Setelah Sekian Lama

Akhirnya saya membuka dasbor (dashboard) Blogspot juga setelah lebih dari satu tahun blog ini saya telantarkan. Berkali-kali terbersit niat ingin menutup blog ini. Banyak alasannya. Salah satunya membaca ulang tulisan-tulisan lama membuat saya sedikit—mungkin banyak—menyesal karena saya sudah terlalu banyak membagikan cerita hidup saya di sini. Cerita-cerita yang sepertinya tidak perlu saya bagikan. Ada juga tulisan yang ketika saya baca ulang membuat saya merasa malu sendiri. "Saya pernah menulis seperti ini? Dan saya bagikan? Menggelikan sekali."

Akan tetapi, nasi sudah menjadi bubur. Ya sudahlah. Apa yang sudah saya terbitkan di internet tidak bisa saya hapus sepenuhnya. Biarkan saja tulisan-tulisan itu menjadi pembelajaran buat saya. Paling tidak, yang bisa saya lakukan adalah, saya ubah jadi draf untuk tulisan-tulisan yang saya rasa cukup untuk saya simpan sendiri. Sementara yang masih layak untuk dibagikan, saya biarkan untuk tetap tayang di blog ini. 

Alasan berikutnya, saya tidak tahu saya mau menulis apa lagi di sini. Hidup saya masih tidak menarik. Masih membosankan seperti biasa. Saya juga tidak tahu apakah masih ada yang membaca blog ini. Ataukah blog ini masih bisa menjaring pembaca baru mengingat saya sendiri hampir sudah tidak pernah blogwalking dan berkomentar di blog orang-orang? Dan tentu saja pertanyaan pamungkasnya, apakah blog masih seksi di kalangan warganet dewasa ini? Bukankah orang-orang sekarang lebih menyukai kiriman (posting-an) video singkat, seperti TikTok, Reels Instagram, Shorts YouTube? Siapa yang masih betah membaca satu kiriman tulisan panjang di internet? 



Namun, saya tidak memungkiri ada kalanya saya rindu menulis. Saya kangen menyusun kata demi kata menjadi sebuah tulisan untuk diterbitkan. Momen di mana membutuhkan waktu berjam-jam untuk menulis, meriset, dan menyunting tulisan dan ditemani alunan lagu dari beragam daftar putar (playlist) di Spotify, lalu berhenti sebentar untuk menyeduh teh, kopi instan, atau susu coklat adalah saat-saat yang menyenangkan buat saya dulu. Sekarang saya ingin merasakan momen yang menyenangkan itu kembali. 

Meski begitu, entah kenapa, saat itu, tidak ada semangat untuk kembali ke blog ini. Mungkin saya sudah bosan. Mungkin saya butuh penyegaran. Mungkin saya butuh tempat baru untuk menulis, tetapi di mana? Saya melirik Medium dan melihat di sana sepertinya cukup ramai dan ada komunitasnya. Medium juga bisa menghasilkan uang jika kita mendaftar Medium Partner Program dan tulisan-tulisan kita di Medium ramai pengunjung, komentar, dan interaksi. Terdengar menarik. Saya pun tergoda. 

Awal tahun ini saya daftar Medium Partner Program. Selain punya niat ingin punya akun yang bisa menghasilkan uang, saya juga ingin bisa membaca tulisan-tulisan yang dibatasi oleh penghalang berbayar (paywall). 

Lalu, setelah mendaftar, apakah saya rajin membaca dan rajin menulis, serta berhasil menghasilkan uang di sana? Tentu saja tidak. Bulan demi bulan berlalu, saya hanya menerbitkan tidak lebih dari sembilan tulisan. Saya juga tidak rutin membaca Medium setiap harinya. Medium saya tetap sepi dan cuan yang didapat belum menyentuh angka US$1. Sungguh buang-buang uang. Ha, ha, ha. 

Setelah sepuluh bulan menulis di sana, saya akhirnya mau mengakui bahwa Medium bukan untuk saya. Sampai saat ini saya masih bingung dengan penggunaan Medium. Dasbornya tidak ramah untuk saya yang gaptek ini. Saya sulit beranjak (move on) dari dasbor Blogspot. Bagaimana tidak, sudah belasan tahun saya menggunakan Blogspot. Saya sudah terlalu nyaman. Jadi, saya memutuskan untuk kembali ke sini. Ke blog ini yang sudah ada sejak 2008. Tidak ada memulai baru dari nol karena saya sudah terlalu malas untuk itu. 

Mari simpan semua memori hanya di satu tempat. Mari kembali rajin mencatat kenangan agar tidak hilang begitu saja dalam ingatan yang rapuh ini. Mari kembali menulis untuk memelihara kehidupan agar abadi. Selama blog ini masih ada, selama masih ada pembacanya, saya masih bisa menyimpan asa untuk menjadi kekal. 

16 comments

  1. ku juga lama banget ingin nulis blog lahi.. hedeh tapi rasa malas ini sangat mudah untuk dituruti..

    masih ada orang yang rutin ngeblog, loh. terutama untuk mengasah ingatan dan pikiran. Paman Tyo dan Pakde Mbilung masih aktif nulis blog. materinya juga masih menarik.

    soal Medium, ku paling malas karena dikit-dikit kena Paywall. padahal tulisannya juga belum tentu bagus. males banget. wkwkwk.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo, Mas Zam, mari kita kembali semangat ngeblog!

      Delete
  2. Kak Kimi, aku masih di sini :) meskipun aku juga sedang jarang menulis, tapi aku masih suka baca blog teman-teman, jadi jangan pernah lelah untuk menulis ya!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo, Liaa... Apa kabar? Percaya atau tidak, komentar-komentar seperti ini yang membuatku jadi semangat menulis. Ayo, mari kita semangat menulis!

      Delete
  3. Halo mbaa. Aku juga hilang timbul di dunia ini, tapi biarkan saja, nge blog cuma untuk seneng-seneng.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halooo, Linaaa... Iya, aku juga hilang timbul di sini. Tapi meski begitu, aku mencoba untuk konsisten kembali menulis dengan tujuan tetap untuk bersenang-senang. Hehehe.

      Delete
  4. Welcome back ranger Kimi!
    I'm waiting your story always,
    I know you'll back again :')

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hello, Ryu! Apa kabar. Senang sekali rasanya mengetahui ada orang yang menunggu cerita-ceritaku. Membuatku jadi semangat untuk menulis di sini. Terima kasih ya. ^^;

      Delete
  5. Kimiiii.. apa kabar? Jangan berhenti ya. Saya balik ke blog, dikau jangan kabur yah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai, Pak Anton. Alhamdulillah baik. Semoga Bapak juga baik ya kabarnya.

      Insyaallah saya tidak berhenti menulis di blog. Kalaupun hiatus sebentar, ya harap dimaklumi. Hehehe.

      Delete
  6. Tiga tahun lagi umur blog ini 20 tahun, Mbak Kimi. Lanjutkan!

    ReplyDelete
  7. Lama tak berkunjug ke lapak mba Kimi. Mungkin udah lebih 6 atau 7 tahun kali, atau 8 tahun. Saya lupa. Mampir kesini pun karna saya lagi cek kedai tua saya yang kondisinya hidup dan mati Hahaha. Itupun saya diingatkan oleh notif perpanjangan domain, tapi saya tidak perpanjang.. Pakai yg bawaan blogspot saja dulu. Kasus yang sama bagi saya.

    "Berkali-kali terbersit niat ingin menutup blog ini. Banyak alasannya. Salah satunya membaca ulang tulisan-tulisan lama membuat saya sedikit—mungkin banyak—menyesal karena saya sudah terlalu banyak membagikan cerita hidup saya di sini. Cerita-cerita yang sepertinya tidak perlu saya bagikan. Ada juga tulisan yang ketika saya baca ulang membuat saya merasa malu sendiri. ..."

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mari kita tetap semangat menulis, Mas Buyung. Semangat!

      Delete

Saya akan senang sekali jika kalian meninggalkan komentar, tetapi jangan anonim ya. Komentar dari anonim—juga komentar yang menggunakan kata-kata kasar, menyinggung SARA, dan spam—akan saya hapus. Terima kasih sebelumnya.