Sunday, April 22, 2018

Earworm #4

April 22, 2018 2 Comments
Sungguh tidak disangka dan tidak diduga ternyata tahun ini saya rajin mengikuti Indonesian Idol, meski yah nontonnya di Youtube doang. Lagu-lagu Earworm kali ini adalah lagu-lagu yang dibawakan oleh Abdul di ajang pencarian bakat tersebut. Lagu-lagu, menurut saya, yang merupakan termasuk dari beberapa penampilan terbaik dari Abdul dan paling saya suka. Lagu-lagu yang -- ini beneran -- belum saya pernah dengar sebelumnya. Lagu-lagu yang sampai saat ini belum bisa bikin saya move on karena godaan untuk memutarnya terus-terusan begitu besar.

1. All I Want - Kodaline




Ternyata lagu ini merupakan lagu katarsisnya Stephen Garrigan (vokalis Kodaline) sewaktu dia ditinggal pacarnya, yang sekarang sudah jadi mantan. Mantannya itu pergi berlibur dan pulang-pulang punya pacar baru. Dikutip dari sini:

He told The Sun: "The breakup was two years before. It takes some people longer to get over stuff. Every word is autobiographical. It was pure hell." ... "I was in my attic," he continued," just lying there, isolating myself from everything and feeling sorry for myself. When I wrote that song, it was a f---ing weight off my shoulders. It's a sad song, but then again it's a positive song, because it says I'll find somebody. Life goes on." [...] "'All I Want' is basically a letter to my ex-girlfriend. Every song has its own story."

Yaelah. Pantesan ya lagunya sedih banget.

All I want is nothing more
To hear you knocking at my door
'Cause if I could see your face once more
I could die as a happy man I'm sure
When you said your last goodbye
I died a little bit inside
I lay in tears in bed all night
Alone without you by my side

Link Spotify: All I Want - Kodaline

2. You Are The Reason - Calum Scott





Saya lebih suka versi yang duet ini ketimbang versi solonya. Buat saya lagunya menjadi lebih merdu dan lebih menyayat hati. Hihi.

Terus, apa arti di balik lirik lagu yang mengiris ini? Calum Scott bilang begini:

“’You Are The Reason’ started out as a song about something completely different than what it is now. It was originally written from a fragile place of anxiety and not knowing the cause of it, so the song started to become ‘Without A Reason’. But as we carried on writing, we realized how every relationship has difficult times but you stick with it because the love you fundamentally feel for the other person overrides everything else,” says Scott. “I wrote this song to say thank you to those special people who make our lives better, simply because they’re in it.”

I'd climb every mountain
And swim every ocean
Just to be with you
And fix what I've broken
Oh, 'cause I need you to see
That you are the reason

Link Spotify: You Are The Reason - Calum Scott

3. History - One Direction




Saya suka sama video klipnya. Melihat video klipnya ini bikin bahagia. Menyenangkan rasanya melihat metamorfosa para anggota One Direction dari jaman cupu sampai sekarang sudah jaman gaul dan gayanya keren-keren (paling emesh lihat Dik Niall). Yang ditampilkan pun potongan-potongan video mereka sedang bersenang-senang, tingkah polah mereka sewaktu tur, pokoknya aura positif dan bahagianya menular sampai sini.

Lagu ini dibuat untuk para fans 1D yang sudah setia menemani mereka selama lima tahun sejak boyband tersebut terbentuk di tahun 2010. Seperti yang sudah kita ketahui bersama 1D sekarang sedang dalam masa hiatus tanpa batas. Katanya sih, "Hiatus is not the end of the group." Kalau kata Liam Payne, "It's not a goodbye, it's just, 'See you later'. It's like what Tigger used to say: 'Ta-ta for now.'" Cuma ya siap-siap saja lah.

Hal yang menarik untuk bagian chorus, Horan dan produser Julian Bunetta mengundang fans 1D ke studio rekaman untuk ikutan bernyanyi. Keren banget ya!

You and me got a whole lot of history
We could be the greatest thing that the world has ever seen
You and me got a whole lot of history
So don't let it go, we can make some more, we can live forever

Link Spotify: History - One Direction

Akhirul kalam, selamat menikmati lagu-lagu yang ada di tulisan ini. Semoga teman-teman suka juga. 

Saturday, April 21, 2018

6 Bahan Terbaik Untuk Mengencangkan Kulit

April 21, 2018 0 Comments
Saya tidak bisa berpura-pura lupa kalau umur saya semakin tua. Dengan menyadari hal tersebut setidaknya bisa jadi rem untuk hidup lebih berhati-hati, terutama untuk urusan kulit dan badan. Saya sadar banget orangtua saya tidak mewarisi saya gen yang mana membuat kulit jadi halus, mulus, dan tanpa cela. Makanya saya harus merawat diri. Lha wong sudah dirawat saja ini kulit masih suka tidak tahu diri, apalagi kalau tidak dirawat coba?

Harapan saya setidaknya di umur segini keriput jangan muncul dulu lah. Nanti-nanti saja munculnya. Semoga juga kulit saya tetap kencang dan lembut.


gambar dari sini


Nah, buat kalian yang memiliki concern yang sama dengan saya, berikut saya lansir dari laman Pop Sugar enam bahan kandungan utama yang bagus banget untuk menjaga kekencangan kulit:

1. Retinol

Retinol ini merupakan bahan turunan dari vitamin A. Dia bahan yang mudah ditemukan di produk-produk yang ada di pasaran. Manfaatnya segudang, mulai dari mengobati jerawat, membuat halus tekstur kulit, sampai membuat keriput jauh-jauh dari kita. Kalau mau pakai yang lebih kuat lagi dari retinol, kalian bisa coba tretinoin semacam Vitacid. Tapi, tapi... Pakai tretinoin ini jangan sembarangan ya. Harus hati-hati banget. Kalau mau ikut aturan sih, pakainya harus di bawah pengawasan dokter. Tapi, kalau mau bandel kayak saya, ya bisa saja asal cocok. Cuma ya itu tadi: hati-hati banget.

Kalau saya pakai Vitacid konsentrasi terkecil 0.025%. Dulu awal-awal pakai cuma seminggu dua kali selama sebulan. Begitu yakin tidak ada masalah, baru pakainya diselang-seling sehari pakai sehari tidak, selama sebulan. Tidak ada masalah lagi, baru deh dipakai setiap malam. Tapi, sekarang saya pakainya cuma seminggu dua kali.

Saran saya, pakai produk retinol (dan tretinoin) ini di malam hari saja. Karena kalau dipakai di siang hari dia sangat photosensitive. Harus pakai sunblock tebal-tebal kalau nggak mau kulit kalian makin banyak bintik hitam. Oh iya, saya pakai Vitacid bukan buat terapi mengobati jerawat, tapi murni sebagai krim anti-aging. Kan lumayan bo' Vitacid harganya murah, tapi manfaatnya terjamin.

Satu hal lagi yang harus diperhatikan, yaitu ibu hamil dan menyusui jangan pakai retinol (dan produk turunan vitamin A lainnya) ya!

2. Collagen dan Peptides

Kulit mengendur atau berkurang elastisitasnya karena produksi kolagen dalam tubuh yang semakin berkurang. Bisa disiasati dengan mengaplikasikan krim yang mengandung kolagen. Namun, saya masih agak tidak yakin dengan produk-produk yang ada kolagen. Karena saya pernah baca di suatu tempat (dan saya lupa di mana, mohon sekiranya saya dimaafkan), molekul kolagen ini terlalu besar untuk bisa penetrasi ke dalam kulit. Dengan kata lain, ya percuma saja pakai krim atau serum kolagen yang mahal-mahal.

Penggemar: Eh tapi, Kim, bukannya peptides itu sejenis dengan kolagen juga ya?

Iya, tapi molekulnya lebih kecil. Jadi lebih gampang buat masuk ke dalam kulit dan diserap. Eh kalau penjelasan saya ini dirasa kurang tepat, monggo kalau teman-teman ingin memperbaiki.

Jadi, jika kalian disuruh memilih diantara dua produk, yaitu produk A mengandung kolagen dan produk B mengandung peptides, maka saran saya lebih baik kalian pilih produk B.

3. Caffeine

For a quick boost, kafein bagus untuk membuat supaya kulit lebih kencang. Waktu dulu masih rajin bikin masker sendiri, saya termasuk sering bikin masker kopi, coklat, dan madu. Semua bahan tinggal dicampur dan langsung diaplikasikan ke wajah. Kopi mengandung antioksidan dalam bentuk kafein, yang manfaatnya juga oke untuk... yap, anti-aging! Kalau dipakai secara rutin dalam jangka panjang, kafein juga bisa membantu meningkatkan produksi kolagen.

4. Hyaluronic Acid

Salah satu bahan paling favorit! Kalau pakai produk mengandung hyaluronic acid, contohnya Hada Labo Perfect 3D Gel, efek kulit lembab dan jadi kenyal-kenyal lembut begitu langsung terasa dalam waktu instan. Kalau kata Hada Labo, 1 gram hyaluronic acid dapat menahan 6 liter air. Jadi ya tidak heran hanya sekali pakai kita sudah dapat langsung merasakan efeknya.

5. Alpha Hydroxy Acids (AHAs)

AHA biasanya digunakan untuk mengeksfoliasi kulit wajah. Kulit kita ini kan normalnya beregenerasi selama 20 hari (bisa lebih), tetapi semakin bertambah umur kulit kita semakin butuh waktu lama untuk beregenerasi. Memakai AHA bisa membantu mempercepat regenerasi kulit, sekaligus mengangkat sel kulit mati. Efeknya tentu saja kulit menjadi lebih cerah, meningkatkan tekstur kulit, dan membuat kulit menjadi kencang dan kenyal.

Sekadar info tambahan, AHA biasanya direkomendasikan untuk mereka yang berusia 30an ke atas, mereka yang lebih concern ke anti-aging, dan mereka yang bermasalah dengan whiteheads. Sementara BHA biasanya untuk mereka yang bermasalah dengan kulit berminyak, berjerawat, dan blackheads. Ibu hamil dan menyusui sebaiknya menghindari produk AHA, BHA, dan produk chemical exfoliate lainnya.

Saran saya, sesibuk apapun kalian jangan lupa untuk mengeksfoliasi kulit dua kali dalam seminggu. Paling tidak seminggu sekali deh. Ini penting banget soalnya!

6. Polyglutamic Acid (PGA)

PGA  bisa ditemukan di kulit. Eh, dan katanya nih ya PGA bisa menahan 10 kali kelembaban lebih banyak ketimbang hyaluronic acid. Wah, wah... Pakai hyaluronic acid saja sudah berasa lembab banget apalagi kalau pakai PGA ya? Saya belum pernah coba. Barangkali teman-teman sudah ada yang coba?

Itulah enam bahan terbaik untuk mengencangkan kulit. Semoga tulisan ini (meski tidak orisinil dan melansir dari artikel lain) bermanfaat untuk teman-teman semua. Kalau kalian tertarik, mungkin kalian bisa berburu produk-produk skincare yang mengandung bahan-bahan tersebut.

Selamat berburu dan semoga kalian bisa segera memiliki kulit sehat dan indah sesuai yang kalian idam-idamkan!

Saturday, April 14, 2018

Sewa PO Box di Kantor Pos Indonesia

April 14, 2018 27 Comments
Suatu hari tiba-tiba saya tergoda ingin menyewa PO Box. Kok kayaknya keren ya bisa punya PO Box sendiri untuk menerima kartu pos dan surat. Mau disebar-sebar alamatnya di forum terbuka pun terasa lebih aman. Tidak perlu merasa dag-dig-dug ada orang iseng yang sampai mengecek alamat rumah di Google Maps. Atau tidak perlu merasa ketakutan siapa tahu ada fans yang tahu-tahu nongkrong duduk di depan rumah mencari saya.

Iya, iya. Ini ketakutan berlebihan. Lebih tepatnya mendramatisir tulisan. Ha, ha.

Alhamdulillah sejauh ini saya pakai alamat rumah di Postcrossing atau pas saya surat-suratan dengan teman-teman, aman-aman saja. Tetapi, saya kepikiran ingin pakai PO Box dengan alasan: Satu, biar keren. Dua, biar Pak Pos-nya nggak usah mengumpulkan dulu semua kartu pos yang ada untuk kemudian baru dikirim. Biar saya ambil sendiri di kantor pos, jadi lebih cepat sampai di tangan saya. 

Maka mampir lah saya ke Kantor Pos Pahoman di Bandar Lampung di hari Senin (09/04) kemarin. Kantor Pos Pahoman ini kantor pos pusatnya deh kalau di sini. Saya ke sana buat bertanya dulu dong mengenai PO Box, seperti persyaratannya apa saja, biaya sewanya berapa, dan lain-lain. 

Di CS Kantor Pos saya diarahkan untuk menemui Pak Suharjono. Beliau ini yang menangani soal penyewaan PO Box. Beliau orangnya ramah banget. Eh sepertinya semua pegawai yang ada kantor pos tersebut ramah-ramah deh. Senang banget jadinya tiap main ke sana. 

Dengan Pak Suharjono saya sampaikan niat saya. Kata Pak Suharjono persyaratannya mudah sekali, yaitu cukup isi formulir dan fotokopi KTP domisili Bandar Lampung. Saya tanya berapa biaya sewa per tahun. Begitu dijawab Rp 275ribu/tahun, saya refleks ngomong, "Duh, Pak. Nggak kemahalan tuh? Harganya nggak dibedakan ya untuk perusahaan dan individu? Teman saya di Bandung bayar sewanya cuma Rp 85ribu kok." Ya paling menambah biaya bikin kunci baru sebesar Rp 30ribu. Jadi total semuanya Rp 115ribu kan. Tetap lebih murah ketimbang Rp 275ribu.

Bapaknya bilang harga sewa sama saja, baik untuk perusahaan maupun untuk individu. Beliau beralasan karena kan paket yang datang biasanya besar dan memakan tempat. Saya bilang lagi, "Oh, nggak kok, Pak. Kalau saya cuma buat terima kartu pos dan surat. Saya ikutan Postcrossing. Bapak tahu Postcrossing nggak? Bapak tahu nggak kalau Pos Indonesia bikin kartu pos dan prangko Postcrossing official?" Saya bilang begitu sambil mengeluarkan prangko Postcrossing dari dompet untuk ditunjukkan ke beliau. 

Kemudian, saya berceloteh (sekalian promosi) soal Postcrossing ke Pak Suharjono dan ada ibu-ibu pegawai juga yang saya tidak tahu namanya. Si Ibu ikutan nimbrung ngobrol bareng kami. 

Pak Suharjono manggut-manggut. Mendengar alasan dan cerita saya (sebagai usaha saya menawar tarif sewa) itu dengan berbaik hati beliau pun mengurangi biaya sewa. Saya tidak perlu bayar Rp 275ribu. Cukup bayar Rp 99ribu (sudah termasuk pajak) untuk masa sewa setahun. Dan hal yang bikin lebih keren lagi, saya boleh bikin sendiri nomor PO Box-nya. Keren banget kan? 

Keren nggak keren sih. Karena loker besi, yang biasa buat PO Box, di Kantor Pos Pahoman sudah tidak layak pakai. Jadinya nanti setiap ada kiriman yang datang nanti oleh pegawainya dipilah-pilah sendiri dan dimasukkan ke dalam plastik. Baru setelah itu diberikan ke kita.

Contoh loker besi PO Box yang saya maksud:


gambar dari sini


Padahal kan saya inginnya ada loker begini dan pegang kunci sendiri. Berasa lebih apa ya... Lebih berasa saja gitu menyewa PO Box-nya. Jadi lebih berasa spesial. Halah. 

Ya sudahlah. Tidak apa-apa. Toh, saya juga diberi keleluasaan membuat nomor sendiri. Saya langsung pilih nomor cantik dong. Nomor yang saya pakai ini nomor ponsel saya dulu.

Nanti saya tidak perlu mengecek setiap minggu ke kantor pos. Cukup tanya ke Mbak Loly (petugas yang menangani persuratan, termasuk PO Box) apakah ada kiriman buat saya atau tidak. Saya bisa bertanya ke beliau melalui Whatsapp. 

Nah, barangkali teman-teman ingin mengirimi saya surat, kartu pos, buku, coklat, atau semuanya, boleh lho kirim ke:

KIMI
PO BOX 3200
BANDARLAMPUNG 35000

Sekalian percobaan PO Box. Berfungsi atau tidak PO Box-nya. Heuheu. 

Friday, April 13, 2018

Postcrossing #2

April 13, 2018 6 Comments
It's Postcrossing time! Horeee!




Setelah tulisan pamer kartu pos perdana di sini, hampir dua bulan dulu saya harus menunggu kedatangan kartu pos lagi. Curhat sebentar ya.

Jadi begini...

Duh, kenapa ya kalau kita kirim atau menerima kartu pos dengan alamat NKRI seringnya lama banget sampainya? Saya kirim kartu pos ke Zi di Jakarta dan dia baru terima setelah (sekitar) 1,5 bulan. Sementara saya kirim kartu pos ke Ceko dan Belanda, delapan hari saja sudah sampai, Men! Padahal kan jarak Bandar Lampung - Jakarta tidak sejauh Bandar Lampung - Ceko atau Belanda. Huft.

Well, anyway, sebenarnya saya juga bikin galeri kartu pos di akun Instagram saya. Tidak apa-apa ya kalau saya tetap berbagi di sini. Kan tidak semua dari kalian punya akun Instagram. Ataupun seandainya kalian punya, tidak semuanya dari kalian ingin mengikuti akun saya kan? Dan tentu saja biar ada bahan update di blog ini. Hihi.

Yuk, langsung saja kita lihat gambar kartu pos yang saya terima. 

1. Dari Yi-liang di Taiwan



2. Dari Don di Seattle, Washington DC, USA.



 3. Dari Laura di Belanda






4. Dari Svitlana di USA






5. Dari Chaba di Hungaria






6. Dari Anna di Nymburk, Ceko






7. Dari Yolanda di Catalonia, Spanyol






Alhamdulillah lumayan banyak kartu pos yang diterima (meski dirapel nyampenya) dalam dua bulan terakhir. Sekarang saya sedang menanti kartu pos saya yang sedang jalan-jalan bisa segera sampai di tujuan. Semoga bisa segera sampai, jadi saya bisa kirim kartu pos lagi dan bisa terima kartu pos lebih banyak lagi. Hore!

Kalau saya boleh tahu, dari ketujuh kartu pos tersebut yang mana yang paling kalian suka? 

Sunday, April 1, 2018

Film di Maret 2018

April 01, 2018 6 Comments
Berhubung Oscar diadakan di bulan Maret jadi khusus di bulan ini saya nonton film-film yang masuk nominasi Oscar tahun ini. Tentunya tidak cuma film Oscar, ada juga film lain. Mari kita langsung saja ke daftar film yang saya tonton selama satu bulan kemarin:

1. Moneyball (2011)

Manajer tim baseball Oakland Athletics, Billy Beane (Brad Pitt), dengan budget terbatas merekrut pemain-pemain yang selama ini dipandang sebelah mata. Dia merekrut Peter Brand (Jonah Hill) untuk menganalisa para pemain menggunakan statistik atau istilah kerennya sabermetrics. Hasilnya 20 kali kemenangan beruntun diraih Oakland Athletics. Mereka menciptakan sejarah dengan kemenangan tersebut.




Rating: 3 dari 5 - liked it

2. Hacksaw Ridge (2016)

Desmond Doss (Andrew Garfield) menolak mengangkat senjata karena alasan religius, namun dia ingin mengabdi pada negaranya. Ternyata tanpa senjata dia masih bisa mengabdi dan menyelamatkan rekan-rekannya di Perang Okinawa.




Rating: 4 dari 5 - really liked it

3. Lady Bird (2017)

Catherine "Lady Bird" McPherson (Saoirse Ronan) sedang memasuki masa-masa di mana remaja "senang" melawan orangtua, terutama ibunya. Hubungan keduanya tidak selalu mulus. Ribut sebentar, setelah itu nanti baikan lagi. Nanti ribut lagi, terus baikan lagi. Maklum lah, namanya juga menghadapi remaja yang sedang keras kepala dan merasa benar sendiri. We all have been there before, right? Right. Satu hal yang pasti, mau sesebal apapun Lady Bird dengan ibunya, dia akan selalu kembali ke ibunya kok.




Rating: 3 dari 5 - liked it

4. The Shape of Water (2017)

Kisah cinta antar dua spesies yang kesannya sungguh tidak masuk akal. Satu manusia dan satunya lagi monster atau makhluk air yang tidak jelas apa. Nontonnya jangan kebanyakan kritis ya. Nikmati saja. Karena toh film ini intinya kisah cinta yang tulus. Cukup bikin saya optimis. Bagaimana tidak, itu si Amphibi Man (Doug Jones) saja ada yang bisa jatuh cinta dan sayang banget sama dia. Seharusnya kita sebagai manusia tidak boleh patah arang dong.




Rating: 4 dari 5 - really liked it

5. Three Billboards Outside Ebbing, Missouri (2017)

Mildred (Frances McDormand) menyewa tiga buah billboard untuk menantang kepolisian yang hingga setahun lamanya belum menemukan pembunuh dan pemerkosa anaknya.




Rating: 5 dari 5 - it was awesome

6. The Post (2017)

Saya kira filmnya bakal seseru Spotlight. Ternyata yah begitu doang.



Rating: 2 dari 5 - it was okay

7. Black Panther (2018)

To be honest, filmnya membosankan. Kalau bukan karena bantuan teknologi yang super canggih dan Martin Freeman, film ini kayaknya nggak ada nilai lebihnya. Rada menyesal juga nonton filmnya di bioskop. Sayang duit tiketnya, men.




Rating: 3 dari 5 - liked it

8. Call Me By Your Name (2017)

Kisah cinta pertama Elio (Timothée Chalamet) adalah Oliver (Armie Hammer). Bukan penggemar film atau novel dengan cerita kisah cinta sejenis, tapi ya filmnya ini not bad lah. Saya salut dengan orangtua Elio yang berpikiran terbuka dan mau menerima apapun kondisi anaknya. Lumayan juga bisa lihat badan Armie yang gagah dan sering diumbar-umbar sepanjang film. Hihi.




Rating: 3 dari 5 - liked it

9. Get Out (2017)

Saya baru tahu ternyata film thriller atau horor bisa masuk jadi nominasi film terbaik Piala Oscar. Get Out ini buktinya. Lumayan tegang nontonnya, meski kalau dipikir-pikir ya tidak masuk akal banget sih ceritanya. Tapi, sudahlah saya tidak mau banyak protes. Nikmati saja. Isu yang diangkat isu sensitif, yaitu rasisme di Amriki sono.




Rating: 3 dari 5 - liked it

10. Train to Busan (2016)

Virus zombie mewabah di Korea Selatan. Para penumpang kereta dari Seoul ke Busan harus berjuang untuk menyelamatkan nyawa. Filmnya kurang seru buat saya. Ya bisa jadi karena saya bukan peminat film zombie macam begini sih. Mau dibilang filmnya sedih, ya lumayan bikin sedih, tapi nggak yang sampai bikin saya menangis bombay gitu. Hiburan utama jelas dong karena ada Gong Yoo. 💓




Rating: 3 dari 5 - liked it

11. The Florida Project (2017)

Filmnya membosankan. Saya mencoba untuk menonton sampai habis, tapi tidak sanggup. Jadi saya tinggal saja di setengah jam terakhir. Tanggung sih, tapi ya sudahlah. Pesan moral yang ingin disampaikan film ini adalah jadi orangtua jangan kelewat permisif. Punya anak bandel sampai bakar gedung itu ya menjengkelkan dan lebih menjengkelkan melihat orangtuanya selalu membela si anak.




Rating: 2 dari 5 - it was okay

12. Phantom Thread (2017)

Kisah cinta yang aneh antara Reynolds (Daniel Day-Lewis) dan Alma (Vicky Krieps). Kenapa saya bilang aneh? Reynolds yang selalu ingin terlihat kuat, tidak memberikan kesempatan kepada Alma untuk mendekat. Reynold mengijinkan Alma untuk melihat sisinya yang rapuh hanya ketika dia sedang sakit. Sementara Alma yang kepengen banget menunjukkan rasa sayangnya ke Reynolds, tega meracuni Reynold dengan jamur beracun agar dia sakit, dan diizinkan pula oleh Reynolds. Weird, tapi itu yang bikin keren.




Rating: 5 dari 5 - it was amazing

13. Talak 3 (2016)

Bagas (Vino G. Bastian) menceraikan Risa (Laudya Cynthia Bella) langsung talak tiga. Hal itu berarti kalau mereka ingin rujuk, Risa harus terlebih dahulu menikah dengan orang lain dan cerai dengan orang tersebut. Mereka berdua sudah kelimpungan mencari seseorang yang mau diajak kerja sama untuk menikahi Risa dan kemudian menceraikannya. Akhirnya mereka berdua minta tolong ke Bimo (Reza Rahadian), yang ternyata diam-diam mencintai Risa sejak SMP.

Menurut saya filmnya lucu. Dodit di sini bikin filmnya jadi makin lucu dengan tampangnya yang lempeng itu. Dan saya melihat akting Bella yang semakin matang. Ha, ha, sotoy beudh sih gua.




Rating: 3 dari 5 - liked it

Itulah tiga belas film yang saya tonton di bulan Maret kemarin. Bulan April ini saya nonton film apa ya? Kalian ada yang mau menyumbangkan rekomendasi?