Tempatnya tidak ramai. Masih sepi.

Kami disuruh membayar tiket masuk sebesar Rp 35ribu. Jika ingin menyewa pondokan, silakan membayar Rp 35ribu. Terserah mau berapa lama. Kakak saya tidak mau membayar karena kami hanya sebentar di sana.

Kami duduk-duduk sebentar. Saya sedang menikmati angin laut yang cukup kencang ketika kakak saya berteriak ingin meminjam kamera ponsel saya. "Dek, sini gua potoin elo. Sama Dewi (keponakan saya, red.) sana poto berdua." Yang kemudian ujung-ujungnya kakak saya minta diambil fotonya juga. Untuk dijadikan profil foto di Whatsapp katanya. Oh well, sesi foto-foto sudah dimulai.


Kakak saya sekeluarga


foto yang dijadikan profil foto di Whatsapp


Dewi yang sedang asyik main ayunan


Fans: Kim, foto kamu mana? Kok nggak ada? Selfie-nya mana?

Wait. Saya carikan yang terbagus ya.


A post shared by Polar Bear (@insanayu) on


Nah itu. Masih ada satu lagi ding.


A post shared by Polar Bear (@insanayu) on
Pantainya masih bersih


Bagaimana? Saya keren kan? πŸ™ˆ

Matahari masih ganas bersinar padahal sudah pukul empat sore lebih. Kami memutuskan untuk pulang kalau tidak ingin kemalaman di jalan. Jarak Pantai Batu Mandi dengan kota Bandar Lampung sekitar 31 km. Butuh waktu satu jam atau lebih untuk sampai ke rumah. Belum ditambah kalau kakak saya ingin mampir makan. Waktu perjalanan bisa lebih lama lagi.

Dan memang betul. Kakak saya ingin makan mie tek-tek di Marga Lie Resto.




Seperti biasa kalau sudah makan di sini saya pasti akan pesan mie tek-tek rebus seafood. Foto di atas merupakan penampakan menu favorit saya di restoran ini.

Itulah cerita jalan-jalan singkat dan random saya bersama kakak saya sekeluarga. Dan sekarang saya jadi ingin jalan-jalan sungguhan yang decent. Kalian nggak ada yang mau mengongkosi saya begitu? Ehe.

2 comments:

  1. foto mienya sangat mengugah. benarkah enak? karena belum pernah sama makan di situ. #nggakadayangtanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau menurutku sih enak, Mbak. Dicoba aja makan di sana. :D

      Delete

Please, say something with real names. But, NO SPAM and NO ANONYMOUS. Thank you. ^^;