Thursday, August 22, 2019

Hal-Hal yang Dilakukan Ketika Patah Hati

Patah hati itu menyakitkan. Kalau ada yang bilang menyenangkan, well, terserah ya. Itu mungkin buat dia, tapi buat saya tidak.

Namun, seiring berjalannya waktu patah hati yang saya rasakan di umur yang semakin menua ini terasa lebih santai jika dibandingkan sewaktu saya masih remaja dulu. Waktu masih awal-awal mengeksplorasi perasaan, jatuh cinta dengan lawan jenis, lalu disakiti, duh rasanya dunia mau kiamat. Menangis berhari-hari, langit seperti mau runtuh, tidak nafsu makan, dan malas mau ngapa-ngapain.


gambar dari sini


Sekarang kalau saya patah hati, saya tahu apa yang terjadi dan apa yang harus saya lakukan. Sehingga tidak perlu berlarut-larut. Proses kognitif saya bisa lebih cepat mencerna semuanya. Kalau becandaan dengan teman, saya bilangnya, "Sudah terlatih." Ha, ha, ha!

Dibilang sudah mati rasa sepertinya tidak juga. Buktinya saya masih bisa jatuh cinta dan bisa merasakan sakit hati. Inginnya sih begitu, bisa numb, sayangnya saya belum bisa.

Kali ini berhubung saya sedang iseng dan sedang semangat menulis, saya ingin berbagi cerita saja tentang hal-hal yang biasa saya lakukan ketika saya patah hati.



1. Menangis


Sebagai orang yang cengeng, wajar jika reaksi pertama saya adalah menangis. Saya bisa menangis di mana saja. Di kamar mandi, di tempat tidur, di dalam mobil, atau di tengah keramaian. Di saat saya sudah tidak kuat lagi, di mana pun tempatnya, air mata akan langsung jatuh begitu saja. Dan saya tidak peduli jika harus dilihat orang banyak.


2. Berbicara dengan Seseorang


Saya orangnya gampang curhat. Senggol sedikit, langsung tumpah. Jadi, tentu saja saya akan segera menelpon teman dekat saya untuk bercerita dan menangis. Di saat awal patah hati saya masih menyalahkan diri sendiri, playing victim, penuh dengan amarah dan sumpah serapah. Saya butuh tempat untuk meluapkan itu semua. Alhamdulillah, saya punya sahabat baik yang siap menampung cerita-cerita saya.

Tentu saja, terkadang ketika kita curhat, kita hanya ingin didengarkan. Kita tahu bahwa ada orang yang mau mendengarkan kita dan itu sudah cukup. Di saat seperti ini, saya sedang tidak ingin dihakimi dan dinasehati macam-macam kecuali saya memintanya. Saya hanya ingin didengarkan semenjengkelkan apapun curhatan saya itu. Karena biasanya saya sudah tahu apa yang terjadi, langkah apa yang harus diambil, dan insights apa saja yang dapat saya petik dari kejadian tersebut. These are the perks of being a person who thinks too much.

Namun, adakalanya juga saya butuh saran dan pendapat. Juga butuh ketenangan jiwa. Reassurance that I'm gonna be just fine. Kalau sudah begini, baru saya minta ke teman dekat, "Hey, can you help me? Please?"


3. Memanjakan Diri Sendiri


Sungguh lumrah ketika sedang patah hati saya ingin memanjakan diri sendiri. Misalnya dengan makan di tempat enak dan mahal, nonton film di bioskop, jajan, menginap di hotel, atau jalan-jalan. Saya orangnya random, jadi bisa saja tahu-tahu saya pesan kamar atau tiket untuk pergi dari rumah sementara waktu.


4. Banyak Membaca dan Menulis


Biasanya kalau saya sedang patah hati saya justru semakin rajin baca dan update blog. Saya sok-sokan baca-baca buku dan jurnal yang njelimet untuk saya rangkum intisarinya di blog. Ini adalah sebuah penghiburan buat saya. Saya berpikirnya oke deh hati saya boleh sakit, tapi otak saya harus bisa jadi lebih pintar dari yang sekarang.

Saya juga kurang paham kenapa dengan baca dan menulis (serta obsesi menjadi pintar) adalah pelarian bagi saya. Mungkinkah karena saya tahu saya tidak cantik dan saya tidak bisa melakukan apapun untuk mengubah takdir fisik saya, tetapi setidaknya saya tahu kalau saya bisa mendidik diri saya sendiri untuk menjadi pintar? Yang sayangnya tetap saja saya tidak pintar-pintar. Ahahahaha...

Eh, tetapi, jadi kepikiran. Kalau saya bisa nyanyi dan jago bikin lagu, barangkali pelarian saya menulis lagu ya?


5. Menghilang dari Media Sosial


Ketika mengalami patah hati, tentu ada masanya ketika kita ingin menghindar dari keramaian. Kita ingin sendirian. Kalau di dunia nyata, jangan ditanya. Saya orangnya terlalu sering sendirian.  I am a solitaire. Kecuali orang yang dekat banget sama saya, biasanya orang tidak akan tahu saya sedang baik-baik saja atau sedang sedih. Karena selalu menghindari manusia kan.

Kalau di internet saya biasanya menghilang dari media sosial, terutama Twitter. Blog juga memang media sosial, tetapi saya tidak bisa menghilang sepenuhnya dari blog karena alasan yang sudah saya kemukakan di nomor 4.


6. Mendengarkan Musik Sedih


Sudah tahu patah hati, tetapi dengan sengaja saya mendengarkan lagu-lagu yang sedih.

Penggemar: Punya hobi kok senang menyiksa diri sendiri sih, Kim?

Ya habisnya bagaimana dong... Daripada saya memendam emosi dan jadi bisul? Mending dikeluarkan semuanya kan. Memutar lagu patah hati berulang-ulang sampai bego dan hapal lirik di luar kepala. Sampai mata bengkak karena menangis terus-terusan.


gambar dari sini


Setelah berusaha mengingat-ingat sepertinya hanya itu saja yang biasanya saya lakukan ketika saya sedang patah hati. Barangkali ada yang ingin menambahkan ide siapa tahu saya patah hati lagi nanti? 😐
Share:

7 comments:

  1. Mbak sama bgt dg aku. Sekarang sudah lebih selow, kalo patah hati ya mengakui saja dan malah banyak nulis bahaha aku tuh sebenernya mudah dideteksi, makin sering apdet tandanya sdg resah hatinya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini maksudnya sering update di blog ya? Yeay, kita beneran sama dong ya. Hihihi.

      Delete
    2. iya, semakin resah, blognya rajin sekali di update, medsos malah ngilang wkwk omg

      Delete
  2. Dulu pas aku patah hati belum ada medsos jadi nggak bisa ngilang :D hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dulu Mbak Eka cara mengobati patah hatinya bagaimana dong?

      Delete
  3. "Saya berpikirnya oke deh hati saya boleh sakit, tapi otak saya harus bisa jadi lebih pintar dari yang sekarang." BENER JUGA YA. Aku malah ngerasa sedih tuh jauuuh lebih baik daripada feeling numb. Kalo patah hati, mending nangis dan sedih-sedih dan dengerin lagu-lagu sedih. Kalo udah mulai mati rasa, malah ngerasa "Ini kenapa ya?" trs takut jadi break down gitu :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tapi kan, tapi kan... Sedih itu capek dan menguras energi sekali... :(

      Delete

Please, say something. But, NO SPAM and NO ANONYMOUS. Thank you. ^^;