Friday, March 2, 2018

# Postcrossing # sharing

Cara Belanja di Filateli.co.id

Selain bingung mencari kartu pos, kendala lain bagi seorang postcrosser (di Indonesia) adalah mencari prangko. Memang prangko bisa dibeli di kantor pos, yang sayangnya koleksi prangko di kantor pos suka terbatas, entah itu denominasinya maupun gambarnya.

Saya memang bukan seorang filatelis, tetapi kan kalau setiap ke kantor pos mau beli prangko dan dikasihnya prangko yang itu-itu saja tentu membosankan buat saya. Saya ingin prangko yang bermacam-macam, bagus, dan lucu. Karena mengirimkan kartu pos dengan prangko yang bagus dan membuat penerimanya jadi senang dan bahagia itu membuat saya senang dan bahagia juga. Plus, bangga.

Hasil browsing saya selama berhari-hari (iya, belakangan ini history di browser saya kebanyakan soal postcrossing, kartu pos, dan prangko), saya menemukan website filateli.co.id. Sepertinya website Filateli.co.id tersebut dikelola Divisi Filateli Kantor Pos Pusat. Kalau boleh dikritisi, situsnya duh... Sungguh tidak keren. 

Situs ini tidak hanya memuat artikel berita dan acara seputar filateli, melainkan juga tempat Divisi Filateli berjualan secara online kartu pos dan prangko. Saya sudah senyum-senyum bahagia begitu tahu saya bisa beli prangko online langsung dari Kantor Pos Pusat di Bandung! Koleksi prangkonya lengkap banget. Kalian bisa susuri satu per satu prangko yang mereka jajakan di sini

Begitu melihat prangko yang ada di sana dengan semena-mena saya masukkan ke dalam keranjang belanja. Perihal mau dibeli semua atau tidak itu urusan belakangan. Yang penting masukkan ke dalam keranjang dulu, nanti bisa dipilah-pilah lagi. 

Masalah muncul begitu saya akan check out untuk melanjutkan ke pembayaran. Error! Tidak bisa. Tidak usah saya sertakan di sini screenshot-nya ya. Ya tidak saya screenshot juga sih kemarin itu pas coba-coba belanja di sana. 

Selama dua hari saya tidak tenang. Saya kepikiran. Di sana ada perangko Postcrossing yang saya kepengen banget. 

klik gambar untuk memperbesar


Dan prangko kebebasan pers ini:


klik gambar untuk memperbesar


Karena sudah dua hari tidak tenang dan masih saja kepikiran saya memutuskan untuk menelpon nomor yang ada di website. Saya ambil ponsel saya dan saya pencet nomor 0224210528. Tidak pakai lama menunggu telpon saya diangkat. Saya tanya ke tetehnya kenapa saya tidak bisa belanja di website. Dengan ramah si Teteh menjawab, "Memang tidak bisa, Teh. Teteh kalau mau belanja bisa pesan lewat email. Silakan order di 400mfilateli[at]gmail[dot]com. Nanti ada admin yang melayani Teteh." 

Oh, begitu toh rupanya. Baiklah. Mari kita langsung pesan saja kalau begitu.


klik gambar untuk memperbesar


Meski pemesanan dilakukan melalui email, tetapi respon Teteh/Aa Admin cepat kok. Saya kirim email tersebut sore hari kemarin dan dibalasnya keesokan paginya. Ini bisa dimaklumi karena bisa jadi mereka sudah pulang kantor kan jadi baru bisa dibalas esok harinya. By the way, saya juga bisa merasakan Teteh/Aa Admin ini orangnya ramah.

Di balasan email tersebut Admin mengkonfirmasi pesanan, total biaya, dan ongkos kirimnya, serta memberikan nomor rekening yang harus ditransfer. Jangan khawatir, Teteh/Aa Admin tidak memberikan nomor rekening pribadi mereka. Rekening yang diberikan atas nama Divre V KP. Bandung. 

Selesai transfer, saya segera mengirimkan bukti transfer saya saat itu juga melalui email. Pesanan saya langsung dikirim hari itu juga dong dan Teteh/Aa Admin memberikan nomor kode shipping-nya. Ingat ya, kalian kalau mau tracking di website Pos Indonesia. Jangan di website JNE atau Tiki. 😁

Tips dari saya, setelah kalian puas melihat-lihat prangko yang ada di website dan sudah yakin mau beli yang mana, jangan lupa kalian mencatat kode prangko dan seri prangko yang akan kalian beli. Agar kalian tidak salah beli perlu dipahami terlebih dahulu apa itu FDC, FS, MS, dan Souvenir Sheet. 

Penggemar: Bedanya apa nih, Kim?

Bedanya ini nih:

1. FDC (First Day Cover) 

Atau Sampul Hari Pertama. Dari sumber blog yang saya baca di sini , yang dimaksud dengan FDC adalah diterbitkan bersamaan dengan penerbitan prangko (seri baru), dibubuhi satu seri komplet, terdapat teraan cap hari terbit pertama, ada logo PT Pos Indonesia (kiri atas), nomor registrasi / tahun (bagian belakang), dan dilampirkan buletin / informasi penerbitan.

Contoh FDC:


2. Full Sheet (FS) dan Mini Sheet (MS)

Ini sih sudah jelas ya bedanya. Bedanya di jumlah prangko yang ada dalam satu sheet. Kalau full sheet lebih banyak jumlahnya, sementara mini sheet ya lebih sedikit. Thus, lebih murah. Haha. Penjelasan macam apa ini. Contoh gambarnya sudah saya unggah di atas, yang full sheet Postcrossing dan mini sheet Kebebasan Pers.

3. Souvenir Sheet (SS) 

Menurut pemahaman saya yang sotoy ini, souvenir sheet atau carik kenangan itu dalam satu sheet hanya ada satu atau dua prangko. Ukurannya lebih besar daripada prangko biasa dan denominasinya juga lebih besar. Contohnya seperti ini:


souvenir sheet bisa dipakai untuk pengiriman selayaknya prangko biasa


Sekadar info tambahan, prangko yang ada sekarang ketentuan masa laku dan masa jual sudah dihapus. Dengan kata lain, masa laku dan masa jual tidak terbatasi. Hal ini sesuai dari penjelasan Admin @PosIndonesia sewaktu saya tanyakan perihal masa laku prangko.


Jadi, teman-teman masih bisa pakai prangko terbitan tahun 2012 untuk berkirim surat maupun berkirim kartu pos.

So, begitulah pengalaman perdana saya belanja prangko online di Filateli.co.id. Sekarang saya tidak perlu lagi pusing mencari prangko. Tinggal pesan saja lewat email. Yeay!

p.s.: Ngomong-ngomong nih, semua gambar prangko di atas saya ambil dari website Filateli.co.id. 

16 comments:

  1. Belum pernah sih kirim2an surat. Memang bukan generasinya hehe. Tapi unik prangko2nya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cobalah untuk kirim-kiriman surat. Dijamin seru kok. :D

      Delete
  2. Jd inget jaman dlu , filateli bebas milih sekolah manapun,,

    ReplyDelete
  3. Wah, sudah lama sekali saya berkirim surat. Jadi inget jaman dulu waktu masih kecil hobi banget nyopotin perangko dari surat yang dikirim ke rumah untuk dikoleksi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dulu waktu kecil aku juga suka surat-suratan dan koleksi perangko, Mas. Tapi cuma sebentar. Dan koleksi perangkoku hilang entah ke mana. :(

      Delete
  4. Uwaaahhhh ini untung sih aku udh ga koleksi perangko :p. Bisa2 aku borong semua soalnya hHahaha.. Dulu zaman Sd - Kuliah aku koleksi mba. Paling seneng bgt kalo papa dpt kiriman surat dr LN, krn perangkpnya bisa aku ambil. Dulu blm tau cara melepaskan perangko yg dilem secara rapi dan tanpa robek. Begitu ngerti caranya, lgs semua perangko bekas yg udh dilem di amplop,aku lepasin 1-1 :p. Jd pengin lg kan koleksi ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo koleksi lagi, Mbak. Aku dukung! Hihi.

      Delete
  5. Dulu suka mretelin perangko dari surat-surat orang tua dan undangan pas masih TK buat dikumpulin. Sekarang perangko rasanya nggak ikhlas dilepas dari kartupos hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga sukaaa... Apalagi dulu waktu aku masih rajin surat-suratan. Punya sahabat pena lumayan banyak jadi surat lumayan sering datang ke rumah. Dulu sampai punya album prangko. Sekarang aku juga tidak ikhlas mencopot prangko dari kartu posnya. Bikin rusak aja nanti. Hahaha.

      Delete
  6. kalo sempat ke Jakarta, mampirlah ke Museum Filateli di TMII.. cuma ya itu, tempatnya agak spooky dan sepi sekali.. jadwal bukanya juga kalo pas beruntung..

    tapiii.. koleksi prangkonya luar biasaa.. dan seingetku bisa beli prangko yang unik-unik di sana, baik yang sudah terpakai untuk koleksi atau yang baru..

    cuma ya itu.. effort-nya, hedeeh...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Errr... Kayaknya nggak deh kalau begitu. Mending aku pesan online aja di Divisi Filateli Kantor Pos langsung. :)))

      Delete
  7. Saya beli dari 4 hari yang lalu belum dikirim sampai sekarang. Gimana ya? Balasan pun tidak ada.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Teman saya beli dr tanggal 16 Agustus jg belum dikirim sampai sekarang😭😭

      Delete
    2. Sudah coba telpon ke nomor di atas, Mbak? Atau tanya ke akun Twitter Kantor Pos Indonesia?

      Delete

Please, say something. But, NO SPAM and NO ANONYMOUS. Thank you. ^^;