Tuesday, October 5, 2010

Buku: Dubliners

Judul buku: Dubliners
Penulis: James Joyce
Penerbit: Wordsworth
Tebal: xxii + 170 halaman
Harga: Rp 28.000,-
ISBN: 978-1-85326-048-3

Akhirnya... Selesai juga saya membaca buku ini. Agak kesusahan saya membacanya, mungkin karena kosakata yang digunakan banyak yang ajaib menurut saya, sehingga membuat saya harus bolak-balik mengetik di kamus online untuk mencari kosakata yang saya tidak tahu artinya. Cukup melelahkan sehingga membuat konsentrasi membaca terganggu, sedangkan untuk bisa memahami setiap cerita yang ada di dalamnya harus membaca dengan konsentrasi penuh. Sedikit saja tidak fokus ke bacaan atau memikirkan hal lain, niscaya saya tidak mengerti jalan ceritanya. Sudah membaca dengan konsentrasi pun terkadang saya masih suka miss dengan ceritanya. Apa ini maksudnya? Jadi, inti ceritanya apa? Kok saya gak paham sih? James Joyce nyebelin deh ih! Yah, kira-kira begitulah luapan hati saat membaca Dubliners *tsaaaah*

Untung saja, saya terbantu dengan catatan kaki yang diberikan oleh Wordsworth Classic (saya membeli Dubliners edisi terbitan penerbit dari Inggris ini). Saya pun sedikit memahami apa yang dimaksud oleh James Joyce. Catatan: hanya sedikit loh ya. :))

Dubliners sendiri adalah kumpulan cerita pendek yang ditulis oleh James Joyce. Terdapat lima belas cerita, masing-masing berlatar belakang di Irlandia, tanah kelahiran Joyce. Ada yang berkisah kekerasan dalam rumah tangga, seorang ibu yang berjuang meminta hak bayaran anaknya yang seorang penyanyi, dan kisah lainnya tentang penduduk Dublin.

Buku klasik yang bagus. Gaya bahasanya yang lain daripada yang lain dan kosakata yang jarang dipakai, membuat saya mengernyitkan dahi untuk memahami makna dari setiap katanya. Untuk mencerna setiap kalimatnya. Terkadang saya berhasil, tapi banyak gagalnya. Membuat saya terpaksa mengulang kembali membacanya. Kalau sudah untuk kesekian kalinya membaca masih gagal memahami, ya sudah lah tinggalkan saja. Besok-besok kalau ada waktu lagi boleh dibaca ulang Dubliners untuk yang kedua kalinya. Mungkin, saat itu saya sudah dapat memahami seutuhnya setiap cerita yang ada di buku ini. :D

catatan: riviu ini sudah pernah saya tulis sebelumnya di goodreads.

2 comments:

  1. kayaknya berat banget yah bahasanya... kalo saya yang mbaca paling udah setres duluan Yu.. hahaha..

    ReplyDelete
  2. @Gaphe
    Bahasa yang mana nih maksudnya? Dubliners? Iya, memang berat bahasanya. Tapi, saya sih tetap mencoba untuk membacanya. Kalau gak ngerti2 ya udah deh, udah nasib. Hehehehe... :))

    ReplyDelete

Please, say something with real names. But, NO SPAM and NO ANONYMOUS. Thank you. ^^;