Friday, January 14, 2011

Rajin Update Blog? Bagus sih, tapi...

Day 14. Post a Day 2011.

Dua hari yang lalu saya nge-twit:

Salut sama blogger yang sehari bisa banyak posting. Tapi efeknya ke saya, saya malah tidak suka. Bosan melihat namanya muncul terus di Google Reader.

Pasti heran. Katanya saya suka sama narablog yang rajin update blognya, tapi ini kok malah tidak suka sama narablog yang rajin posting? Kok sepertinya labil sekali ya? Kemarin bilang suka, hari ini tidak. Hehehe...

Betul, saya senang dengan narablog yang rajin update blog, tapi bukan berarti harus menulis beberapa jam sekali dalam blognya SETIAP HARINYA. Kalau saya sudah buka Google Reader, lantas melihat tulisan si narablog yang banyak saya jadi capek sendiri melihatnya. xpasti Kalau blognya bertemakan gosip atau portal berita, itu beda perkara. Dan wajar juga kalau dalam sehari blog-blog seperti itu bisa mem-posting puluhan tulisan, seperti Perez Hilton.

Penggemar: Lha, Kim, katanya kalau mau tulisannya bagus harus rajin-rajin menulis?

Iya, saya setuju dengan pernyataan itu. Banyak menulis bisa mengasah kemampuan kita dalam menulis. Tapi, dalam blog--menurut saya--sewajarnya narablog cukup mem-posting satu tulisan satu hari. Itu sudah maksimal. Lebih dari itu, misalnya empat atau lima tulisan dalam satu hari, sebaiknya jangan. Ini menurut saya lho ya. Mungkin Anda berbeda dengan saya.

Intinya beri jarak waktu antara satu tulisan dengan tulisan berikutnya. Satu hari satu tulisan itu sudah cukup. Dua hari oke lah. Seminggu juga tidak apa-apa. Tapi, beberapa jam sekali? No no no.

Kenapa begitu?

Karena berdasarkan pengalaman subjektif saya, ketika membuka Google Reader dan membaca tulisan yang sangat banyak dari seorang narablog malah membuat saya bosan. Mata saya jadi capek sendiri melihatnya. "Melihatnya" ini lho ya... Belum sampai ke "membacanya". ihikhik

Membaca tulisan yang banyak itu malah menimbulkan rasa tidak penasaran dalam diri saya. Maksud saya, saya jadi tidak bertanya-tanya lagi seperti, "Hari ini si narablog X menulis tentang apa ya?" Belum lagi soal bosan yang sudah saya sebutkan sebelumnya. Sama saja dengan makan. Makan mie ayam kalau jarang-jarang sih masih terasa enak. Tapi, kalau dalam satu bulan tiap hari makan mie ayam? Apalagi kalau makannya pagi, siang, dan malam berturut-turut selama satu bulan. Saya mah jadi bosan dan tidak akan menyentuh mie ayam lagi dalam waktu yang cukup lama.

Iya, saya tahu terserah kepada si empunya blog berapa kali dalam sehari dia mau meng-update blognya. Berarti terserah juga kepada saya sebagai pembaca blognya untuk berhenti berlangganan blognya dong? sengihnampakgigi

Penggemar: Di-unsubscribe, Kim, dari Google Reader kamu?

Iya. Karena bagi saya, narablog yang terlalu rajin update blog sangat mengganggu saya dan saya anggap tak ubahnya seperti spammer. Reaksi saya? Berhenti berlangganan dan tidak pernah kembali lagi ke blognya.

Sekali lagi, ini pendapat subjektif saya lho dilihat dari kacamata seorang pembaca blog. Sah-sah saja kalau Anda berbeda pendapat dari saya.

Jadi, kesimpulan tulisan ini apa?

Ehm... Kesimpulannya ada keuntungan kalau kita memberi jarak waktu antar tulisan. Keuntungannya antara lain:

  1. Pembaca blog Anda (apalagi yang berlangganan blog Anda) tidak akan bosan.
  2. Pembaca akan penasaran dan menanti update tulisan-tulisan Anda. Mereka akan setia menanti. *tsaaah*
  3. Anda tidak akan dianggap sebagai spammer oleh pembaca Anda sendiri.
  4. Blog Anda tidak akan di-unsubscribe.

Mungkin ada teman-teman yang ingin menambahkan? Silakan berbagi di kolom komentar. senyum

19 comments:

  1. ada kim juga di google readerku yg sehari bisa apdet beberapa kali gitu. materi tulisannya bagus sih cuma karena keseringan jadi aku skip2 aja gitu.. mending bikin portal berita sekalian kali ya? :))

    ReplyDelete
  2. Iya, setuju. Kalau mau rajin update begitu sekalian aja bikin portal berita, gosip, atau apa kek. :D

    ReplyDelete
  3. hati-hati karena jika di teruskan seperti itu bisa berakibat ejakulasi dini dalam ngeblog :D

    ReplyDelete
  4. untung saya gak langganan blog manapun. hehee...

    ReplyDelete
  5. IMHO sih, ngeblog itu mesti mikirin audiens. Kalau nulis banyak tapi pembaca ga bisa mencerna, ya apa gunanya. :))

    Sama juga kalau apdet sekali sehari tapi isinya esai. Pembaca pasti capek. Intinya keseimbangan aja sih.

    *CMIIW*

    ReplyDelete
  6. toss dulu dong!
    hahha, saya juga sering skip skip skip orang yang rajin buanget update blog, macam update status saja.. kadang emang sih tulisannya bagus, pengunjungnya juga banyak.. cumaaaannn.. well, seperti yang udah dibilang, bosen. kaya 4L dong: Lo lagi Lo lagi. :p

    btw, salam kenal ;)

    http://bukunyasapi.blogspot.com

    ReplyDelete
  7. Hihihi aku malah update blog bener2 kalo ada waktu ajah :))
    Kalo tiap hari update, ya modyaaar. Kapan nulisnya, kapan BW ke temen2nya :D hehhee

    ReplyDelete
  8. e masih ada ya blogger yang apdet tiap berapa jam sekali? O_o kirain era itu udah lewat, laaah readers ku sepi e sekarang :)) Dulu ditinggal seminggu aja, angka reader bisa tembus 1000 lebih, sekarang sih paling 100-an. :P

    duh, aku mau apdet seminggu sekali aja kudu nyembah-nyembah dulu sama si "ide" dan waktu luang, baru bisa bener-bener nulis.. hihihihihihi

    lah yang apdet tiap beberapa jam itu ga ada kerjaan lain pow? atau jangan-jangan emang nyari duitnya dari situ kali Kim.. #eh

    ReplyDelete
  9. tiap ha at tiap jam, yg penting eksis t mnurrut q

    ReplyDelete
  10. Sebagai blogger kita memang harus jeli membaca kemauan pengunjung atau pembaca blog kita. Kalau saya terus terang tak punya energi sampai sebesar itu sampai bisa posting lebih dari satu posting per hari.

    Alasan lain, saya bukan seorang penulis hebat yang bisa membuat artikel hanya dalam hitungan menit dan jam. Adakalanya sebuah artikel butuh ditimbang-timbang lama seperti Sapardi Djoko Damono sekedar menimbang apakah tulisan itu masih patut apa tidak.

    Kebiasaan saya yang lain, saya malah sering menunda posting kalau misalnya artikel terbaru saya punya hits tinggi, ramai dibaca dan dikomentari oleh pembaca. Selebihnya ya untuk memberi nafas kepada pembaca. Setelah agak mereda baru publish artikel berikutnya.

    Intinya, saya sependapat dengan pendapat, Mbak Kimi dalam artikel ini. :)

    ReplyDelete
  11. Ng... Maaf, maksud kamu apa ya? Saya kurang paham. Kalau bisa mengetiknya yang benar ya. Biar jelas. :-)

    ReplyDelete
  12. Aku juga mikir begitu, Mbak. Itu yang sehari bisa posting berkali-kali itu emangnya gak ada kerjaan lain apa selain apdet blog? Hehehehe...

    ReplyDelete
  13. Mbak Eka sibuk sih ya... Bisa dimaklumi lah. Kalau aku sih karena sekarang cuma skripsi aja kerjaannya jadi ya coba deh disempatkan satu-dua jam buat nulis di blog. Blogwalkingnya ya abis nulis. Thanks to Google Reader. :-)

    ReplyDelete
  14. Iya, tulisan banyak meskipun bagus ya ujung2nya di-skip sih.

    Salam kenal juga, Ana. :-)

    ReplyDelete
  15. Setidaknya sih, kalau saya, satu hari baca esai masih mendingan lah daripada melihat update blog yang segitu banyak. Tapi, balik lagi ke selera pembaca sih.

    ReplyDelete
  16. Wooo... Seperti di tulisannya Mas Andi lah ya. ;))

    ReplyDelete
  17. Tosss dulu kalo gitu, Pak! :D

    ReplyDelete
  18. Monggo untuk berlangganan blog saya. Saya gak akan nyepam dengan posting banyak kok dalam satu harinya. *loh, kok malah ngiklan?*

    ReplyDelete

Please, say something with real names. But, NO SPAM and NO ANONYMOUS. Thank you. ^^;