Friday, June 5, 2020

Memperkenalkan Psikologi Sosial

Di tahun 2014 yang lalu saya pernah iseng mencoba merangkum tiap bab dari buku History of Western Philosophy karangan Bertrand Russel. Teman-teman bisa membacanya di sini. Sayang sekali saya tidak melanjutkannya sampai habis karena bukunya terlalu susah buat saya. Ha, ha.

Kali ini saya ingin melakukan hal serupa. Saya akan merangkum (sepertinya) buku teks kuliah Social Psychology yang ditulis oleh David G. Myers. Jika diperlukan, saya akan menambah dari sumber-sumber lain. Jadi tidak saklek hanya dari buku Myers tersebut, tapi sumber utamanya tetap dari buku beliau. 

Penggemar: Kenapa sih, Kim, kamu mau capek-capek merangkum satu textbook kuliah begitu? Kamu nggak ada kerjaan ya? Hidup kamu kelewat woles ya?

Well, saya sedang semangat untuk meng-update blog ini dan saya sedang dalam rangka ingin bertambah pintar. Katanya sih kalau ingin bertambah pintar, kita harus sering-sering berbagi ilmu dengan orang lain. So, saya baca buku dan supaya lebih menempel di otak isinya apa saja, ya saya bagikan saja di sini.

Penggemar: Kalau begitu kenapa Psikologi Sosial, Kim? Kenapa bukan Psikologi Klinis, misalnya?

Karena saya suka Psikologi Sosial. Sudah, itu saja alasannya.




Rencananya saya akan menulis 2 - 3 kali seminggu supaya bukunya cepat habis dirangkum. Pastinya akan ada masanya saya malas menulis atau sedang sibuk di dunia nyata, jadi tidak bisa menulis sesering itu. Jika masa itu datang, saya tetap akan berusaha memaksa diri saya untuk menulis setidaknya seminggu sekali.

Baiklah, cukup sekian preambule-nya. Mari kita langsung saja ke bukunya.

Chapter 1: Introducing Social Psychology

Sebelum kita melangkah lebih jauh membahas Psikologi Sosial dengan berbagai topik yang ada di ranahnya, terlebih dahulu kita membahas apa itu Psikologi Sosial.

Jadi, apakah itu Psikologi Sosial? Definisinya banyak sekali. Kita tidak akan membahas semuanya. Saya hanya akan memakai 3 definisi.

Pertama, definisi menurut Myers:

Social psychology is the scientific study of how people think about, influence, and relate to one another.

Psikologi Sosial adalah studi ilmiah mengenai bagaimana individu berpikir tentang, mempengaruhi, dan berelasi antar satu sama lain.

Kedua, menurut Saul McLeod di situs SimplyPsychology:

Social psychology is the scientific study of how people's thoughts, feelings, beliefs, intentions, and goals are constructed within a social context by the actual or imagined interactions with others.

Psikologi Sosial adalah studi ilmiah yang mempelajari bagaimana pikiran, perasaan, keyakinan, intensi, dan tujuan dari individu terbentuk dalam sebuah konteks sosial dengan interaksi yang nyata terjadi atau membayangkan interaksi dengan individu lain. 

Ketiga, mengutip Gordon Allport di situs Springer Link

Social Psychology is the scientific attempt to understand and explain how the thought, feeling, and behavior of individuals are influenced by the actual, imagined, or implied presence of others.

Psikologi Sosial adalah usaha saintifik untuk memahami dan menjelaskan bagaimana pikiran, perasaan, dan perilaku individu dipengaruhi oleh kehadiran individu lain baik secara nyata atau dibayangkan.

Jadi, dari tiga definisi tersebut kesimpulannya adalah Psikologi Sosial ini sebuah ilmu yang mempelajari secara ilmiah bagaimana pikiran, perasaan, dan perilaku individu terbentuk dengan kehadiran orang lain, baik secara nyata atau sekadar dibayangkan. Contohnya apa nih? Salah satu contoh penelitian yang terkenal adalah eksperimen yang dilakukan oleh Stanley Milgram tentang kepatuhan. Saya sudah pernah membahasnya di sini. Inti dari penelitian tersebut, yaitu manusia memiliki kecenderungan untuk mematuhi perintah yang diberikan oleh figur otoritas kepada mereka.

Penggemar: Kalau sudah tahu definisi dari Psikologi Sosial, terus apa, Kim? Apa yang bisa kita dapat dari Psikologi Sosial? Apa saja ide-ide besarnya?

Saya kasih saja screenshot-nya ya.


klik gambar untuk memperbesar


Ide-ide besar ini akan dibahas secara lebih rinci di bab-bab berikutnya. Jadi, saya tidak akan menjelaskannya secara rinci sekarang. Intinya sih topik atau tema yang ada di Psikologi Sosial sangat applicable di kehidupan kita sehari-hari. 

Selayaknya seperti ilmu-ilmu ilmiah yang lain, teori-teori (dan/atau penelitian-penelitian) Psikologi Sosial pun harus memiliki pondasi yang kuat. Hal tersebut didapat dari riset yang bagus. Jadi, dia tidak hanya bermodal katanya atau common sense. Tapi, harus dibuktikan juga. Kalau kata ilmuwan Perancis Jules Henri Poincaré, "Science is built up with facts, as a house is with stones."

Dalam penelitian di Psikologi Sosial tentu ada hipotesa yang diuji. Macam-macam metode penelitiannya, yaitu penelitian korelasi, causation, survey, dan eksperimen. Tentu saja saya tidak akan membahasnya satu per satu karena... metode penelitian adalah kelemahan saya. Ha, ha, ha.

Ya sudah. Bab satu-nya segini saja. Mungkin kalian merasa di bab satu ini belum terlihat keseruan dari Psikologi Sosial, tetapi percayalah di bab-bab berikutnya akan seru sekali. Yah, setidaknya menurut saya sih. Sobear with me. Sabar ya.

Sampai jumpa di bab berikutnya!

Referensi:

1. Myers, D. G. (2010). Social psychology (10th ed.). New York: McGraw-Hill.

2. McLeod, S. (2007). Social psychology. SimplyPsychology. Retrieved June 5, 2020, from https://www.simplypsychology.org/social-psychology.html

3. Uldall, B. R. (2013). Social Psychology. Springer Link. Retrieved June 5, 2020, from https://link.springer.com/referenceworkentry/10.1007%2F978-1-4020-8265-8_1047#:~:text=Description,of%20others%20(Allport%201954). 
Share:

2 comments:

  1. Seru nih, Mbak Kimi. Saya nggak sabar baca postingan selanjutnya. Pengetahuan psikologi sosial penting banget sih supaya nggak gampang ikut-ikutan dan terpengaruh, entah oleh otoritas mana.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dan karena itulah kenapa aku cinta banget dengan Psikologi Sosial. Dia mengajarkanku banyak hal dan sangat applicable dalam kehidupan sehari-hari.

      Delete

Please, say something. But, NO SPAM and NO ANONYMOUS. Thank you. ^^;