Thursday, August 6, 2020

Konflik dan Berdamai

*Tulisan ini adalah rangkuman berseri dari buku Social Psychology karangan David G. Myers. Untuk Bab 12 bisa dibaca di sini.
**Tulisan ini cukup panjang. Jika kalian lelah, ada baiknya beristirahat dulu baru nanti dilanjut lagi bacanya.

***


Chapter 13: Conflict and Peacemaking

What Creates Conflict?

Bahan apa sajakah yang dapat menyebabkan timbulnya konflik?

Social Dilemmas

Individu mengejar tujuan pribadinya dengan biaya mengorbankan collective well-being. Misalnya, membeli kendaraan pribadi yang mana nanti asap dari knalpotnya menghasilkan karbonmonoksida yang dapat memengaruhi kualitas udara. Atau, konsep banyak anak banyak rejeki di mana individu berharap anak-anaknya dapat membantunya dalam bekerja dan di usia tua ada yang mengurusnya. Namun, setelah terjadi pada beberapa generasi efeknya adalah overpopulasi. 

Hal yang dapat dilakukan mengatasi dilema sosial adalah:
1.  Make the group small. Kelompok dengan anggota yang lebih sedikit, maka masing-masing anggotanya akan merasa bertanggung jawab dan lebih efektif. In small groups, people also feel more identified with a group’s success. Anything else that enhances group identity will also increase cooperation. 
2. Communication. Komunikasi ini diperlukan jika ingin mengatasi social dilemmas. Komunikasi yang baik membuat orang bekerja sama. 
3. Changing payoffs to make cooperation more rewarding.
4. Invoking compelling altruistic norms.

Competition

Hostilities often arise when groups compete for scarce jobs, housing, or resources. When interests clash, conflict erupts. Contoh dari eksperimen yang terkenal, yaitu eksperimen yang dilakukan oleh Muzafer Sherif (1966) dengan partisipannya 22 anak-anak berusia 11 dan 12 tahun. Kapan-kapan akan saya bahas lengkap eksperimennya. Soalnya eksperimennya menarik (buat saya). Layak untuk dibahas di satu tulisan khusus.

Competition breeds conflict, later research has shown, especially when (a) people perceive that resources such as money, jobs, or power are limited and available on a zero-sum basis (others’ gain is one’s loss), and (b) a distinct outgroup stands out as a potential competitor (Esses & others, 2005).


Perceived Injustice

Apa itu justice? Menurut beberapa ahli Psikologi Sosial, orang-orang mempersepsikan keadilan dengan equity -- the distribution of rewards in proportion to individuals’ contributions

How Can Peace be Achieved?

Kita sudah membahas sebelumnya bagaimana terjadinya konflik. Sekarang saatnya kita membahas bagaimana menyudahi konflik dan mencapai perdamaian. Agar mudah diingat kita bisa mengingatnya dengan 3C, yaitu contact, cooperation, dan communication.

Contact

Dari studi meta-analisis yang telah dilakukan hasilnya kontak yang dilakukan dapat memprediksi toleransi. Beberapa studi menunjukkan terdapat korelasi antara kontak dan sikap positif. Contohnya, semakin banyak kontak yang dilakukan antar ras di Afrika Selatan antara kulit hitam dan kulit putih, semakin simpatik sikap mereka terhadap satu sama lain. 

Cooperation

Menghadapi musuh bersama akan menghasilkan kerja sama. Tidak hanya dalam menghadapi ancaman atau musuh bersama, kerja sama juga dapat terjadi dalam usaha untuk mencapai common goal

Communication

Pihak-pihak yang berkonflik dapat menyelesaikan konflik mereka dengan cara bargaining, mediation, dan arbitration.

Bargaining: Seeking an agreement to a conflict through direct negotiation between parties.

Mediation: An attempt by a neutral third party to resolve a conflict by facilitating communication and offering suggestions.

Arbitration: Resolution of a conflict by a neutral third party who studies both sides and imposes a settlement.

Yak, demikianlah rangkuman Bab 13 dari buku Social Psychology karangan David G. Myers. Sebenarnya buku ini ada enam belas bab, tetapi saya cukupkan edisi rangkuman bukunya sampai di bab 13 saja. Pasalnya tiga bab terakhir hanya membahas praktik Psikologi Sosial di klinik dan pengadilan, juga membahas Psikologi Sosial dan sustainable future. Rasanya kurang seru dibandingkan tiga belas bab yang sudah kita bahas di mana ada satu topik bahasan tertentu.

Penggemar: Tapi, Kim, kamu kan janjinya mau merangkum semuanya.

Mohon maaf kalau kalian kecewa, tapi saya juga sedang malas untuk melanjutkan edisi rangkuman ini. Tapi, baiklah, jika kalian tetap menuntut. Saya akan melanjutkan rangkuman buku ini jika -- HANYA jika -- saya sedang mood dan tidak malas merangkum. Atau, ketika saya sedang saat ingin menulis blog, hanya saja saya tidak tahu mau menulis apa, maka saya akan melanjutkan merangkumnya. 

Jadi begitulah. Semoga setelah tiga belas bab rangkuman saya ini dapat bermanfaat buat teman-teman semuanya, minimal dapat menambah wawasan. Syukur-syukur dapat teman-teman aplikasikan ke dalam kehidupan sehari-hari.

So, sampai jumpa di edisi rangkuman buku berikutnya!

Daftar Pustaka:

Myers, D. G. (2010). Social psychology (10th ed.). New York: McGraw-Hill.
Share:

2 comments:

Please, say something. But, NO SPAM and NO ANONYMOUS. Thank you. ^^;