Sunday, January 31, 2021

Series I Watched on Netflix #3

Hai, hai. Kembali lagi ke daftar serial yang saya tonton di Netflix. Sejak tulisan yang ini di bulan November 2020 yang lalu, cukup banyak serial yang sudah saya tamatkan. Ini menunjukkan bahwa hidup saya memang sangat woles dan tidak ada kerjaan. Ha, ha. Tapi, saya sungguh menikmati hidup saya yang santai tersebut karena itu berarti saya punya waktu luang yang sangat banyak untuk nonton film dan serial, juga untuk membaca buku. 

Kita cukupkan basa-basinya sampai di situ saja. Mari kita langsung membahas serial apa saja yang sudah saya selesaikan kemarin.

1. The End of F***ing World




Termasuk serial favorit saya dari Netflix. Bercerita tentang kisah cinta antara James dan Alyssa. Awalnya James, yang punya hasrat ingin membunuh seseorang, tercetus niat ingin membunuh Alyssa. Namun, di luar dugaan akibat dari runaway trip yang mereka lakukan, James lambat laun jatuh cinta dengan Alyssa. Mereka masuk tanpa izin ke rumah seseorang, lalu membunuh si empunya rumah karena membela diri, dan mereka kabur supaya tidak tertangkap. Itu cerita di musim pertama. Di musim kedua, James dan Alyssa kembali bertemu, tetapi nyawa mereka terancam karena pacar dari orang yang mereka bunuh di musim pertama, datang mencari mereka dan ingin membalas dendam. 

Setiap episode dari The End of F***ing World hanya berdurasi tidak sampai tiga puluh menit. Sinematografinya cakep, lagu-lagunya oke semua dan sangat enak didengar. Saya sangat merekomendasikan serial ini buat kalian tonton.

2. The Amazing World of Gumball




Saya senang Gumball ada di Netflix. Meski hanya ada tiga musim, yah, lumayan lah... Saya suka Gumball karena kartun ini mengingatkan saya dengan keponakan bungsu saya, Salwa. Kami dulu suka nonton Gumball bareng. Berdua kami tertawa bareng melihat kelakuan Gumball dan Darwin. Salwa suka dengan Gumball, sementara karakter favorit saya tentu saja Darwin. Saya suka banget dengan suara Darwin yang menggemaskan.

3. The Defenders




The Defenders adalah para pahlawan super dari Marvel Cinematic Universe yang terdiri dari Matt Murdock/Daredevil (Charlie Cox), Jessica Jones (Krysten Ritter), Luke Cage (Mike Colter), dan Danny Rand/Iron Fist (Finn Jones). Bersama-sama mereka melawan The Hand, sebuah organisasi supervillain yang memiliki kaki di mana-mana. Mereka sangat menggurita. 

Buat saya, The Defenders lumayan lah ceritanya. Untung cuma satu musim. Seandainya The Defenders ini ceritanya panjang dan banyak musim, saya tidak tahu bakalan betah atau tidak nontonnya.

4. Jessica Jones




Selesai dengan The Defenders, saya jadi punya niat untuk nonton serial masing-masing anggotanya. Saya sudah selesai dengan Daredevil, berarti masih ada Jessica Jones, Luke Cage, dan Iron Fist. Jessica Jones saya pilih pertama untuk saya tonton. Musim pertama masih seru ceritanya. Meski capek juga lihat Jessica Jones yang minum alkohol melulu. Yang jadi tokoh antagonisnya super charming sugar daddy David Tennant. Ehehe.

Musim kedua, awalnya masih bagus, pertengahan dan kebelakang membosankan. Musim ketiga apalagi. Membosankan banget. Selesai nonton Jessica Jones, saya jadi kehilangan minat buat nonton Luke Cage dan Iron Fist.

5. Titans




Sebagai anak fans Marvel Cinematic Universe, saya mulai hafal dengan tokoh-tokohnya. Saya punya tokoh favorit dari MCU, siapa lagi kalau bukan Tony Stark dan Wanda Maximoff. Saya suka bagaimana MCU membangun jagat sinema mereka. Tanpa saya sadari saya membandingkannya dengan film-film dari DC dan timbul perasaan tidak suka dengan film mereka. Eh, bukannya tidak suka sih, barangkali lebih tepatnya tidak minat.

Namun, kali ini saya mencoba untuk berpikiran terbuka. Saya nonton Titans karena saya sedang ingin nonton serial dengan tema superhero. Dua musim selesai saya tonton dan ceritanya lumayan menarik. Tentang Dick Grayson (Brenson Thwaites) yang pensiun jadi Robin dan mulai membentuk sekelompok pahlawan super diberi nama Titans. Dia menjadi semacam patron bagi anak-anak muda yang masih bingung dengan kekuatannya. 

Yang bikin saya heran diceritakan kalau Grayson semacam dendam dan sakit hati dengan Bruce Wayne. Padahal Bruce yang merawat dia setelah orangtuanya meninggal dan menjadikannya Robin. Saya herannya kenapa Grayson jadi dendam kesumat gitu sama Wayne yah? Semacam tidak tahu terima kasih. Eh, ujung-ujungnya dia tetap minta fasilitas dan teknologi dari Bruce Wayne juga untuk mendukung kegiatan para Titans dalam membasmi kejahatan. Sungguh tidak tahu malu kalau kata saya. Ha, ha. 

Sepertinya sudah ya lima itu saja serial yang sudah saya tonton di Netflix. Nanti saya ingat-ingat lagi kalau ada yang terlewat. Bagaimana dengan teman-teman? Serial apa yang sedang kalian tonton sekarang? Kalau saya sekarang sedang menamatkan Friends, serial jadul yang tidak ada matinya. Mau ditonton kapan saja tetap bikin ketawa ngakak. 

UPDATE

Saya baru ingat ternyata masih ada satu lagi serial yang sudah saya tonton. Ini mini series sih. Saya langsung tambahkan saja ya.

6. Conversations with a Killer: The Ted Bundy Tapes




Nonton mini seri ini saya langsung ngeri sendiri. Wah parah sih memang Ted Bundy ini. Di balik wajah tampannya dan sikapnya yang charming ternyata dia seorang pemerkosa dan pembunuh serial. Dia mah memang sudah "sakit" dari sananya. Tidak ada obatnya buat orang psikopat kayak dia.
Share:

0 comments:

Post a Comment

Saya sangat menantikan komentar dari kalian. Asal jangan spam, jangan anonim, dan tetap sopan ya. Mari kita menghargai satu sama lain. Terima kasih.