Sunday, January 15, 2012

Untitled #27

Saya bukan orang yang jago bahasa Inggris. Bahasa Inggris saya pun pas-pasan. Nulis dalam bahasa Inggris aja susah banget, apalagi ngomongnya. Belepotan. Kalau ngomong, saya terlalu fokus mikirin grammar-nya dan vocab. Alhasil, saya jadi takut salah dan ngomongnya terbata-bata. 

Tapi, saya terbuka kok kalau ada yang menegur saya. Misalnya saya salah tulis, salah grammar, salah vocab. Justru saya senang kalau ditegur begitu. Saya jadi tahu kesalahan saya dan bisa belajar dari kesalahan. Kadang saya merasa lucu kalau ada orang yang merasa jago bahasa Inggris, tapi dia bikin kesalahan pas ditegur gak mau ngaku kalau dia salah.

Kaya' waktu itu tuh. Ada seseorang, katakanlah namanya ABC. Tweetnya begini:

@ABC sori, gue gak ngefans sama pemerkosa RT @fansABC kak @ABC, boleh tau gak raper favorit kakak siapa?

Setahu saya sih pemerkosa dalam bahasa Inggrisnya rapist. Tapi, biar lebih yakin, saya cek aja kamus. Dan, emang benar kalau rapist itu artinya pemerkosa. Saya langsung balas tweetnya itu.

@insanayu om @ABC, sori deh. Bukannya pemerkosa itu bahasa Inggrisnya rapist ya?

Sayangnya, tweet saya gak dibalas sama om ABC. :D

Bukan masalah besar sih. Tapi, lagi iseng aja pengen cerita ini. Mumpung masih inget juga ceritanya. :D


7 comments:

  1. gue kebalikan dari lo. ga terlalu mikirin grammarnya...soalnya bule2 sono kan gak ngomong secara EYD. hahahah

    ReplyDelete
  2. wew,.. saya juga punya akun twitter, mbak kimi, tapi ndak pernah saya manfaatkan utk berdiskusi macam begini, ternyata asyik juga ya berinteraksi lewat tweet. 

    ReplyDelete
  3. raper itu kan klo pengen makan... perut nya raper deeeeeh *ditimpuksendal

    ReplyDelete
  4. Saya pun kalo ada kesalahan ejaan (bahasa indonesia) di posting-an seorang narablog, saya tanpa ragu memberikan komentar untuk perbaikan. :)

    ReplyDelete
  5. beruntung bisa b. inggris walopun little2 i can. saya? blank. ngomong ngaco. mbaca repot. nulis, arrh parah. tp sya tetep mau belajar, pelan2.

    ReplyDelete
  6. Iya, yang penting kita tetap terus belajar. Pasti nanti lama-kelamaan akan lancar. :)

    ReplyDelete
  7. aku pernah punya pengalaman ngobrol-ngobrol dengan Mike Orgill. Dia adalah Country Lead Public Policy and Gov Affair nya Google. Yang terus terusan kepikiran malah jangan jangan gramaar saya salah, bukan malah mikirin topic obrolan, hehe

    pengalaman lain saya yang lucu adalah ngobrol ngobrol dengan orang Thailand saat ketemuan di Asean blogger Nov tahun lalu. ceritanya ada di: http://jarwadi.wordpress.com/2011/11/19/belajar-thai-english-di-asean-blogger/

    ReplyDelete

Please, say something with real names. But, NO SPAM and NO ANONYMOUS. Thank you. ^^;