Thursday, October 22, 2020

[Film] A Beautiful Day in the Neighborhood

Judul: A Beautiful Day in the Neighborhood
Sutradara: Marielle Heller
Penulis: Micah Fitzerman-Blue dan Noah Harpster
Pemain: Tom Hanks, Matthew Rhys, Chris Cooper, Susan Kelechi Watson
Tanggal rilis: 31 Januari 2020
Durasi: 109 menit
Rating: 4 dari 5⭐

Fred Rogers (Tom Hanks) adalah pembawa acara televisi anak-anak yang sangat terkenal pada zamannya. Sementara Lloyd Vogel (Matthew Rhys) adalah seorang jurnalis majalah Esquire. Ia ditugasi untuk mewawancarai Mister Rogers. Tulisan yang diminta pendek saja, 400 kata. Llyod yang terbiasa menulis artikel investigasi merasa tidak biasa menulis pendek. Lagipula, kita berbicara tentang Mister Rogers, idola anak-anak Amerika Serikat. Pahlawan anak-anak. Empat ratus kata tentu saja tidak cukup untuk menjelaskan siapa sebenarnya Mister Rogers.

Maka Lloyd berinisiatif untuk menulis artikel panjang, meski awalnya ditolak atasannya. Untuk itu, Lloyd harus sering bertemu dengan Mr. Rogers untuk melakukan wawancara. Setiap pertemuan meninggalkan kesan yang mendalam buat Lloyd. Mr. Rogers adalah tokoh yang kompleks. Tidak sesederhana yang biasa dilihat di televisi. 

Share:

Tuesday, October 13, 2020

Tiga Cerita dalam Satu Tulisan

Tidak terasa bulan Oktober ini satu tahun saya bekerja di Jakarta. Saya sudah nyaman dan betah di tempat kerja. Meski terkadang kalau sedang kangen rumah saya mempertanyakan keputusan saya untuk pindah, "Apakah saya mengambil keputusan yang tepat?"

Kegalauan itu semakin menjadi sekarang. Saya baru pulang dari rumah setelah satu bulan melepas rindu dengan Mama dan kampung halaman. Ketika saya berpamitan dengan Mama kemarin pagi, Mama memeluk erat dan mencium saya. Sekilas saya melihat Mama air mukanya sedih. Beliau menangis. Hati saya terasa berat untuk pulang.

Saya bisa mengerti perasaan beliau. Tentunya harapan beliau saya, sebagai anak bungsu, di rumah menemaninya. Apalagi di rumah sekarang sepi. Beliau hanya ditemani nenek dan tante saya. Biarpun ada temannya, tentu beda rasanya jika ditemani anak sendiri. 

Sewaktu pulang kemarin Mama saya mengajukan permintaan khusus. Beliau ingin tidur dengan saya. Tentu saja saya mengiyakan. Saya memeluk beliau di saat tidur dan terkadang saya menciumnya. Jujur, saya tidak pernah menyangka di usia sekarang saya bisa sedekat ini dengan ibu saya. Dulu sewaktu saya masih kecil saya melihat Mama sebagai sosok yang jauh untuk dijangkau. Kami tidak pernah dekat. Hubungan kami baru terasa baik setelah Mama menua dan saya dewasa. Semakin tua Mama semakin berkurang egonya dan saya mau membuka ruang untuk memberi kesempatan kepada kami berdua supaya memiliki hubungan yang baik.

Penggemar: Itu kan cerita pertama dalam tulisan ini tentang kamu dan Mama-mu, Kim. Kalau tentang setahun belakangan ini ada kejadian apa yang seru selama di Jakarta? Apa cerita berikutnya?

Saya masih sakit-sakitan. Ha, ha. Sungguh tidak asyik ya?

Share:

Saturday, October 3, 2020

Lima Aliran Feminisme

Saat ini saya punya minat baru. Saya tertarik dengan feminisme. Sebenarnya sejak dulu saya ingin belajar feminisme, tetapi selalu tergoda untuk belajar yang lain terlebih dahulu. Hal yang membuat saya tertarik dengan feminisme adalah karena saya perempuan. Saya ingin belajar lebih dalam tentang isu-isu perempuan. Perlu teman-teman ketahui pengetahuan saya terkait topik ini nol besar.

Untuk itu, target saya beberapa bulan ke depan (atau sampai saya bosan) akan membaca buku-buku terkait feminisme. Sampai saat ini saya sudah membaca empat buah buku bertemakan feminisme. Buku-buku yang sudah saya baca, antara lain The Second Sex (saya nggak ngerti ini isinya apa, huhuhu), Feminism: A Very Short Introduction, A Feminist Manifesto: Kita Semua Harus Menjadi Feminis, dan Membunuh Hantu-Hantu Patriarki

Sekarang saya sedang iseng membaca salah satu buku teks kuliah saya dulu, yaitu Half the Human Experience: The Psychology of Women. Buku ini dipakai untuk mata kuliah Psikologi Wanita dan Gender. Bukunya tebal sekali 592 halaman. :((


sampul bukunya dari Goodreads


Seperti biasa, agar saya dapat memahami isinya dengan baik dan supaya saya tidak lupa, saya akan mencatat bagian yang saya anggap penting dari buku ini. 

Untuk catatan pertama, saya baru tahu ada lima jenis feminisme, yaitu liberal or moderate feminism, cultural feminism, Marxist or socialist feminism, radical feminism, dan postmodern feminism.

Share:

Thursday, October 1, 2020

Sebuah Kemunduran

30 Days Writing Challenge terhenti di hari ke-7 dan saya tidak berminat melanjutkannya karena topik berikutnya susah. Haha. Mohon maaf saya tidak bisa menyelesaikan tantangan yang saya buat sendiri.

By the way, saya ingin curhat. Ini adalah tulisan kegelisahan saya. Saya menulis kali ini mengalir saja tanpa editing (biasanya juga begitu sih). Pokoknya apa yang ada di kepala langsung saya tuangkan.

Jadi begini...

Share:

Wednesday, September 23, 2020

Interstellar

Day 7: Favorite Movie

Outer space always amazes me. It shows me how tiny human is in the vast galaxies. It makes me humble as a human being and realizes how omnipotent God is. 

So, when Interstellar was released in 2014 there was no chance that I would miss it. Plus, it's directed by my favorite director, Christopher Nolan. Any movies that come from his hands are 100% guaranteed nicely done. I know, I know it's bias. But, who cares? 
Share: