Tuesday, November 28, 2017

# sharing

Tulisan Perdana Pakai IndiHome

Tiga bulan terakhir saya keranjingan kembali nonton film dan serial televisi. Teman-teman bisa melihat buktinya di rekap film yang saya tonton di bulan September dan Oktober. Cukup banyak kan film yang saya tonton, khususnya di bulan Oktober? Saya ucapkan terima kasih kepada penyedia jasa nonton streaming. Semoga kalian masuk surga. Amin. Seandainya kalian tidak percaya hari akhir, well, semoga hidup kalian selalu berbahagia dan dilimpahi keberkahan. Amin.

Tapi, tapi... Rajin nonton streaming berbanding lurus dengan banyaknya kuota yang termakan. Saya, yang selama ini biasanya super hemat dalam pemakaian kuota, terpaksa harus berpikir keras mengakali kebutuhan kuota internet yang semakin besar, tapi maunya murah. Setahun terakhir saya setia pakai MiFi Smartfren. Sinyalnya kencang memang (lebih keren Smartfren ketimbang provider dengan pelanggan terbanyak itu), tetapi harganya ya lumayan mahal juga. Sebagai gambaran, harga Rp 300ribu dapat total kuota 50 GB.





Sebagai pegawai rendahan dengan gaji pas-pasan -- tetapi punya hobi yang menguras penghasilan (skincare, obviously) -- jelas saya tidak bisa terus-terusan pakai Smartfren kalau ingin meneruskan hasrat nonton. Maka dari itu, saya mulai tergoda dan berpikir serius untuk pasang IndiHome di rumah.

Penggemar: APA?! Kurang banyak apa komplain bertebaran di mana-mana soal IndiHome? Masa' kamu gak tahu, Kim? Yakin kamu mau pasang IndiHome?

Iya, saya tahu kok banyak komplain soal IndiHome. Masalahnya di tempat saya pilihannya nggak banyak. Ada pilihan lain, tetapi biaya bulanannya mahalnya sinting. So, apa boleh buat. IndiHome is my choice. Semacam gambling memang, tetapi ya apa mau dikata. Mudah-mudahan IndiHome tidak mengecewakan saya. Cukup mantan saja yang mengecewakan, kamu jangan ya, IndiHome.

Sebelumnya saya juga tanya ke teman-teman saya yang pakai IndiHome. Komentarnya beragam, ada yang bilang baik-baik saja dan tidak pernah bermasalah. Kalaupun ada komplain, cepat ditangani. Namun, ada juga yang bilang bapuk. Tidak usah saya jabarkan di sini ya komentar yang bapuk itu apa saja. Hehe.

Terus, kenapa baru pasang sekarang? Kenapa tidak dari dulu? Well, alasan utama saya karena setahu saya pasang IndiHome harus sepaket dengan tv kabel dan/atau telpon, yang mana saya tidak butuh dua hal tersebut. Saya sekarang sudah hampir tidak pernah nonton televisi dan hampir tidak pernah menggunakan telpon rumah. Jelas dong yang saya butuhkan cuma internetnya. Dan juga kalau pakai paket triple play (internet + telpon + tv kabel) atau dual play (internet + tv kabel atau internet + telpon), harganya mahal. Tetep ye irit. Heuheu. Alasan berikutnya, karena yang komplain pelayanan IndiHome banyak banget. Jadi malas.

Nah, dari hasil googling saya kemarin saya baru tahu lho kalau sekarang IndiHome melayani pemasangan internet saja. Eh seru nih!


klik gambar untuk memperbesar


Oke. Karena di website-nya disuruh ke Plasa Telkom kalau ingin berlangganan, baiklah mari kita ke Plasa Telkom kalau begitu!

Di Plasa Telkom lumayan lama saya mengantri. Mbak CS yang cantik akhirnya memanggil nomor antrian saya juga. Langsung saja saya utarakan maksud dan tujuan saya. Sedihnya, saya langsung ditolak mentah-mentah sama si Mbak CS. "Maaf, Mbak. Di sini kami hanya melayani bagi yang mau memasang paket yang sedang promo, yaitu triple play. Kalau Mbak cuma ingin pakai internet saja, Mbak bisa mengajukan permohonan di aplikasi My IndiHome. Nanti teknisi kami akan datang ke rumah Mbak."

Woooh... Gimana sih? Katanya disuruh ke Plasa Telkom, tetapi begitu didatangi kok saya ditolak. Kecewa sih memang... Tidak bisa dibohongi itu. Tetapi, kekecewaan itu tidak seberapa kok dibandingkan sewaktu dikecewakan mantan. Oke, next.

Atas saran Mbak CS Plasa, saya daftar di My IndiHome. Begitu login di My IndiHome, saya cek di pilihan paket layanan, tidak ada itu yang namanya pilihan "layanan internet saja". Paket layanan yang ada, ya macam triple play dan dual play dengan berbagai macam variasinya. Duh, saya dikecewakan dua kali sama Mbak CS Plasa Telkom.

Lantas, apakah saya menyerah? Tidak. Saya masih penasaran dong. Rasa penasaran dan kepikiran terus-terusan adalah pertanda bahwa saya memang betul-betul menginginkan suatu hal tersebut, dalam hal ini ya saya ingin pasang IndiHome.

Atas dasar penasaran dan kepikiran terus-terusan, saya telpon ke 147. Setelah menelpon ke 147 saya merasa Mbak CS 147 lebih kompeten, lebih sabar, dan lebih ramah dibandingkan Mbak CS Plasa Telkom. Mbaknya saya tanya-tanyain dan Alhamdulillah Mbaknya bisa jawab. Contohnya, saya tanya berapa harga berlangganan internet saja, Mbaknya jawab sama dengan harga yang ada di website: harga yang paling murah, kecepatan 10 mbps, Rp 275ribu sudah termasuk PPN, unlimited dengan FUP 300 GB tiap bulan. Biaya pemasangan Rp 125ribu (belum termasuk PPN kalau kata Mbak CS 147).

Sebelumnya pertanyaan yang sama saya tanyakan ke Mbak CS Plasa Telkom, si Mbaknya jawabnya, "Tiap bulannya Mbak bayar Rp 261ribu. Ada biaya pemasangan juga ya sebesar Rp 150ribu. Untuk biaya pemasangan hanya dibayarkan sekali." Oh, oke. Coba deh saya cek lagi screenshot di atas.

Pagi ini saya ditelpon kakak saya. Katanya orang IndiHome menelpon dia. Kakak saya bingung kenapa dia ditelpon IndiHome (saya memang memberikan nomor kakak saya ke Mbak CS 147 ketika ditanya, "Nomor lain yang bisa dihubungi?" tetapi saya lupa memberitahu kakak saya). Saya juga ikutan bingung kenapa teknisi IndiHome cepat sekali datang dan sudah mau pasang modem routernya? Saya kira pemasangan baru akan dilakukan minggu depan. Minggu-minggu ini survey dulu ke rumah. Mbak CS 147 yang saya telpon kemarin -- beneran hari Senin (27/11) kemarin -- juga bilang begitu. "Nanti pegawai kami akan datang ke rumah Mbak untuk survey. Setelah itu baru teknisi kami akan datang untuk melakukan pemasangan."

Di sini saya merasa takjub. Pelayanan IndiHome oke juga. Baru telpon kemarin, eh hari ini langsung dipasang. Ini patut diapresiasi. Karena itu berarti IndiHome mendukung hobi saya yang nonton streaming itu.


yeay! hore! aku bahagia!


Oleh karena itu, tulisan ini dibuat untuk mengapresiasi IndiHome. Jadi, inilah postingan perdana yang diterbitkan di hari pertama saya memakai IndiHome. Semoga dengan kehadiran IndiHome di rumah akan membuat saya semakin rajin mengupdate blog ini. Kalau ternyata saya tidak rajin, kalian pasti sudah tahu saya sedang sibuk ngapain.

p.s.: saya yakin tentunya kalian bisa menebak niat asli saya menulis tulisan ini kan? 🙊

14 comments:

  1. Bentaaaar ini niatnya apa ya.

    Yg jelas saya pnasaran pengen masang jg jadinya, nahlho harus tanggungjawab ini postingan 😅

    ReplyDelete
  2. hahaha.. nice sharing, mb kimiii.. makasih ya 😉

    ReplyDelete
  3. Jadi ya... Indihome mah gercep soal pasang2 unit... Hahahaha... Kan itu artinya menambah pelanggan. Semoga gercep juga menanggapi keluhan (yang Insya Allah aku doain ngga muncul). Di rumah indihum juga sih, yg begitu, sebulanan 400an kayaknya. Noproblemo sih, kecuali kalo mati lampu (menurut ente???) Dan kadang2 kalo hujan juga suka... Ehm.
    Etapi indihum kawan kantor aku bapuk dia,masak lama2 bayarnya nambah2 sampe 1jutaan.. entah apa yg terjadi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, itu yang suka banget jadi keluhan orang-orang. Awalnya bayar sesuai dengan paket, tapi kok lama-lama jadi mahal. Kan ajaib. Itu juga sih yang bikin aku takut.

      Delete
  4. sha juga mengucapkan terimakasih kepada para penyedia streaming hehe

    sha juga suka nonton, cuma gak pernah bikin list film apa aja yang udah di tonton. Mau nyoba juga bikin list nya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coba aja dibikin list-nya. Seru kok. Bisa juga buat referensi yang lain kalau butuh tontonan kan.

      Delete
  5. Semoga koneksi selalu lancar dan nggak ada komplain macem2. Soalnya di tempat lain sudah banyak yg komplain sih, haha.

    ReplyDelete
  6. Di kantor saya pakai IndiHome yang 20 Mb
    tapi sering sekali down
    pernah test speed malah cuma 12 Mb
    kalo ngelapor lama banget penanganan nya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Duh, semoga IndiHome bisa meningkatkan terus pelayanannya ya jadi nggak banyak yang komplain. Saya jadi mulai deg-degan nih takut dibikin kecewa. Hehe.

      Delete
  7. Sudah lama penasaran ingin pasang, tapi berlimpahnya keluhan selalu bikin ragu.
    Btw, itu biaya pasang karena kabel belum optik dan pakai router Telkom kah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebelum pasang pasti dicek dulu daerah kita sudah dilewati fiber optik atau belum. Kalau sudah, ya tidak perlu nambah lagi. Ada temanku ingin pasang IndiHome dan begitu dicek daerahnya belum fiber optik dan dia disuruh nambah Rp 3juta kalau mau pasang IndiHome.

      Sementara untuk biaya pasang sebesar segitu, mungkin karena biaya modem router Telkom itu yah. Entahlah. Aku gak nanya-nanya juga. Karena buatku, biaya segitu ya masih wajar lah. Hehehe.

      Delete

Please, say something with real names. But, NO SPAM and NO ANONYMOUS. Thank you. ^^;