Saturday, October 16, 2010

Buku: The Sorceress

Judul buku: The Sorceress: The Secrets of the Immortal Nicholas Flamel #3
Penulis: Michael Scott
*edisi e-book yang bisa diunduh disini.

Petualangan kali ini Nicholas Flamel dan si kembar Josh dan Sophie Newman berlatar di Inggris, notabene adalah markasnya Dr. John Dee. Hampir semua Elders dan immortal yang ada disana bersekutu dengan Dr. Dee. Flamel sendiri bukannya tanpa pertimbangan membawa Josh dan Sophie ke Inggris. Ia tahu di sana markas Dr. Dee, tapi ia harus menemui King Gilgamesh untuk melatih kekuatan elemen Air pada si kembar.

Tanpa adanya perlindungan dari Scatty, membuat misi kali ini menjadi semakin sulit. Untunglah Flamel, Josh, dan Sophie mendapat perlindungan dari Palamedes dan William Shakespeare. Ketika mereka dikepung di tempat rahasia milik Palamedes, bersama-sama mereka menghadapi gempuran dari Cernunnos, The Horned God, dengan bala "tentara"-nya, Wild Hunt, Dr. Dee sendiri, dan Bastet.

Saya tidak akan menceritakan lebih lanjut bagaimana nasib Flamel dkk dalam pengepungan tersebut. Nanti saya dikira memberikan spoiler lagi. :D

By the way, setelah membaca akhir ceritanya, saya jadi bertanya-tanya apa yang dimaksud sesungguhnya dengan "the two that are one, the one that is all"? Mengacu kepada siapa atau apa sebenarnya penggalan kalimat ramalan dari Abraham tersebut? Well, saya punya kecurigaan tersendiri sih. :D

Opini tentang buku:

Entahlah. Saya bingung kalau ditanya opini pribadi tentang buku ini. Ingin bilang tidak suka, tapi ya gak sampe segitunya sih. The Sorceress masih bisa bikin saya suka kok dengan ceritanya, tapi gak yang sampe "waaaaahhh" banget sukanya. Biasa saja.

Ehm... Apa ya? Yang saya kurang suka dari serial ini dari cara penceritaan Michael Scott. Contohnya saja ketika mendeskripsikan betapa hebatnya Perenelle Flamel. Perenelle melalui deskripsi digambarkan seorang sorceress yang luar biasa hebat, ratusan tahun keliling dunia belajar sihir dengan ahlinya, telah mengalahkan musuh-musuhnya yang bukan sembarang musuh, bahkan sampai ditakuti oleh para Dark Elders. Berlebihan sih menurut saya, apalagi keseringan diulang-ulang. Kehebatan Perenelle itu hanya digambarkan melalui deskripsi semata. Tidak melalui aksinya yang luar biasa hebat atau apa gitu. Yaaa... Beberapa kali sih Perenelle bertarung di buku ini, melawan Nereus, Sphinx, dan satu monster lagi yang saya lupa namanya. Tapi, tetep aja... Berasa kurang penggambaran betapa hebatnya Perenelle ketika bertarung.

Skala 1 - 5, saya beri nilai 3 untuk The Sorceress.


No comments:

Post a Comment

Please, say something with real names. But, NO SPAM and NO ANONYMOUS. Thank you. ^^;