Tuesday, August 26, 2014

# sok pinter

Ada Apa dengan Usia 27?

Tanggal 8 April 1994 di Seattle, AS, tepatnya di rumah rock star Kurt Cobain, dia ditemukan tewas dengan pistol di tubuhnya. Di dekat tubuhnya juga ditemukan surat terakhirnya yang ditujukan kepada Boddah, teman khayalannya sewaktu dia masih kecil. Hasil investigasi polisi menyimpulkan kemungkinan Cobain sudah bunuh diri tiga hari sebelumnya, yaitu pada tanggal 5 April 1994. Cobain meninggal di usia muda, 27 tahun.

Kurt Cobain tidak sendiri. Ada sederet nama musisi lainnya yang meninggal di usia 27. Sebut saja Brian Jones, Jimi Hendrix, Janis Joplin, Jim Morrison, hingga Amy Winehouse. Kesamaan mereka adalah sama-sama terkenal, sukses, karir bagus di musik, dan mereka sama-sama meninggal di usia 27. Kemudian muncul lah istilah "27 Club" atau Klub 27. Klub 27 adalah sebuah sebutan untuk mengelompokkan musisi-musisi yang meninggal di usia 27, biasanya karena overdosis narkoba, kecanduan alkohol, dan bunuh diri. Entah siapa atau media mana yang pertama kali mempopulerkan istilah 27 Club ini. Bisa jadi istilah ini mulai muncul ketika seorang reporter televisi mewawancarai ibunda Cobain dan dia bilang begini:

"Now he's gone and joined that stupid club. I told him not to join that stupid club." (sumber)

Saya jadi tertarik membahas Klub 27 ini setelah meninggalkan komentar yang agak serius di tulisan Elia di sini. Kemudian saya jadi penasaran kenapa musisi-musisi itu bisa tergabung dalam Klub 27? Apakah suatu kebetulan belaka? Karena kan orang bisa meninggal di usia berapa saja, baik itu selebritis maupun orang biasa saja macam kita-kita ini. Jadi, apa yang membuat usia 27 begitu "spesial"? Bahkan, Amy Winehouse tiga tahun sebelum wafatnya sudah memprediksi dia akan bergabung dengan Klub 27. 

Teori pertama yang muncul di benak saya adalah teori perkembangan psikososial dari Erik Erikson. Usia 27 berada dalam rentang usia 20 - 39 tahun dimana tugas utama bagi individu pada usia ini adalah mencari hubungan romansa yang stabil. Karena pada usia 20 - 39 tahun, biasa disebut juga usia dewasa muda, cinta adalah nilai yang sangat penting. Pada usia ini opsi yang tersedia ada dua, yaitu intimacy atau isolation

Dewasa muda mulai membina hubungan asmara dengan orang lain. Demi hubungan tersebut mereka bersedia melakukan pengorbanan dan berkomitmen dengan pasangan mereka. Bentuk hubungan ini bisa berupa pacaran dan pernikahan. Ketika mereka gagal membina hubungan asmara dengan orang lain, entah itu karena memang faktor internal mereka maupun faktor eksternal, maka mereka pun akan merasa seolah-olah mereka terisolasi. 

Tapi, apakah para musisi yang tergabung dalam Klub 27 adalah individu-individu yang gagal dalam tugas perkembangannya? Itu saya tidak bisa menjawabnya. Mari ambil contoh Kurt Cobain. Saya dulu sampai membeli buku biografinya dan menyadari betapa kompleksnya individu yang bernama Kurt Cobain. Kepribadiannya sedikit banyak pasti mempengaruhi keputusannya untuk mengakhiri hidup. Belum lagi dia cenderung depresif. Ditambah pula gaya hidup para musisi sangat rentan terpapar alkohol dan narkoba dan Kurt Cobain tanpa terkecuali. Dia pernah ditemukan oleh istrinya, Courtney Love, dalam keadaan overdosis setelah minum sampanye dan Rohypnol. Amy Winehouse menghabiskan uangnya sebanyak $5000 tiap minggu untuk memenuhi adiksinya akan narkoba (sumber dari sini). 

Saya menemukan artikel dari Daily Mail yang membahas tentang Klub 27 ini. Menurut artikel tersebut Klub 27 itu mitos. Musisi di usia 20an hingga 30an memang 2-3 kali lebih besar kemungkinan untuk meninggal dibandingkan populasi pada umumnya. Tapi, kalau kebanyakan musisi meninggal di usia 27 itu hanya sebuah kebetulan belaka. Profesor Barnett, peneliti dari Queensland University of Technology, bilang begini:

"'The '27 club' is based on myth, but warn that musicians have a generally increased risk of dying throughout their 20s and 30s."

Kemudian yang menjadi menarik adalah mengaitkan Klub 27 dengan kehidupan sehari-hari kita. Lea pernah membahasnya di sini. Menurut Lea usia 27 memang berat. Saya pun mengamini. Tapi, ini perlu digarisbawahi. Masing-masing dari kita melewati perjalanan hidup sendiri-sendiri dan jelas saja pengalaman kita berbeda. Kebetulan saja pengalaman yang Lea dan saya lalui di usia 27, menurut kami, cukup menguras tenaga dan pikiran. Sementara bagi Elia ya sebaliknya. Dia bertanya apakah usia 27 adalah usia yang berat? Menurutnya, semua itu tergantung bagaimana sudut pandang kita. Mau dianggap berat, ya berat. Mau dianggap ringan, ya ringan. Untuk hal ini, saya punya penjelasan sendiri. Saya sudah tulis komentar di blog Elia sih, tapi tidak apa jika saya tulis lagi di sini ya.

Jadi, menjawab pertanyaan Elia tersebut, saya hanya bisa menjawab begini:

Dan apakah usia 27 adalah usia yang berat? Gue rasa penjelasan masuk akal kenapa dirasa usia 27 itu “wah” banget (termasuk gue untuk sampai saat ini), ya karena memang si individu baru umur segitu sih. Nanti kalau doi semakin bertambah usia, ya permasalahan hidupnya semakin bertambah dan semakin kompleks. Just a thought.

Demikian lah. 

20 comments:

  1. di usia 27, saya sdh punya anak satu #lospokus

    dan ya berapapun usiamu, yg penting sebanding dengan perkembangan tingkat kedewasaan dalam berpikir
    *aduh aku komen serius lagi*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Om, di usia segitu jangankan punya anak, menikah saja aku belum...

      Btw, gak apa-apa atuh lah Om Warm komen serius mah. Biar seru! Hahahaha...

      Delete
  2. Weh ini jadi bahas serius tntg Club 27 :))))

    Btw... elia inget gak ya... dulu kan dia juga pernah ngomong kalo dia punya feeling bahwa dia termasuk anak Club 27 *bisik-bisik* yang selalu gue jawab dgn "Apaan, sih! Jangan ngomong kayak gitu, ah!" Pas mendekati umur 27 jutru dia baru berubah pikiran dan ngomong mau hidup yang lama. *ngikik*

    Anw, ya ampun. Gue juga punya biografinya Cobain. Elo juga suka Cobain? Gue punya temen! *terharu*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku gak ngefans Kurt Cobain, Le. Dulu aku beli buku biografinya untuk tugas salah satu mata kuliah. :r

      Delete
  3. Ada hubungannya dengan teori perkembangan psikososial atau gak, gue gak yakin. Tapi ya sekali lagi, menurut gue itu cuma tren. Dan karena tren itu melibatkan para rockstar, banyak yang pengen ikutan :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepertinya memang begitu, El. 27 Club ini sepertinya memang terlalu diheboh-hebohkan karena melibatkan banyak rockstar. Sadly, many people think that's cool.

      Delete
  4. Eh... sebenarnya begini. Secara statistik, survive di usia 27 itu gampang. Yang susah itu tidak mati sebelum dan sesudahnya. (LOL)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, iya. Betul itu. Kita juga gak tahu kapan maut datang kan. Bisa sebelum atau sesudah usia 27. :|

      Delete
  5. Gitu, ya. Oke tengkyu. Bekal pengetahuan yg baik untukku menjelang usia dua puluh tujuh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukannya usiamu sudah jauh melewati usia 27? :P

      Delete
  6. oh, ada klubnya juga ya?
    ga mau ikutan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk apa juga ikutan klub macam ini? :P

      Delete
  7. aku terpuruk pas umur 25 tuh Kim.... pas 27 masih berusaha bangkit sih, slowly, dan baru berhasil bangkit pas 29. jadi ga masuk yah hihi... eh jadi ikutan follow blognya macangadungan, cool blog!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah... Boleh juga tuh kalau diceritakan pengalamannya di blog, Mbak. :)

      Delete
  8. Apa mungkin karena di sekitar usia 27, ada transisi kehidupan disana, dari sendiri menjadi berdua, perkawinan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oke, terus maksudnya bagaimana?

      Delete
    2. Ya karena proses transisi itu, bisa jadi ada yang mengalami perubahan drastis dalam hidupnya. Mungkin aja dia nggak kuat dengan perubahan itu..

      Maap mbak, teori ngasal ^_^

      Delete
    3. Hihihi kenapa harus minta maaf?

      By the way, aku masih bingung. Yang Mas Arif maksud itu terkait dengan teori perkembangan Erik Erikson tentang dewasa muda atau terkait dengan Klub 27 ini? Karena kalau terkait dengan teori Erik Erikson, jika individu sudah menikah berarti dia sudah menjalankan tugas perkembangannya dong? Seharusnya berarti bukan masalah lagi. Perihal nanti pernikahannya itu lancar atau gak, ya itu beda lagi perkaranya. :D Sementara kalau terkait Klub 27, kan ada yang belum menikah juga...

      Delete
  9. Btw, tiba-tiba keinget, ada lagi blog favoritku Kim. Tapi agak jarang update. Samalah sama blog ini.

    Alamatnya katakataku.com . #IndahnyaBerbagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku sudah mampir ke blognya dan bagus. Terima kasih referensinya! :D

      Delete

Please, say something with real names. But, NO SPAM and NO ANONYMOUS. Thank you. ^^;