Tuesday, July 7, 2020

Agresi

*Tulisan ini adalah rangkuman berseri dari buku Social Psychology karangan David G. Myers. Untuk Bab 9 bisa dibaca di sini.
**Tulisan ini cukup panjang. Jika kalian lelah, ada baiknya beristirahat dulu baru nanti dilanjut lagi bacanya.

***

Chapter 10 Aggression: Hurting Others

What is Aggression?

Apakah yang dimaksud dengan agresi?

Aggression: Physical or verbal behavior intended to hurt someone.

Agresi adalah perilaku fisik atau verbal yang dilakukan bertujuan untuk menyakiti seseorang. Terdapat dua jenis agresi, yaitu hostile aggression dan instrumental aggression.

Hostile aggression: Aggression driven by anger and performed as an end in itself. (Also called affective aggression.)

Instrumental aggression: Aggression that is a means to some other end.

Hostile aggression terjadi karena adanya dorongan rasa marah dan dilakukan dengan tujuan akhirnya memang untuk menyerang atau menyakiti. Sementara instrumental aggression adalah agresi yang terjadi bukan sebagai tujuan utama atau bukan untuk menyakiti atau melampiaskan kemarahan.
Share:

Wednesday, July 1, 2020

Prasangka

*Tulisan ini adalah rangkuman berseri dari buku Social Psychology karangan David G. Myers. Untuk Bab 8 bisa dibaca di sini.
**Tulisan ini cukup panjang. Jika kalian lelah, ada baiknya beristirahat dulu baru nanti dilanjut lagi bacanya.

***

Chapter 9 Prejudice: Disliking Others

What Is the Nature and Power of Prejudice?

Defining Prejudice

Prejudice: A preconceived negative judgment of a group and its individual members.

Prasangka adalah penilaian negatif yang sudah dimiliki terhadap sebuah kelompok dan anggota individu kelompok tersebut. Prasangka ini bisa dalam berbagai bentuk. Misalnya, takut terhadap orang kulit hitam karena menganggap mereka jahat. Prasangka adalah sikap. Masih ingat dengan ABC yang merupakan komponen sikap kan? 

Penilaian negatif ini diperkuat dengan adanya keyakinan negatif terhadap suatu kelompok dan anggotanya. Hal ini disebut stereotype

Stereotype: A belief about the personal attributes of a group of people. Stereotypes are sometimes overgeneralized, inaccurate, and resistant to new information.

Contoh stereotype misalnya suku tertentu dianggap pelit dan wanita adalah makhluk lemah.
Share:

Monday, June 29, 2020

Pengaruh Kelompok

*Tulisan ini adalah rangkuman berseri dari buku Social Psychology karangan David G. Myers. Untuk Bab 7 bisa dibaca di sini.
**Tulisan ini cukup panjang. Jika kalian lelah, ada baiknya beristirahat dulu baru nanti dilanjut lagi bacanya.

***

Chapter 8: Group Influence

What is a Group? 

Definisi kelompok adalah:

Group is two or more people who, for longer than a few moments, interact with and influence one another and perceive one another as “us.”

Menurut Marvin Shaw (1981) setiap kelompok memiliki satu kesamaan, yaitu anggotanya saling berinteraksi. Jadi, sekalipun banyak orang bergerombol di satu tempat, misalnya beberapa siswa yang berada di dalam lab komputer, mereka belum tentu kelompok karena mereka tidak berinteraksi dan tidak saling memengaruhi satu sama lain. Mereka memang secara kolektif berada bersama-sama di satu tempat, tetapi mereka lebih tepatnya disebut dengan a collection of individuals daripada an interacting group




Dalam bab ini akan dibahas tiga hal pengaruh kolektif (collective influence) terhadap individu, yaitu social facilitation, social loafing, dan deindividuation. Kemudian, akan dibahas pula tiga contoh dari pengaruh sosial (social influence) di dalam kelompok yang saling berinteraksi, yaitu group polarization, groupthink, dan minority influence.
Share:

Saturday, June 20, 2020

Persuasi

*Tulisan ini adalah rangkuman berseri dari buku Social Psychology karangan David G. Myers. Untuk Bab 6 bisa dibaca di sini.
**Tulisan ini cukup panjang. Jika kalian lelah, ada baiknya beristirahat dulu baru nanti dilanjut lagi bacanya.

***

Chapter 7: Persuasion

Definisi persuasi adalah

The process by which a message induces change in beliefs, attitudes, or behaviors.

Persuasi itu tidak bersifat baik ataupun buruk. Melainkan tujuan pesan yang ingin disampaikannya dan isi pesannya lah yang menimbulkan penilaian baik atau buruk. Jika persuasi itu baik maka disebut dengan edukasi, sementara jika buruk disebut propaganda. 




What Paths Lead to Persuasion?

Peneliti di Ohio State University menyimpulkan dari penelitian mereka bahwa pikiran orang-orang terhadap respon pesan yang persuasif itu penting. Jika pesan yang disampaikan jelas, tetapi isinya tidak meyakinkan, maka orang-orang akan dengan mudah melawan pesan tersebut dan tidak akan berhasil dipersuasi. Akan tetapi, jika pesannya menyakinkan dengan memberikan argumen yang oke, maka otak akan mudah menerimanya dan kemungkinan besar akan terbujuk. 
Share:

Thursday, June 18, 2020

Konformitas dan Kepatuhan

*Tulisan ini adalah rangkuman berseri dari buku Social Psychology karangan David G. Myers. Untuk Bab 5 bisa dibaca di sini.
**Tulisan ini cukup panjang. Jika kalian lelah, ada baiknya beristirahat dulu baru nanti dilanjut lagi bacanya.

***

Chapter 6: Conformity and Obedience

What is Conformity?

Apakah konformitas itu baik atau buruk? Well, dia bisa saja baik (misalnya antri), tetapi bisa juga buruk (misalnya perilaku rasis). Namun, bisa juga ia tidak penting (misalnya memakai baju putih). Di budaya Barat, perilaku konformitas -- menyerah pada tekanan kelompok -- dianggap memiliki nilai negatif. Sementara di Timur, misalnya di Jepang, perilaku konformitas tidak menunjukkan sebuah kelemahan, melainkan sebuah sikap toleransi, kontrol diri, dan kedewasaan.



Pengertian konformitas adalah:

A change in behavior or belief as the result of real or imagined group pressure.

Tiga jenis konformitas, yaitu compliance, obedience, dan acceptance. Masing-masing definisinya adalah:

Compliance : Conformity that involves publicly acting in accord with an implied or explicit request while privately disagreeing.

Obedience : Acting in accord with a direct order or command.

Acceptance : Conformity that involves both acting and believing in accord with social pressure.
Share: