Saturday, October 3, 2020

Lima Aliran Feminisme

Saat ini saya punya minat baru. Saya tertarik dengan feminisme. Sebenarnya sejak dulu saya ingin belajar feminisme, tetapi selalu tergoda untuk belajar yang lain terlebih dahulu. Hal yang membuat saya tertarik dengan feminisme adalah karena saya perempuan. Saya ingin belajar lebih dalam tentang isu-isu perempuan. Perlu teman-teman ketahui pengetahuan saya terkait topik ini nol besar.

Untuk itu, target saya beberapa bulan ke depan (atau sampai saya bosan) akan membaca buku-buku terkait feminisme. Sampai saat ini saya sudah membaca empat buah buku bertemakan feminisme. Buku-buku yang sudah saya baca, antara lain The Second Sex (saya nggak ngerti ini isinya apa, huhuhu), Feminism: A Very Short Introduction, A Feminist Manifesto: Kita Semua Harus Menjadi Feminis, dan Membunuh Hantu-Hantu Patriarki

Sekarang saya sedang iseng membaca salah satu buku teks kuliah saya dulu, yaitu Half the Human Experience: The Psychology of Women. Buku ini dipakai untuk mata kuliah Psikologi Wanita dan Gender. Bukunya tebal sekali 592 halaman. :((


sampul bukunya dari Goodreads


Seperti biasa, agar saya dapat memahami isinya dengan baik dan supaya saya tidak lupa, saya akan mencatat bagian yang saya anggap penting dari buku ini. 

Untuk catatan pertama, saya baru tahu ada lima jenis feminisme, yaitu liberal or moderate feminism, cultural feminism, Marxist or socialist feminism, radical feminism, dan postmodern feminism.

LIBERAL OR MODERATE FEMINISM

Liberal feminism meyakini bahwa wanita seharusnya memiliki kesempatan dan hak yang setara dengan pria. Pada dasarnya, mereka percaya untuk mengubah keadaan harus berjuang di dalam sistem. Contoh organisasi feminisme liberal adalah NOW (National Organization for Women), yang merupakan kelompok untuk yang melobi Equal Rights Amendment. 

CULTURAL FEMINISM

Tidak seperti liberal feminism yang melihat pria dan wanita pada dasarnya serupa, tetapi dibutuhkan hak yang setara, maka cultural feminism melihat wanita memiliki kualitas spesial dan unik yang membedakannya dari pria. Tugas pentingnya adalah untuk meningkatkan dan menilai kualitas spesial tersebut yang sudah devalued oleh masyarakat patriarki. Kualitas spesial yang dimaksud, misalnya sifat wanita yang nurturing, connectedness, dan intuition.

MARXIST OR SOCIALIST FEMINISM

Marxist atau socialist feminism berargumen feminis liberal dalam menganalisa masalah sangat dangkal dan tidak menyentuh akar persoalan. Marxist feminism melihat penindasan pada wanita sama seperti penindasan berdasarkan kelas, yaitu penindasan yang berakar dari kapitalisme. Dengan kata lain, wanita dieksploitasi melalui kapitalisme. Contohnya, gaji yang tidak setara antara wanita dan pria. Menurut Marxist feminism wanita baru terbebas dengan cara menghancurkan kapitalisme.


gambar dari sini


RADICAL FEMINISM

Radical feminism melihat patriarki sebagai sumber persoalan ketidakadilan yang menimpa wanita. Feminis radikal meyakini pria mendominasi dan menindas wanita. Dari laman Wikipedia:

Radical feminism is a perspective within feminism that calls for a radical reordering of society in which male supremacy is eliminated in all social and economic contexts, while recognizing that women's experiences are also affected by other social divisions such as in race, class, and sexual orientation.

Dengan kata lain, gampangnya adalah HANCURKAN PATRIARKI!

POSTMODERN FEMINISM

Postmodern feminism dipengaruhi oleh gerakan postmodern, yang mempertanyakan rasionalitas dan objektivitas sebagai metode untuk mendapatkan kebenaran, baik di humanities (terjemahannya sastra?) atau di sains. Aliran feminisme ini tidak berfokus pada aksi sosial, melainkan melalui gerakan akademis untuk mereformasi pikiran dan riset di dalam kampus. Ini penjelasan dari buku. Akan tetapi, penjelasan dari Wikipedia berbeda sekali:

Postmodern feminism is a mix of post structuralism, postmodernism, and French feminism. The goal of postmodern feminism is to destabilize the patriarchal norms entrenched in society that have led to gender inequality. Postmodern feminists seek to accomplish this goal through rejecting essentialism, philosophy, and universal truths in favor of embracing the differences that exist amongst women to demonstrate that not all women are the same. These ideologies are rejected by postmodern feminists because they believe if a universal truth is applied to all woman of society, it minimizes individual experience, hence they warn women to be aware of ideas displayed as the norm in society since it may stem from masculine notions of how women should be portrayed.

Demikianlah lima aliran utama feminisme. Mohon dikoreksi jika terdapat kesalahan. Akhirul kalam, yuk kita belajar feminisme bareng-bareng. 

Share:

0 comments:

Post a Comment

Please, say something. But, NO SPAM and NO ANONYMOUS. Thank you. ^^;