Thursday, August 6, 2020

Konflik dan Berdamai

*Tulisan ini adalah rangkuman berseri dari buku Social Psychology karangan David G. Myers. Untuk Bab 12 bisa dibaca di sini.
**Tulisan ini cukup panjang. Jika kalian lelah, ada baiknya beristirahat dulu baru nanti dilanjut lagi bacanya.

***


Chapter 13: Conflict and Peacemaking

What Creates Conflict?

Bahan apa sajakah yang dapat menyebabkan timbulnya konflik?

Social Dilemmas

Individu mengejar tujuan pribadinya dengan biaya mengorbankan collective well-being. Misalnya, membeli kendaraan pribadi yang mana nanti asap dari knalpotnya menghasilkan karbonmonoksida yang dapat memengaruhi kualitas udara. Atau, konsep banyak anak banyak rejeki di mana individu berharap anak-anaknya dapat membantunya dalam bekerja dan di usia tua ada yang mengurusnya. Namun, setelah terjadi pada beberapa generasi efeknya adalah overpopulasi. 
Share:

Wednesday, July 29, 2020

Menolong

*Tulisan ini adalah rangkuman berseri dari buku Social Psychology karangan David G. Myers. Untuk Bab 11 bisa dibaca di sini.
**Tulisan ini cukup panjang. Jika kalian lelah, ada baiknya beristirahat dulu baru nanti dilanjut lagi bacanya.

***

Chapter 12: Helping

Why Do We Help?

Apa sajakah yang menjadi motivasi individu dalam menolong?

Social Exchange and Social Norms

Beberapa teori dengan topik menolong, dalam jangka panjang akan memberikan manfaat baik kepada pemberi maupun kepada penerima. Satu penjelasan mengasumsikan interaksi manusia dikendalikan oleh "ekonomi sosial". Kita tidak hanya saling bertukar uang dan barang, melainkan juga barang-barang sosial, seperti cinta, jasa, informasi, dan status (Foa & Foa, 1975). Pada praktiknya, kita berusaha untuk meminimalkan usaha dan memaksimalkan manfaatnya (rewards). Teorinya dinamakan social-exchange theory.

Social-exchange theory: The theory that human interactions are transactions that aim to maximize one’s rewards and minimize one’s costs.

Manfaat dalam motivasi membantu ini bisa internal atau eksternal. Ketika kita mendonorkan darah, kita bisa merasakan senang telah membantu sesama (internal). Atau, perusahaan menggelontorkan dana CSR (corporate social responsibility) bisa juga bertujuan untuk membangun citra positif (eksternal). Kita memberi untuk mendapatkan. Oleh karena itu, kita paling semangat jika memberi pada orang yang paling menarik buat kita, seseorang yang kita hasratkan pengakuannya (approval) (Krebs, 1970; Unger, 1979).
Share:

Sunday, July 19, 2020

Attraction and Intimacy

*Tulisan ini adalah rangkuman berseri dari buku Social Psychology karangan David G. Myers. Untuk Bab 10 bisa dibaca di sini.
**Tulisan ini cukup panjang. Jika kalian lelah, ada baiknya beristirahat dulu baru nanti dilanjut lagi bacanya.

***

Chapter 11 Attraction and Intimacy: Liking and Loving Others



Manusia adalah makhluk sosial. We need to belong. Ketika kita berada dalam suatu hubungan romansa, kita cenderung menjadi lebih sehat dan bahagia. Kipling Williams mencoba mengeksplorasi apa yang terjadi jika manusia mengalami situasi diasingkan. Manusia biasanya merespon dengan mood depresif, cemas, perasaan tersakiti, melakukan usaha untuk memperbaiki hubungan, dan bahkan menarik diri. 
Share:

Saturday, July 18, 2020

Setelah Tiga Bulan

Setelah tiga bulan dan melewati masa-masa gelap, saya sudah bisa melihat cahaya. Keadaan semakin membaik. I can properly function now. Sudah bisa tertawa dan melucu dengan jokes garing. Saya juga belajar untuk terbuka dengan keluarga. Ternyata itu menyenangkan meski saya masih belum bisa cerita beberapa hal ke keluarga. Masih minum obat untuk satu bulan, tetapi rasanya selepas itu sudah bisa lepas dari obat. Well, at least, things are getting better.

Saya melakukan banyak hal untuk mengisi waktu: tentu saja membaca dan nonton film, belajar ulang Matematika dan bahasa Jerman, kruistik, mewarnai, dan menulis di blog ini. Saya masih ada utang merangkum satu textbook kuliah Psikologi Sosial ya. Sekarang sudah di bab 11. Masih dalam proses ditulis rangkumannya. Mungkin agak telat tayang rangkumannya karena saya sedang didera rasa malas. Teman-teman jangan khawatir, saya tetap akan menuliskannya kok karena saya sudah berjanji. Saya tipikal orang yang selalu berusaha memegang teguh janji, sereceh apapun janji itu. Nggak kaya mantan ngasi janji pepesan kosong. Eaaa... Curcol.
Share:

Tuesday, July 7, 2020

Agresi

*Tulisan ini adalah rangkuman berseri dari buku Social Psychology karangan David G. Myers. Untuk Bab 9 bisa dibaca di sini.
**Tulisan ini cukup panjang. Jika kalian lelah, ada baiknya beristirahat dulu baru nanti dilanjut lagi bacanya.

***

Chapter 10 Aggression: Hurting Others

What is Aggression?

Apakah yang dimaksud dengan agresi?

Aggression: Physical or verbal behavior intended to hurt someone.

Agresi adalah perilaku fisik atau verbal yang dilakukan bertujuan untuk menyakiti seseorang. Terdapat dua jenis agresi, yaitu hostile aggression dan instrumental aggression.


Hostile aggression: Aggression driven by anger and performed as an end in itself. (Also called affective aggression.)


Instrumental aggression: Aggression that is a means to some other end.

Hostile aggression terjadi karena adanya dorongan rasa marah dan dilakukan dengan tujuan akhirnya memang untuk menyerang atau menyakiti. Sementara instrumental aggression adalah agresi yang terjadi bukan sebagai tujuan utama atau bukan untuk menyakiti atau melampiaskan kemarahan.

Share: