Sunday, June 9, 2019

Film di Mei 2019

Halo, semuanya! Selamat Idulfitri. Mohon maaf lahir dan batin. Bagaimana libur lebaran kalian? Semoga menyenangkan ya!

By the way, bulan kemarin saya cuma nonton delapan film. Ini daftar filmnya:

1. Milly & Mamet (2018)

Okay, it was funny. Tapi, sering nonton film-filmnya Ernest jadi lumayan hapal gaya humornya dan jadinya mudah ketebak. Sementara di konflik filmnya sendiri, seperti Milly yang bosan di rumah dan ingin bekerja, Milly yang insecure dengan Alex, soal money laundering, somehow saya merasanya... Kok kurang greget ya? I don't know. Maybe that's just me though.




Rating: 2 dari 5 - it was okay

2. Birdman or (The Unexpected Virtue of Ignorance) (2014)

Ketenaran itu memang melenakan. Ketika kita sudah tenar lantas kemudian terlupakan rasanya itu nggak asyik banget. Ada yang bisa bangkit, namun tidak sedikit yang terpuruk.

Riggan Thomson (Michael Keaton) terkenal lewat perannya sebagai Birdman di film pahlawan super. Setelah masanya sudah lewat, dia mencoba peruntungan lain di Broadway. Riggan diganggu oleh "delusi"-nya bahwa dia adalah Birdman sungguhan dan memiliki kekuatan super.




Rating: 3 dari 5 - liked it

3. Rurouni Kenshin Part I: Origins (2012)

Akibat binge-watching Samurai X saya jadi kepingin nonton versi layar lebarnya. Berhubung sudah punya ekspektasi lumayan tinggi, jadinya film ini biasa saja buat saya. Malah saya banyak protes di sana sini. Like, adegan berantemnya kurang seru (tidak seperti di anime-nya yang seru banget, meski memang cenderung lebay sih) dan pemainnya kurang ganteng, terutama yang jadi Sanosuke. Kalau Kenshin, yah dia kadang ganteng, kadang biasa saja. Tapi, yang lumayan ganteng sih ada. Namanya Yosuke Eguchi. Itu lho yang jadi Hajime Saitou.




Rating: 2 dari 5 - it was okay

4. Rurouni Kenshin Part II: Kyoto Inferno (2014)

Dari alur cerita saya bisa lebih menikmati Kyoto Inferno ketimbang film Rurouni Kenshin yang pertama. Saya langsung jatuh hati sama Ryunosuke Kamiki, pemeran Sojiro Seta. 💓




Rating: 3 dari 5 - liked it

5. Rurouni Kenshin Part III: The Legend Ends (2014)

Meski masih suka protes di sana sini (karena masih membandingkannya dengan versi anime), overall filmnya masih bisa saya nikmati. Oh iya, saya agak terganggu




Rating: 3 dari 5 - liked it

6. Body of Lies (2008)

Abang Leo dapat peran jadi agen CIA yang bertugas di Timur Tengah. Kalau cuma mau melihat akting karismatiknya Leonardo, ya boleh lah nonton film ini. Hehehe.




Rating: 3 dari 5 - liked it

7. Andhadhun (2018)

Ini film keren banget! Ceritanya tentang pria buta yang jago main piano dan jago nyanyi. Suatu hari dia ke apartemen kliennya dan mau tidak mau dia menjadi saksi peristiwa pembunuhan. Nah, lho! Bingung kan? Jadi saksi pembunuhan? Ternyata Akash ini pura-pura buta. Eh, kok jadinya dia dibikin buta beneran sama si pelaku pembunuhan. Tapi, tapi, di akhir film dia bisa menendang kaleng. Loh, loh. Bingung gak? Nonton deh filmnya. Sangat saya rekomendasikan.




Rating: 5 dari 5 - it was amazing

8. Jumanji: Welcome to the Jungle (2017)

Nonton ulang karena ingin nonton film yang ringan-ringan saja dan bisa bikin ketawa. Rating-nya masih sama dengan rating yang saya kasih waktu pertama nonton: 4 bintang!




Rating: 4 dari 5 - really liked it
Share:

Monday, May 27, 2019

On Fire

Things are slowly getting better. Mood swings are less frequent now. Which is good and I'm really grateful. Although work is still dull and boring, but I think I can work that out.

By the way, I've been thinking lately to make this blog back to its old function which is to share my stories. I mean I'll try to write more personal, well, maybe not too personal. Like, you know, highlights about what's happening lately in my life, which I can assure you there is nothing interesting about that. But, hey, I'm still willing to share those with you.

This change probably because I read one of my idol's blog. He updates his blog quite often lately and most of his updates are about his daily life, recent events, and sometimes about his love stories. I found that very entertaining. Really. I genuinely enjoy reading his blog posts.

Most of blogs now are talking about serious stuffs or ads. Don't get me wrong. I have nothing against that. Sometimes I write that, too. But, I've got to admit that I miss the times when people write silly stuffs, random things, or heartbreaks. I miss the times just by reading a blog is like listening to your good friends telling you their stories. As if you were sitting next to them, enjoying your drink and food, and, of course, you're enjoying their stories, too. That's what I feel every time I read his blog. A delight.

So, in that purpose, I wanted to tell you that my office building was caught on fire. It happened on last Tuesday (21/05). It completely destroyed my super big boss' room office, but the other offices were safe, including mine. At first I heard a commotion. I thought there were fights. When I got out I saw there was black smoke coming out from my boss' office. While some people were running to put out the fire, I was running to save my life. And my laptop. And my bag, too. I was so panicked I left my jacket on my table. The Manchester United jacket which my dad bought me. I wanted to run back to grab it, but the smoke was already too thick. As much as I really loved that jacket, I still didn't wanna die in vain. I still wanted to live. Luckily, the jacket was saved. My friend saved it for me. Thank you, Friend!


picture was from here


When that happened I had this one particular person on my mind that I wanted to contact. I'd been yearning to get in touch with him. I wanted to call him and say, "Hey, you know what, my office was caught on fire!" But, I refrained myself from doing that because I decided that I didn't want to bother him anymore.

Few days later he texted me. I was so, so, so happy. The more I think about it, the more I realize that it is him that I truly love.

And at last, after struggling for the last few months, I finally can put my mind at ease. I can feel the happiness again. I just hope that it will be a permanent, but if it can't, well, let's hope that I can be happy for as long as I can.
Share:

Friday, May 10, 2019

That I Would Be Good

Last night one of my friends sent me a message on Telegram asking me how I was doing. I told her that I was fine. Well, to be honest, I wasn't fine. I am still not fine. I'm just pretending.

Work has been dull. The atmosphere at office makes me feel like suffocated. Every morning I have been dragging my self so hard to go to work. Every second I have to remind myself that I need money so I can feed my family.

Now about my personal life. Things have been not doing great at home. There are a lot of bickers. My mood changes as fast as the speed of light. I don't know how many nights already that I have spent just by whining, crying, or simply silently staring at the wall of my bedroom. I tried to humor myself by watching Samurai X anime series and The Big Bang Theory. I tried to pick up books, but my brain refused them. It's funny actually. Last month only I could read 11 books, but now I have zero interest in reading. It's funny because that I can devour many books just in a month before bad mood strikes and it makes me doesn't want to read anything.

Another funny thing is the reason I read those many books was I needed an escape. I always have these awful and infuriating memories that keep coming back. I often have these recurring dreams which make me cry in my sleep. And when I wake up it feels like a large rock has been dropped onto my chest.

And the thoughts of longing for someone. That I miss him. Terribly. That I love him. So much. That I cannot tell that directly to him just because I don't want to get another rejection.


picture was from here


I am fighting. Sometimes I can stand tall and put all those miseries and traumas behind me. But, at other times I surrender myself to the sorrow.

I don't know whether I am too weak, love exaggerating things, or else. I have no idea.

I am struggling. Hey, aren't we all?

But, don't worry. Just like Alanis Morissette once sang "That I Would Be Good". So, rest assured, my friends, that we would be good.
Share:

Wednesday, May 1, 2019

Film di April 2019

Bulan April kemarin saya hanya nonton enam film. Tumben ya cuma sedikit? Soalnya, bulan kemarin saya terpaksa harus berjauhan dari wifi di rumah. Hiks. Saya sedih sekali. Halah.

Well, anyway, enam film yang saya tonton itu adalah:

1. The Time Traveler's Wife (2009)

Saya pernah punya novelnya dan saya tidak suka. Karena buat saya bukunya bikin capek. Henry pergi menjelajah waktunya maju-mundur-maju-mundur dan akhirnya membuat saya bingung sendiri. Saya yang bacanya saja terasa lelah apalagi Henry ya?

Meski saya tidak suka bukunya, saya tetap terbuka pada pengalaman baru kok. Saya memberanikan diri untuk menonton filmnya. Kenapa coba? Karena Eric Bana tentu saja. Om-om tampan kesayangan saya. Ha, ha.

So, what do I think after watching the movie? Bagus! Filmnya tidak membingungkan malah bikin mengharu biru. Kayak mana coba rasanya ketika kita bisa melihat di masa depan kita akan meninggal? Kemudian, mempersiapkan diri kita dan keluarga kita bahwa kita akan pergi. Tapi, kita masih bisa pergi ke masa depan dan masa lampau. Kebayang nggak sih perasaan keluarga yang kita tinggalkan?




Rating: 5 dari 5 - it was amazing

2. Her (2013)

Sebagai manusia introvert yang terlalu sering merasa kesepian karena terlalu menjaga jarak dari manusia lain (hell, manusia itu jahat) saya sangat bisa merasakan perasaan Theodore (Joaquin Phoenix). Di masa depan di mana semuanya serba A.I., Theodore bisa menemukan kehangatan dan kedekatan pada device yang tugasnya memenuhi semua keinginan Theodore. Butuh teman ngobrol? Checked. Butuh seseorang yang bisa membantu pekerjaan? Checked. Butuh partner bercinta? Checked. Dan, Theodore pun jatuh cinta pada Samantha (Scarlett Johansson). Atau lebih tepatnya, dia jatuh cinta pada imajinasinya tentang Samantha. Sebegitu desperate-nya dia membutuhkan seseorang yang bisa mengerti dia, tidak akan menyakitinya, bisa membuatnya bahagia, sampai-sampai jatuh cinta pada A.I. pun tidak masalah.

Jadi, kalau melihat pria-pria yang sekarang kayaknya sangat banyak yang jahat dan pria baik semakin langka, perlu nggak nih ya saya mengikuti jejak Theodore? Ehm.




Rating: 4 dari 5 - really liked it

3. Searching (2018)

David Kim (John Cho) sangat mengkhawatirkan anaknya, Margot (Michelle La), yang menghilang dari rumah. David harus membuka laptop Margot untuk menemukan kemungkinan keberadaan dia. Semakin David menyelidiki laptop Margot, semakin David menyadari bahwa dia tidak mengenal anaknya sendiri.

Filmnya sangat unik. Kita hanya menyaksikan semua scene dari layar laptop, kamera ponsel, dan televisi.




Rating: 4 dari 5 - really liked it

4. Avengers: Endgame (2019)

Penilaian saya terbelah antara film ini memang bagus banget atau bagus. Dari segi cerita, it was great. Perfect closure, kalau kata Kitin. Dan memang ending-nya memang harus dibuat seperti itu. Tapi, yang membuat saya nggak sreg soal time traveling-nya, Clint dan Natasha di Vormir, dan Captain Marvel. Mungkin ada baiknya saya membuat tulisan terpisah membahas Endgame.




Rating: 4.5 dari 5 - really really liked it

5. Badla (2019)

Iseng-iseng nonton karena melihat posternya di salah satu website film streaming bajakan. Di situ ada rating filmnya dengan angka 8.5. Oke, jadi penasaran dong sebagus apa sih ini filmnya, apalagi ada Amitabh Bachchan. Ternyata... Keren banget anjir!

Filmnya bergenre crime thriller. Arjun Joseph (Tony Luke) ditemukan tewas di kamar hotel dengan Naina Sethi (Tapsee Pannu) yang langsung dicurigai sebagai pembunuhnya. Untuk membebaskannya dari tuduhan, Naina menyewa jasa pengacara terkenal Badal Gupta (Amitabh Bachchan). Gupta tidak pernah kalah satu kasus pun. Akan tetapi, untuk memenangkan kasus Naina tersebut, Naina harus menceritakan semuanya yang berkaitan dengan kasus tersebut. Tidak boleh ada yang ditutup-tutupi. Tidak boleh ada rahasia, sekecil apapun rahasia itu. Dan, twist-nya itu lho... Bikin ternganga dan nggak tahan buat ngomong, "Kampret banget lo, Om Amitabh!" in a good way, of course.




Rating: 5 dari 5 - it was amazing

6. The Devil's Advocate (1997)

Film yang sudah terlalu lama di IMDb watchlist saya akhirnya saya tonton juga. Dan saya tidak suka. Ini film horor nggak jelas sih kalau menurut saya.




Rating: 1 dari 5 - didn't like it

Oke. Itulah daftar film yang saya tonton selama satu bulan kemarin. Sampai jumpa di rekap film berikutnya! 😁
Share:

Sunday, April 7, 2019

A New Kid on the Block

Hari Selasa (02/04) kemarin saya pulang sedikit telat dari kantor. Sampai rumah berbarengan dengan azan Maghrib berkumandang. Ketika dibukakan pintu tante saya langsung menyampaikan berita. Beliau bilang kucing putih yang kemarin pernah nyasar ke rumah sekarang datang lagi. Saya segera menemui kucing putih tersebut. Langsung saya elus-elus dan ajak ngobrol.

Ini sudah kedua kalinya dia main ke rumah saya. Waktu pertama kali dia ke rumah, kami semua senang sekali, terutama Salwa, keponakan saya. Dia sangat manja. Dia mendatangi semua orang untuk minta dielus-elus. Salwa, yang memang sudah lama sekali ingin punya kucing manja (FYI, Bubu dan Miko nggak ada manjanya sama sekali), seketika jatuh hati sama si kucing. Kami semua berharap tidak ada yang datang mencari dia jadi kami bisa pelihara kan. Hihi.

Sayangnya, waktu itu ada yang mencari si kucing. Awalnya kami tidak tahu dia milik siapa. Ternyata dia milik tetangga saya. Rumahnya hanya berjarak tiga rumah. Salwa sedih sekali begitu si kucing diambil.

Nah, kemarin itu tidak ada yang mencari dia. Saya bilang sama tante saya besok pagi saja kami antar ke yang punya. Kan besok libur juga jadi saya bisa ikut mengantarkan si kucing.

Keesokan paginya kami langsung ke rumah tetangga. Begitu ketemu dengan mbak tetangga beliau bilang memang beliau sudah ada rencana mau melepas kucingnya itu. Karena beliau merasa tidak sanggup untuk mengurusnya. Beliau jarang di rumah. Jadi kan kasihan kucing-kucingnya kalau sampai tidak terawat. Kemudian, Mbak Tetangga bilang, "Kalau Mbak mau pelihara Moli (nama kucing putih jantan tersebut), asal dipelihara sungguh-sungguh, nggak apa-apa Mbak adopsi. Ambil saja."

Kebetulan sekali beberapa hari sebelumnya Mama sempat bilang ke saya kalau beliau mau kucing lagi, tapi Mama maunya kucing yang besar dan gagah seperti Miko. Sementara Salwa masih sedih karena gagal mengadopsi kucing hitam yang manja dari klinik dokter hewan. Apa ini yang namanya rejeki ya? Alhamdulillah kalau memang iya. Dengan senang hati saya menerima Moli, yang kemudian saya ganti namanya menjadi Bruno. Mama dan Salwa pasti senang sekali. Oh iya, kata Mbak Tetangga, usia Bruno sekitar satu tahun lebih sedikit. 




Hari itu juga saya bawa Bruno ke dokter hewan langganan. Sebelum resmi diadopsi Bruno harus dicek dulu kesehatannya. Kan takutnya dia sakit atau bagaimana. Khawatir dong nanti dia menulari Bubu dan Miko. Meski yah kalau dilihat secara kasatmata Bruno memang tampak tidak terawat. Dia kotor, terutama di bagian buntutnya, seperti Miko kemarin. Saya curiga ada jamur tumbuh di buntut Bruno. Bulunya rontok cukup parah. Belum lagi dia bau sekali. Entahlah sudah berapa lama dia tidak dimandikan. Badannya juga kecil.

Dokternya berasa amazed melihat Bruno. Saya jadi curiga jangan-jangan dokternya dalam hati ngomong ini si Mbak Kimi demen amat ya mengangkut kucing-kucing bermasalah. Miko dan Sisi dulu begitu juga. Tidak terawat. Mereka kutuan dan jamuran. Selain itu, tampaknya Pak Dokter juga amazed begitu tahu saya mendapatkan Bruno secara gratis. Bruno kan kucing mahal. Kalau kata Mama saya, sih, kucing bule.

Dokter menyuntikkan vitamin, obat anti jamur, obat cacing, dan obat kutu juga. Dokter juga berpesan seminggu yang akan datang (which is Rabu besok) jangan lupa bawa Bruno lagi ke sana untuk divaksin. Siap, Pak Dokter!

Nah, Bruno, semoga kamu betah dan bahagia bersama kami keluarga barumu. Cepetan dong akur sama Bubu dan Miko. Semoga kamu cepat sembuh dari jamurmu ya. Dan semoga kamu selalu sehat. Insya Allah kami akan merawatmu dengan baik dan sepenuh hati.
Share: