Saturday, July 18, 2020

Setelah Tiga Bulan

Setelah tiga bulan dan melewati masa-masa gelap, saya sudah bisa melihat cahaya. Keadaan semakin membaik. I can properly function now. Sudah bisa tertawa dan melucu dengan jokes garing. Saya juga belajar untuk terbuka dengan keluarga. Ternyata itu menyenangkan meski saya masih belum bisa cerita beberapa hal ke keluarga. Masih minum obat untuk satu bulan, tetapi rasanya selepas itu sudah bisa lepas dari obat. Well, at least, things are getting better.

Saya melakukan banyak hal untuk mengisi waktu: tentu saja membaca dan nonton film, belajar ulang Matematika dan bahasa Jerman, kruistik, mewarnai, dan menulis di blog ini. Saya masih ada utang merangkum satu textbook kuliah Psikologi Sosial ya. Sekarang sudah di bab 11. Masih dalam proses ditulis rangkumannya. Mungkin agak telat tayang rangkumannya karena saya sedang didera rasa malas. Teman-teman jangan khawatir, saya tetap akan menuliskannya kok karena saya sudah berjanji. Saya tipikal orang yang selalu berusaha memegang teguh janji, sereceh apapun janji itu. Nggak kaya mantan ngasi janji pepesan kosong. Eaaa... Curcol.

By the way, saya belum berani buat login lagi di Twitter karena akun @insanayu itu terlalu banyak trigger. Pernah sekali saya login dan entah kenapa saya merasa ketakutan sendiri. Jadi saya langsung logout. Entah deh kapan saya bisa kembali berani.

Sepertinya saya perlu mencari tempat main baru dan teman-teman baru. Mencari circle baru. Tapi, tidak tahu juga apakah saya punya energi untuk memulainya. Adakah di antara kalian yang ingin menjadi teman baru saya?

Saya sedang bosan. Maka jadilah tulisan melantur ini. Ha, ha.
Share:

2 comments:

  1. setiap bergelimang masalah, gue berusaha mengingat, masalah-masalah gue yang sebelum-sebelumnya itu gimana ya koq udah lewat aja..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga dirimu selalu kuat yah dalam menghadapi masalah apapun. Semangat!

      Delete

Please, say something. But, NO SPAM and NO ANONYMOUS. Thank you. ^^;