Monday, July 1, 2019

Film di Juni 2019

Sebelas film yang saya tonton di bulan kemarin, di waktu-waktu saya yang sungguh lapang. Ada film Hollywood (tentu saja), Bollywood (watchlist saya di IMDb semakin banyak saja dengan film Bollywood), dan ada film Korea.

Penasaran film apa saja yang saya tonton? Nah, mari kita langsung saja lihat daftarnya.

1. Pokémon Detective Pikachu (2019)

Sejujurnya, melihat trailer-nya tidak membuat saya otomatis tertarik dengan film ini. Sempat menolak Ryan Reynolds jadi pengisi suara Pikachu. Karena di memori saya suara Pikachu itu ya yang ikonik pika pika itu.

Berhubung saya orangnya open to new experience (halah) juga butuh nonton yang ringan-ringan saja dengan durasi tidak terlampau lama, saya putuskan untuk nonton Pikachu. Saya tidak mencari review atau sinopsisnya bagaimana. Pokoknya nonton sajalah.

Ternyata filmnya sangat menghibur, teman-teman semuanya! Ceritanya memang ringan, tapi tetap ada twist-nya. Membuat saya paham kenapa hanya Tim (Justice Smith) yang bisa mendengar Pikachu bicara. Suka banget di akhir film pas Ryan nongol.

Resmi saya memasukkan Pokémon Detective Pikachu di dalam daftar film favorit 2019 bersama Avengers: EndgameBy the way, gara-gara film ini saya mengunduh ringtone suara Pikachu dan menjadikannya ringtone telpon WhatsApp saya. 😁




Rating: 5 dari 5 - it was amazing

2. Dumbo (2019)

Tidak lama Dumbo dirilis saya langsung ke bioskop untuk nonton meski sebenarnya saya tidak punya memori apapun dengan Dumbo. Murni penasaran.

Setelah masuk bioskop, tidak sampai setengah jam (eh atau satu jam ya?) saya keluar dari studio karena filmnya sangat membosankan dan membuat saya ngantuk. Berhubung saya orangnya baik hati dan selalu memberikan kesempatan kedua (ketiga, keempat, dan seterusnya meski sudah disakiti berkali-kali, tapi tidak kapok-kapok), saya nonton lagi deh filmnya. Siapa tahu waktu pertama nonton itu mood saya sedang tidak bagus atau saya memang sedang lelah.

Kesan kedua sama saja dengan kesan pertama: membosankan. Ceritanya, akting para pemainnya, semuanya. Hanya Dumbo dan ibunya yang bisa membuat saya cukup terhibur. Untunglah saya tidak punya pengalaman apapun dengan Dumbo, jadi saya tidak perlu misuh-misuh kecewa karena film ini telah merusak kenangan saya akan Dumbo.




Rating: 1 dari 5 - didn't like it

3. Badhaai Ho (2018)

Nakul (Ayushmann Khurrana) malu banget begitu dikasih tahu ibunya hamil lagi. Bukannya dia khawatir bagaimana kondisi ibunya yang sudah tua atau bagaimana nanti adiknya lahir nanti, eh dia malah malu. Nakul bilang seharusnya orangtuanya di usia segitu (tidak disebutkan angka pastinya, tapi marilah dikira-kira saja) sibuk memikirkan pernikahan anaknya kelak, eh bukannya malah sibuk memikirkan bayi. Di benaknya lagi dia masih tidak bisa mencerna orangtuanya masih aktif berhubungan seks. Ini lucu sih. Hihi.

Well, Nakul pun jadi ngambek sama orangtuanya. Dia menolak untuk hadir ke pernikahan adik sepupunya. Dia mulai membantah orangtuanya. Rasa malu dan amarahnya itu mengganggu hubungannya dengan Renee (Sanya Malhotra), pacarnya.

Kekuatan film ini ada di dialognya yang lucu. Konfliknya juga tidak hanya Nakul yang malu dan harus siap diejek-ejek, tetapi juga konflik mertua-menantu, yaitu antara nenek dan ibunya Nakul juga menarik. Filmnya ini apa ya... Kayaknya hampir semua konflik yang ada relatable di sekitar kita. Eh tapi kalau di bagian wanita paruh baya masih bisa hamil lagi, saya belum menemukannya di sekitar saya sih. 🙊




Rating: 4 dari 5 - really liked it

4. Oldboy (2003)

Bagaimana rasanya disekap selama lima belas tahun tanpa tahu alasannya? Tahu-tahu kamu dilepaskan begitu saja dengan jas mahal, jam tangan mahal, dan uang. Lalu, kamu disuruh mencari sendiri jawabannya dan dikasih tenggat waktu. Setelah melewati tenggat waktu dan kamu tidak bisa menemukan jawabannya, akan ada hal buruk yang terjadi. Itulah yang terjadi pada Oh Dae-su (Choi Min-sik). Dalam usahanya mencari jawaban dia berkenalan dengan Mi-do (Kang Hye-jung). Mereka saling jatuh cinta meski usia mereka terpaut cukup jauh.

Akhirnya, Oh Dae-su menemukan jawaban dari pertanyaannya selama ini. Dia tahu siapa penyekapnya dan apa yang menjadi motivasinya tersebut. Dae-su harus membuka laci memorinya lagi karena pemicu peristiwa ini terjadi jauh di masa mudanya, yaitu sewaktu dia masih di sekolah menengah. Tanpa sengaja dia menyaksikan kakak-beradik kandung bermesraan di salah satu ruang sekolah. Lalu, rumor beredar dengan penghembus gosipnya adalah Dae-su. Padahal bukan dia biang gosipnya. Akibat rumor tersebut, kakak dari Lee Woo-jin (Yu Ji-tae) mati bunuh diri. Woo-jin yang sangat mencintai kakaknya menghabiskan waktunya menyimpan dendam dan merancang sebuah pembalasan dendam yang epik.




Rating: 5 dari 5  - it was amazing

5. Whatcha Wearin'? (2012)

Kisah komedi romantis yang gayanya basi. Yang satu punya pacar, tapi sudah tidak nyaman lagi, tapi kok masih mau menikah. Yang satu baru putus pacar. Hanya karena salah sambung phone sex, mereka lanjut telpon-telponan. Meet up, bercinta, menemukan kenyamanan dan saling jatuh cinta, tapi telat mengakui, ya begitu-begitu deh. Standar. Gampang ditebak. Tapi, tetap ada yang lucu kok dialognya. Kalau mau nonton yang ringan-ringan dan mau mimpi sebentar punya kisah romantis, tidak apa-apa deh nonton film ini.




Rating: 3 dari 5 - liked it

6. Gully Boy (2016)

Murad (Ranveer Singh) punya mimpi ingin menjadi seorang rapper terkenal. Perjalanannya ke sana dimulai ketika dia berkenalan dengan MC Sher (Siddhant Chaturvedi). Sher seperti mentor buat Murad. Dia mengajari Murad dunia rap, mengajaknya rekaman, syuting buat video klip, dan mempopulerkannya di media sosial.

Jika di luar Murad mulai mendapatkan ketenaran, di rumahnya dia tetap tidak dianggap oleh ayahnya. Ayahnya menikah lagi dan dia harus melihat ibunya menderita. Belum lagi berbagai ucapan dari ayahnya yang menyakiti baik Murad maupun ibunya. Biasalah, patriarki.

Patriarki juga dapat dilihat di rumah pacarnya Murad, yakni Safeena (Alia Bhatt). Safeena diawasi sangat ketat oleh orangtuanya. Tidak boleh pacaran, tidak boleh dandan, tidak boleh jalan-jalan dengan teman-temannya, dan ujung-ujungnya dipaksa menikah.

Cerita Gully Boy seperti cerita lain tentang mengejar mimpi. Apapun yang menjadi mimpimu, berusahalah dengan keras untuk menggapai mimpi. Apalagi jaman sekarang mau tenar juga mudah. Gunakan media sosial.

By the way, kalau boleh ngedumel sedikit, karakter yang saya paling sebal di sini adalah Safeena. Orangnya posesif, cemburuan, dan kasar. Dia tidak segan-segan untuk melabrak siapa saja yang dianggapnya akan merebut Murad dari tangannya. Bahkan, dia mau sampai memukul kepala seorang wanita pakai botol minuman. Heran juga sih Murad bisa betah mau pacaran dengan Safeena. Apakah cinta harus sebuta itu?




Rating: 4 dari 5 - really liked it

7. Water for Elephants (2011)

Membosankan. Ceritanya bertele-tele. Akting Robert Pattinson juga tidak wah banget. Penasaran nonton sejak lama sekali karena ada Reese Witherspoon. Tiba-tiba kepikiran. Apa jangan-jangan saya ini memang tidak suka film dengan setting sirkus ya? Dumbo juga kan tidak mengesankan buat saya.




Rating: 1 dari 5 - didn't like it

8. The Servant (2010)

Seorang pelayan dari seorang bangsawan jatuh cinta pada seorang wanita. Celakanya, tuannya juga jatuh cinta dengan wanita yang sama. Akhir cerita bikin baper. Karena si pelayan masih setia mencintai dan menjaga si wanita meski wanitanya sudah berubah. Membuat saya bertanya-tanya, "Eh, ini di mana ya saya bisa cari satu laki-laki model begini?"




Rating: 3 dari 5 - really liked it

9. Oldboy (2013)

Film remake dari film Korea berjudul sama, Oldboy (2003). Tentu saja dong saya penasaran buat nontonnya. Apakah film remake ini sama bagusnya dengan film aslinya? Plus, ada Josh Brolin. Makin penasaran dong.

Well, di IMDb ratingnya jelek sekali. Cuma dapat 5.8 dari 10. Yah, meski ratingnya di IMDb tidak meyakinkan, saya tetap nonton dan tidak masalah kasih skor 4 dari 5. Atau menggunakan skala 1 - 10, saya kasih skor 8.

Memang dari sisi emosi, Josh Brolin dan Elizabeth Olsen kurang banget. Om Josh kayaknya kurang cocok buat memerankan karakter yang harus menguras emosi, ya marah, sedih, berdarah-darah. Seperti itulah. Chemistry di antara keduanya juga terkesan dipaksakan. Contohnya saja nih ya. Ketika Marie Sebastian (Elizabeth Olsen) dan Joe Doucett (Josh Brolin) menginap di satu kamar hotel, ujug-ujug si Marie keluar dari kamar mandi pakai handuk doang. Dia mengganti perban Joe dengan masih pakai handuk saja. Terus, sama-sama nafsu, lalu bercinta. YA HELLO?? Ini kapan dibangunnya cerita mereka sama-sama naksir ya?

Tapi, saya masih menghargai plot yang dibikin sedikit berbeda. Misalnya, kenapa Adrian (Sharlto Copley) begitu dendam dengan Joe. Cerita insesnya dibikin beda dengan inses yang di Oldboy versi Korea. Dan di sini jauh lebih... Sakit.




Rating: 4 dari 5 - really liked it

10. The Age of Adaline (2015)

Tertarik nonton karena sinopsis singkatnya di IMDb. Tentang seorang wanita muda. Adaline Bowman (Blake Lively), yang lahir di awal abad ke-20. Suatu hari dia mengalami kecelakaan, yang ajaibnya membuatnya berhenti menua. Dia tetap cantik. Tidak sakit. Tidak ada keluhan apapun. Eh, dia ada keluhan sih, yaitu harus hidup dalam kesendirian.

Saya kira film ini bakal seperti film romantis lainnya yang klise. Ya, to be honest, ceritanya ya standar lah. Di tengah-tengah hidupnya yang menyendiri Adaline kedatangan pria muda dan tampan yang membuat hidupnya jungkir balik dan memutuskan untuk menceritakan rahasianya. Tapi, surprisingly, filmnya nggak terkesan murahan. Jauh dari kesan basi. Apa mungkin karena saya disuguhi pemandangan indah Blake Lively dan Michiel Huisman ya? Mereka cantik dan ganteng banget ya ampun.

Blake di sini aktingnya elegan. Barangkali karena tuntutan peran sebagai Adaline Bowman yang notabene wanita kelas menengah-atas, terdidik, dan anggun. Sementara Michiel perannya sebagai pria hopelessly romantic. Ahay.

Oh iya, saya suka banget hubungan Adaline dengan anaknya, Flemming, yang diperankan oleh Ellen Burstyn. Mereka dekat sekali. 💖




Rating: 4 dari 5 - really liked it

11. About Time (2013)

Di usianya yang ke-21, Tim (Domhnall Gleeson) mengetahui satu rahasia bahwa dia ternyata bisa menjelajahi waktu. Dia bisa ke masa lampau, tetapi tidak bisa ke masa depan. Tim menggunakan kekuatannya itu untuk mencari pacar. Duh, saya juga mau dong kalau begitu.

Well, anyway, sekilas About Time bercerita tentang kisah cinta, tetapi ini lebih ke drama keluarga. Tidak terlalu banyak konflik dan lebih menekankan kedekatan hubungan keluarga para karakternya, terutama hubungan antara Tim dan ayahnya. Mengharukan melihat Tim yang untuk terakhir kalinya berkunjung ke masa lampau untuk menengok sang ayah tercinta. I cried watching this scene.




Rating: 3 dari 5 - liked it

Oke. Itulah sebelas film yang saya tonton selama sebulan kemarin. Semoga bisa jadi rekomendasi buat teman-teman. Atau, barangkali kalian juga ingin kasih saya rekomendasi film? Monggo lho. Kolom komentar terbuka lebar untuk kalian.
Share:

Sunday, June 23, 2019

Random #35

Random 1

Yesterday was my mom's birthday. Usually on special occasions, like birthdays, I take my mom out to dinner. Unfortunately, I was (still am) broke so I couldn't take her out yesterday. But, don't worry, Mama. Once I have money I will take you to a fancy restaurant.




Happy birthday, Mama! May you always be blessed with love, joy, happiness, and health.

Random 2

I celebrated Idulfitri in Jakarta with my sister and her family. I never celebrated Idulfitri outside my hometown before. But, this year I decided I wanted to do something different. So, I told my sister that I planned to go with her to Jakarta.

I was glad that I made the decision because I was having a blast in Jakarta. It was a jolly experience. We went to our cousin's and uncle's houses. We met our big family, who live in Jakarta, whom we rarely meet. We had great feasts, nice conversations, and good laughs. I felt that was our bonding time as an extended family. Our relationship is getting closer. Hopefully.

You know what makes me happy about this? It's true what science says. Having a good connection with other people, a.k.a social relationships, does really boost your dopamine levels. It makes your life happier and more meaningful. Me, as an isolated and a lonely person, couldn't agree more with that. I could feel dopamine gushed in my brain during that time. Now I know what it feels like to have many good relationships with family and relatives.

Okay, Kimi. To make you happy and keep your brain young, there is no harm in reaching out to your family or friends. Send them a text, ask them how they are doing, and probably you can schedule your time to meet them.

Here are some memorabilia.


at my cousin's house


at my uncle's house


at sashimi's house (read: Sushi Tei)


Random 3




Can you believe that I bought these two Senka Perfect Whip facial foam only for Rp41,000 (or Rp42,000) for each? What a real bargain, right?? FYI, I bought them at Guardian in Jakarta.

Random 4

I have been watching more Bollywood movies recently. Surprisingly they were all awesome. They were very entertaining. All this time I remember Bollywood movies as cheesy, cheap plots and predictable twists, with full singing and dancing. As a result, I keep adding more and more Bollywood in my movie-to-watch list in my IMDb account.
Share:

Sunday, June 9, 2019

Film di Mei 2019

Halo, semuanya! Selamat Idulfitri. Mohon maaf lahir dan batin. Bagaimana libur lebaran kalian? Semoga menyenangkan ya!

By the way, bulan kemarin saya cuma nonton delapan film. Ini daftar filmnya:

1. Milly & Mamet (2018)

Okay, it was funny. Tapi, sering nonton film-filmnya Ernest jadi lumayan hapal gaya humornya dan jadinya mudah ketebak. Sementara di konflik filmnya sendiri, seperti Milly yang bosan di rumah dan ingin bekerja, Milly yang insecure dengan Alex, soal money laundering, somehow saya merasanya... Kok kurang greget ya? I don't know. Maybe that's just me though.




Rating: 2 dari 5 - it was okay

2. Birdman or (The Unexpected Virtue of Ignorance) (2014)

Ketenaran itu memang melenakan. Ketika kita sudah tenar lantas kemudian terlupakan rasanya itu nggak asyik banget. Ada yang bisa bangkit, namun tidak sedikit yang terpuruk.

Riggan Thomson (Michael Keaton) terkenal lewat perannya sebagai Birdman di film pahlawan super. Setelah masanya sudah lewat, dia mencoba peruntungan lain di Broadway. Riggan diganggu oleh "delusi"-nya bahwa dia adalah Birdman sungguhan dan memiliki kekuatan super.




Rating: 3 dari 5 - liked it

3. Rurouni Kenshin Part I: Origins (2012)

Akibat binge-watching Samurai X saya jadi kepingin nonton versi layar lebarnya. Berhubung sudah punya ekspektasi lumayan tinggi, jadinya film ini biasa saja buat saya. Malah saya banyak protes di sana sini. Like, adegan berantemnya kurang seru (tidak seperti di anime-nya yang seru banget, meski memang cenderung lebay sih) dan pemainnya kurang ganteng, terutama yang jadi Sanosuke. Kalau Kenshin, yah dia kadang ganteng, kadang biasa saja. Tapi, yang lumayan ganteng sih ada. Namanya Yosuke Eguchi. Itu lho yang jadi Hajime Saitou.




Rating: 2 dari 5 - it was okay

4. Rurouni Kenshin Part II: Kyoto Inferno (2014)

Dari alur cerita saya bisa lebih menikmati Kyoto Inferno ketimbang film Rurouni Kenshin yang pertama. Saya langsung jatuh hati sama Ryunosuke Kamiki, pemeran Sojiro Seta. 💓




Rating: 3 dari 5 - liked it

5. Rurouni Kenshin Part III: The Legend Ends (2014)

Meski masih suka protes di sana sini (karena masih membandingkannya dengan versi anime), overall filmnya masih bisa saya nikmati. Oh iya, saya agak terganggu dengan cara jalannya Kenshin. Dan saya mencoba mengingat-ingat gaya jalan Kenshin di anime-nya. Ya gimana ya... Di film terasa kurang natural. Kurang apa ya? Kurang luwes begitu kali ya?




Rating: 3 dari 5 - liked it

6. Body of Lies (2008)

Abang Leo dapat peran jadi agen CIA yang bertugas di Timur Tengah. Kalau cuma mau melihat akting karismatiknya Leonardo, ya boleh lah nonton film ini. Hehehe.




Rating: 3 dari 5 - liked it

7. Andhadhun (2018)

Ini film keren banget! Ceritanya tentang pria buta yang jago main piano dan jago nyanyi. Suatu hari dia ke apartemen kliennya dan mau tidak mau dia menjadi saksi peristiwa pembunuhan. Nah, lho! Bingung kan? Jadi saksi pembunuhan? Ternyata Akash ini pura-pura buta. Eh, kok jadinya dia dibikin buta beneran sama si pelaku pembunuhan. Tapi, tapi, di akhir film dia bisa menendang kaleng. Loh, loh. Bingung gak? Nonton deh filmnya. Sangat saya rekomendasikan.




Rating: 5 dari 5 - it was amazing

8. Jumanji: Welcome to the Jungle (2017)

Nonton ulang karena ingin nonton film yang ringan-ringan saja dan bisa bikin ketawa. Rating-nya masih sama dengan rating yang saya kasih waktu pertama nonton: 4 bintang!




Rating: 4 dari 5 - really liked it
Share:

Monday, May 27, 2019

On Fire

Things are slowly getting better. Mood swings are less frequent now. Which is good and I'm really grateful. Although work is still dull and boring, but I think I can work that out.

By the way, I've been thinking lately to make this blog back to its old function which is to share my stories. I mean I'll try to write more personal, well, maybe not too personal. Like, you know, highlights about what's happening lately in my life, which I can assure you there is nothing interesting about that. But, hey, I'm still willing to share those with you.

This change probably because I read one of my idol's blog. He updates his blog quite often lately and most of his updates are about his daily life, recent events, and sometimes about his love stories. I found that very entertaining. Really. I genuinely enjoy reading his blog posts.

Most of blogs now are talking about serious stuffs or ads. Don't get me wrong. I have nothing against that. Sometimes I write that, too. But, I've got to admit that I miss the times when people write silly stuffs, random things, or heartbreaks. I miss the times just by reading a blog is like listening to your good friends telling you their stories. As if you were sitting next to them, enjoying your drink and food, and, of course, you're enjoying their stories, too. That's what I feel every time I read his blog. A delight.

So, in that purpose, I wanted to tell you that my office building was caught on fire. It happened on last Tuesday (21/05). It completely destroyed my super big boss' room office, but the other offices were safe, including mine. At first I heard a commotion. I thought there were fights. When I got out I saw there was black smoke coming out from my boss' office. While some people were running to put out the fire, I was running to save my life. And my laptop. And my bag, too. I was so panicked I left my jacket on my table. The Manchester United jacket which my dad bought me. I wanted to run back to grab it, but the smoke was already too thick. As much as I really loved that jacket, I still didn't wanna die in vain. I still wanted to live. Luckily, the jacket was saved. My friend saved it for me. Thank you, Friend!


picture was from here


When that happened I had this one particular person on my mind that I wanted to contact. I'd been yearning to get in touch with him. I wanted to call him and say, "Hey, you know what, my office was caught on fire!" But, I refrained myself from doing that because I decided that I didn't want to bother him anymore.

Few days later he texted me. I was so, so, so happy. The more I think about it, the more I realize that it is him that I truly love.

And at last, after struggling for the last few months, I finally can put my mind at ease. I can feel the happiness again. I just hope that it will be a permanent, but if it can't, well, let's hope that I can be happy for as long as I can.
Share:

Friday, May 10, 2019

That I Would Be Good

Last night one of my friends sent me a message on Telegram asking me how I was doing. I told her that I was fine. Well, to be honest, I wasn't fine. I am still not fine. I'm just pretending.

Work has been dull. The atmosphere at office makes me feel like suffocated. Every morning I have been dragging my self so hard to go to work. Every second I have to remind myself that I need money so I can feed my family.

Now about my personal life. Things have been not doing great at home. There are a lot of bickers. My mood changes as fast as the speed of light. I don't know how many nights already that I have spent just by whining, crying, or simply silently staring at the wall of my bedroom. I tried to humor myself by watching Samurai X anime series and The Big Bang Theory. I tried to pick up books, but my brain refused them. It's funny actually. Last month only I could read 11 books, but now I have zero interest in reading. It's funny because that I can devour many books just in a month before bad mood strikes and it makes me doesn't want to read anything.

Another funny thing is the reason I read those many books was I needed an escape. I always have these awful and infuriating memories that keep coming back. I often have these recurring dreams which make me cry in my sleep. And when I wake up it feels like a large rock has been dropped onto my chest.

And the thoughts of longing for someone. That I miss him. Terribly. That I love him. So much. That I cannot tell that directly to him just because I don't want to get another rejection.


picture was from here


I am fighting. Sometimes I can stand tall and put all those miseries and traumas behind me. But, at other times I surrender myself to the sorrow.

I don't know whether I am too weak, love exaggerating things, or else. I have no idea.

I am struggling. Hey, aren't we all?

But, don't worry. Just like Alanis Morissette once sang "That I Would Be Good". So, rest assured, my friends, that we would be good.
Share: