Friday, April 23, 2021

Sebuah Obituari: Yasmin Nurjihan Donny

Tidak mudah bagi saya untuk menulis ini karena tulisan kali ini adalah sebuah obituari. Namun, saya merasa berkewajiban untuk menuliskannya karena sebagai sebuah bentuk penghargaan dan kasih sayang teruntuk keponakan saya.

Pada hari Senin, tanggal 5 April 2021, telah berpulang ke Rahmatullah, keponakan saya, Yasmin Nurjihan Donny binti Alm. Donny Arista, pada usia 23 tahun di Jambi. Yasmin meninggalkan mamanya dan kedua adiknya, yaitu Haiqal dan Salwa. 

Yasmin lahir di Bandar Lampung, tanggal 3 November 1997. Ia menamatkan pendidikan strata satunya di Fakultas Hukum Universitas Lampung dengan predikat Pujian. 




Yasmin memiliki hobi desain. Ia pernah bilang ke kakak mamanya kalau sebenarnya dia ingin kuliah desain, tetapi dia tidak mau meninggalkan mamanya karena kuliah desain tidak ada di Lampung. Yasmin pun memutuskan untuk tetap kuliah di Bandar Lampung dan belajar desain secara otodidak. Dia menekuni hobinya dan menjadikan sebagai penghasilan sampingan. Dia punya bisnis kecil-kecilan juga dengan teman-temannya. Yasmin keren ya? 

Yasmin juga hobi mendengarkan musik. Dan sejauh yang saya tahu Yasmin mengidolakan Patrick Dempsey dan Sebastian Stan. Oh, terutama sekali dia sangat sangat suka dengan Catalulla. Tahu kan? Anak selebgram itu lho...

Di lingkungan teman-temannya, Yasmin dikenal sebagai orang yang sangat ramah, baik hati, dan gemar menolong. Dengan sifatnya yang supel, outgoing, tidak heran kalau Yasmin memiliki teman yang sangat banyak. Sewaktu berita wafatnya Yasmin tersebar, ramai teman-temannya datang ke rumah. Close to a hundred, maybe more. Teman dari TK hingga kuliah, ada juga teman di luar itu. Saking banyaknya temannya, saya tidak tahu Yasmin bisa punya teman dari mana saja. 

Teman-temannya rela menunggu jenazah tiba dari Jambi sampai pukul 01.30 pagi. Ada yang langsung datang dari Jakarta naik Damri malam itu juga dan tiba subuh di Bandar Lampung  hanya untuk melihat Yasmin terakhir kali. Mereka ingin memberikan penghormatan terakhir dan mendoakan Yasmin secara langsung. Dan di antara mereka -- sebanyak tiga mobil -- ada yang ikut mengantarkan Yasmin ke tempat peristirahatannya terakhir di kampung kami, Pakuon Ratu. Padahal Pakuon Ratu itu jauh. Sekitar 4 - 5 jam dari Bandar Lampung. Belum lagi jalan yang jelek begitu masuk kampung. Tetapi, teman-teman Yasmin setia. Mereka semua sayang Yasmin.

Yasmin dimakamkan di sebelah papanya. Papanya Yasmin adalah kakak tertua saya. Saya memanggil beliau Minak Donny.

By the way, Yasmin baru bekerja tiga bulan sebagai CPNS di KPU Provinsi Jambi. Di kantornya, Yasmin meninggalkan kesan yang sangat baik. Yasmin dikenal sebagai anak yang pintar dan cekatan dalam bekerja. Bosnya sangat memuji Yasmin. Bosnya juga bilang kalau di kantor Yasmin selalu ceria dan ramah. Meski baru tiga bulan bekerja, Yasmin sudah menjalin banyak pertemanan di kantornya. 




Yasmin adalah kebanggaan keluarga kami. Ia merupakan cucu tertua sekaligus cucu kesayangan ayah saya. Yasmin anak yang cantik dan pintar. Mamanya menaruh harapan tinggi pada Yasmin. Yasmin juga memiliki mimpi yang tinggi untuk masa depannya. Tetapi, yah, kita tidak pernah tahu sampai di batas mana umur kita. Kami semua sangat sayang sama Yasmin dan sangat merasakan kehilangan. Namun, Tuhan lebih sayang sama Yasmin. 

Dari Yasmin saya belajar banyak hal. Salah satunya adalah penting untuk selalu berbuat baik dan meninggalkan kesan baik pada semua orang. Karena mereka akan menjadi teman dan saudara kita yang akan mendoakan kita di saat kita sudah tidak ada lagi di dunia ini. Pelajaran itu saya dapatkan setelah melihat sendiri begitu banyaknya teman Yasmin yang sayang sama dia dan mendoakan dia. 

Selamat jalan, keponakanku tersayang, Yasmin. Selamat beristirahat dengan tenang. Semoga kamu lebih bahagia ya sekarang karena sudah berkumpul dengan Papa, Ayik, Mbah, dan Mangcek di sana. Alfatihah. Oh iya, ada satu cincin kamu buat Uncu ya. Uncu pakai terus kok. Biar kamu selalu dekat sama Uncu. Alfatihah lagi buat kamu. 
Share:

30 comments:

  1. Kak Kimi, turut berdukacita 😒 Semoga Yasmin diberikan tempat yang terbaik di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan penghiburan πŸ™

    ReplyDelete
  2. Ya Allah, I am so sorry for your lost..
    Saya nggak punya kalimat terbaik yang bisa saya ucapkan selain "semoga keluarga dan teman-teman yang ditinggalkan bisa lebih tabah"

    dan Semoga Alrmahum di tempatkan di sisi Terbaik Tuhan. Amin..
    Selamat jalan Yasmin.. Al-Fatihah.

    ReplyDelete
  3. Turut berduka cita, kimi. Semoga amal ibadah almarhumah diterima oleh Tuhan YME. Dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan.

    ReplyDelete
  4. mba kimi, turut berduka
    semoga amal ibadah Yasmin diterima Allah swt

    ReplyDelete
  5. Hi, new reader here

    Tak banyak kalimat yang menyatakan duka nampak biasa dan sederhana, hanya saja ada ribuan rasa yang merangkainya .

    Turut berduka cita mba kim. Semoga almarhumah di beri tempat terbaik disisi-Nya πŸ™

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo, Khai Uta. Aku manggilnya apa nih? Terima kasih ya sudah datang berkunjung. Terima kasih juga atas perhatian dan doanya. Amin amin. Semoga almarhumah diberi tempat terbaik di sisi Tuhan.

      Delete
  6. innalillahi wa inna ilaihi rojiun. doa terbaik untuk saudara Kimi. *big hug*

    ReplyDelete
  7. Turut berduka :") terlihat banget mba yasmin ini friendly dan ceria banget :')

    Semoga tenang di sisi-Nya

    ReplyDelete
  8. Turut berdukacita buat Kak Kimi sekeluarga, hanya bisa mendoakan semoga mendapat yang terbaik... :(

    ReplyDelete
  9. sejak pertama baca kabar di plurk sampai sekarang baca blog post ini, hatiku masih semacam patah. entahlah kimi dan keluarga rasanya gimana aku ngga berani mengira2 karena ini bukanlah duka yang biasa... aku cuma bisa mendoakan yang terbaik buat kalian sekeluarga. semoga semua selalu sehat. semoga Yasmin diberi tempat terindah bersama keluarga yang sudah mendahului...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin amin amin... Terima kasih banyak, Kitin...

      Delete
  10. Ikut berduka cita ya mbak Kimi. Almarhumah terlihat sangat supel dan banyak kawan. Semoga tenang di sisiNya dan keluarga yang ditinggalkan dikuatkan.

    ReplyDelete
  11. Turut berduka, Mbak

    Masya allah tabarakallah, Mba Yasmin pasti orang baik. Banyak sekali sahabatnya sampai yang bela-belain mengantar ke tempat peristirahatan terakhir.

    Dari cerita Mba Kimi tentang Mba Yasmin saya jadi belajar betapa pentingnya menjadi orang baik, berbuat baik dan berbagi kebaikan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih, Mbak Pipit.

      Iya, Mbak. Aku pun belajar dari Yasmin kalau kita tuh harus jadi orang baik. Biar banyak teman dan banyak yang mendoakan.

      Delete
  12. Turut berduka cita Ranger. Semoga Yasmin diberikan tempat yang layak di sisi NYA dan keluarga yang ditinggalkan, termasuk Ranger Kimi diberikan kesabaran.

    Selalu menyedihkan kehilangan seseorang yang kita sayangi, tetapi percayalah itu adalah yang terbaik yang diberikan Tuhan kepadanya dan keluarganya.

    Keep strong Ranger...

    ReplyDelete
  13. Turut berduka Kim..semoga mendiang beristirahat dengan tenang...

    ReplyDelete
  14. Turut berduka cita atas kepergian Yasmin, Mbak Kimi...

    ReplyDelete
  15. Turut berduka cita mba, sedih kalo membaca berita2 kehilangan gini :(. Apalagi masih muda, baik.. kebayang keluarganya akan sangat kehilangan :(.

    Semoga kuat dan ikhlas. Utk Yasmin, semoga semua kesalahannya diampuni yg maha kuasa, diberikan tempat terbaik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin amin... Terima kasih banyak, Mbak Fanny.

      Delete

Saya sangat menantikan komentar dari kalian. Asal jangan spam, jangan anonim, dan tetap sopan ya. Mari kita menghargai satu sama lain. Terima kasih.