Saturday, June 13, 2020

Saya Mau Sembuh

Satu hal yang saya syukuri dengan adanya depresi ini adalah saya memiliki support system yang bagus. Saya bisa mengakses psikiater dan obat-obatannya. Saya punya keluarga juga teman-teman yang mendukung saya. Mereka sangat membantu saya dalam melawan depresi. Mereka membuat saya ingin segera sembuh.

Jujur, terkadang saya masih suka kumat. Tiga hari terakhir mood saya tidak baik. Kakak saya menyuruh saya untuk keluar dari kamar, bertemu dengan orang, ambil kursus masak, atau mewarnai. Opsi terakhir itu menarik. Buku-buku mewarnai untuk dewasa kan sudah banyak dan saya ada pensil warna Faber-Castell. So, why not? Maka berangkatlah saya kemarin ke Gramedia membeli buku mewarnai (dan buku soal-soal Matematika untuk kelas VII SMP. Don't ask. I will tell you one day.).

Sejak semalam sampai sore tadi saya tidak berhenti mewarnai. Saya tidur pukul 3 pagi saking asyiknya dan bangun pukul 7 pagi. Saya lanjut mewarnai pukul 11 siang dan baru selesai sore pukul 5 karena saya sambi dengan melakukan banyak hal.

Sewaktu mewarnai, pikiran saya bercabang tentu saja. Ketika sedang berpikir sepertinya warna kuning bagus untuk digunakan, tiba-tiba teringat kembali omongan Yudi yang kira-kira kalau saya tidak salah ingat (kalau salah ingat, maafin ya, Yud), "Seharusnya tidak ada lagi yang kamu takutkan toh. Kamu gak punya stalker kan? Kerjaanmu aman kan? Masnya sudah jadi mantan kan?" Iya juga. Seharusnya dengan keadaan sekarang tidak perlu ada yang saya takutkan. 

Akan tetapi, sesungguhnya ada yang saya takutkan, yaitu saya sendiri. Karena dengan keadaan sekarang, saya masih sangat bisa menyakiti diri sendiri.

Kemudian pikiran kembali ke gambar. Saya ambil warna biru muda ketika teringat mantan dan terjadi dialog imajiner. I told you not to hurt me. And now look what you've done. I'm such a mess. All that thanks to you. Well, sebenarnya ada andil saya juga sih kenapa saya sampai bisa tersakiti. Saya seharusnya bisa pergi sejak lama begitu menyadari keadaan tidak baik buat saya. But, I stayed. Stupid me.


karya pertama


Lalu, pikiran terbang kembali. Sambil mewarnai dan menjaga tidak keluar dari garis, saya teringat kakak saya. Dia bilang, "Dek, apa sebenarnya yang bikin lo depresi? Hidup lo itu enak. Dari kecil sampai elo umur sekarang hidup lo itu nyaman. Apa yang lo mau dikasih Papa. Kakak-kakak lo gak ada yang iri. Lo punya pekerjaan yang mapan. Bahkan lo bisa pindah ke Jakarta di saat yang lain mau pindah tapi mereka gak bisa." Iya ya. Apa yang saya depresi kan coba? Secara logika seharusnya tidak ada yang bikin saya stres atau depresi. Ah, tentu saja seperti yang (lagi-lagi) dibilang Yudi, "Sejak kapan depresi itu logis?" Dan, of course, kakak saya tidak tahu alasan sebenarnya.

Then, I thought, "Warna merah bagus nih buat yang di sini," begitu sebuah pesan masuk di WhatsApp saya. Dari tante saya di rumah. Isi pesannya membuat saya terharu:

"Kemarin Ses Renny-nya cerita. Saya jadi sedih mendengarnya. Kamu jangan sedih lagi ya. Kami semua sayang sama kamu. Kalau bukan kamu, siapa lagi yang mau mengurus Mama-nya dan kami semua di sini? Jangan sedih lagi ya. Serahkan semuanya kepada Allah SWT. Semuanya Allah yang mengatur. Kamu yang sabar ya, yang kuat. Jangan sedih lagi. Semangat. Kamu jangan marah saya ngomong begini ya. Saya ngomong begini karena saya sayang sama kamu."

I cried after reading that. Untuk sementara pesan dari tante sangat membantu. Selama ini saya merasa eksistensi saya tidak ada arti, selalu disakiti oleh orang yang saya percaya dan seharusnya melindungi saya, dan ternyata ada orang-orang yang menghargai keberadaan saya. You have no idea how bad I view myself. I have really low self-esteem. Konsep diri saya hancur.

Lulu bilang, "Everybody loves you.I tried to believe her, but it's still hard for me. Jadi, sudahlah.


karya kedua


It is still a long journey. Saya masih punya banyak PR yang harus saya kerjakan untuk lebih mengenal dan mencintai diri saya sendiri. Satu hal yang pasti: saya mau sembuh.
Share:

2 comments:

  1. Itu gambar-gambarnya imut-imut bangetttt jadi gemas. Semoga mewarnai bisa membantu kamu ya, Kim... *sending virtual hug

    ReplyDelete

Please, say something. But, NO SPAM and NO ANONYMOUS. Thank you. ^^;