Sunday, May 17, 2020

What My Suicide Note Would Be Like

Kalau ada hak untuk hidup, kenapa tidak ada hak untuk mati? Maksud saya, kenapa manusia tidak boleh membunuh dirinya sendiri? Kenapa agama melarangnya? Kenapa society mengutuknya? Hal itu pernah saya tanyakan ke teman saya. Jawabnya cuma, "Stay with me, Kimi."

I am not suicidal (yet), but I often have suicidal thoughts. Just like last night, I was imagining myself cutting my throat or stabbing my chest with a knife that I was holding. At other times, I imagine what it feels like to jump on to a moving train or jump off from the top of a building.

Alasan saya tidak melakukannya karena keluarga saya. Keluarga saya telah melalui banyak hal. Maybe I'm the only good thing that's left in my (nuclear) family. Membayangkan saya -- anak kebanggaan dan kesayangan orangtua -- pulang ke rumah sudah menjadi mayat, matinya karena bunuh diri pula, lalu membayangkan reaksi ibu dan kakak saya, apakah mereka nanti tidak bakal hancur? 

So, the closest thing I can do is harming myself.
Share:

Saturday, May 16, 2020

Why Do I Need To Survive?

Seperti yang saya bilang di sini, saya ingin bertapa dari dunia maya. Nyatanya saya nggak benar-benar bisa. Saya butuh blog ini sebagai media pelarian saya. Blog ini sudah lama menemani saya, senang dan sedih, serius dan bercanda, ada di sini semua. Saya sengaja menuliskannya di sini untuk suatu saat nanti jika mau dilihat-lihat lagi. Kenang-kenangan. Bertahun-tahun dari sekarang ketika saya membaca blog ini, saya akan bergumam, "Oh, dulu saya pernah mengalami ini toh."

Seperti saat ini. I got another big storm that hit me. Dan tadinya saya tidak mau menuliskannya sekarang. Saya berencana ingin menuliskannya nanti saja ketika saya sudah sembuh, tapi saya gak tahu kapan saya bakalan sembuh. Sementara saya sudah tidak tahan lagi.

Yes, you read that right. Ketika saya sudah sembuh yang berarti saya sekarang sedang sakit. I am diagnosed with moderate depressive episode.
Share:

Wednesday, May 6, 2020

Dapat Liebster Award dari Bang Ical

Sebenarnya saya sedang dalam fase bertapa dari dunia maya. Saya sedang ingin masuk dalam gua, yang saya buat, barang satu atau dua bulan, mungkin enam bulan, mungkin juga setahun, atau bahkan mungkin bertahun-tahun. Saya merasa saya perlu masa untuk sendirian supaya lebih bisa mengenal dan, terutama, menyayangi diri sendiri.

Namun, ketika saya mengecek blog ini ternyata ada komentar baru yang masuk di tulisan saya yang "Moral Licensing". Ada sebuah komentar dari Bang Ical yang bilang kalau saya menerima award dari beliau. Wah, wah, wah. Sebuah blog receh begini bisa dapat award! Sungguh saya terharu. Saya jadi teringat masa-masa ngeblog bertahun-tahun yang lalu -- dulu -- di mana antar narablog suka memberi award ke satu sama lain. Duh, masa itu sepertinya sudah lama sekali. Kangen juga. 

Oleh karena itulah, ditambah sebagai sebuah bentuk penghargaan dan rasa terima kasih kepada Bang Ical, saya berhenti sebentar dari bertapanya. Saya keluar dulu dari gua. Saya buka dashboard blog dan mulai mengetik postingan ini.

Akan tetapi, sebelum kita ke acara inti, izinkan saya untuk bercerita sedikit saja.
Share:

Friday, April 3, 2020

Moral Licensing

Bayangkan skenario ini: Suatu hari kalian berencana ingin pergi ke taman kota. Sesampainya di sana ternyata sedang ada acara bersih-bersih taman. Bagi yang mau bantu-bantu dipersilakan daftar di booth yang tersedia dan ada upah capek bagi yang sudah membantu. Kalian pun berminat dan mendaftar.

Bersih-bersih beres, kalian pun duduk-duduk beristirahat di tenda khusus. Uang lelah sudah kalian terima. Di tenda itu disediakan air minum botol, baik air putih, teh, coke, dan minuman ringan lainnya. Sedang asyik kalian beristirahat, tiba-tiba pengemis lewat. Pengemis tersebut dengan memelas berkata, "Bapak/Ibu/Mas/Mbak, permisi... Boleh minta sedekahnya? Saya belum makan dari kemarin. Saya lapar sekali. Boleh ya?" Pertanyaannya, apakah kalian akan memberi sedekah ke pengemis tersebut?

Barangkali sebagian besar dari kalian menjawab akan memberi uang ke si pengemis. Tentu saja kalian akan memberi uang kan kalian baru saja menerima uang lelah dari panitia bersih-bersih. Iya, 'kan?
Share:

Wednesday, April 1, 2020