Monday, September 15, 2014

One Night Stand Part 1

So for one night, is it alright
That I give... you
My heart, my love, my heart
Just for one night
My body, my soul
Just for one night
My love, my love
For one night, one night, one night
(The Corrs - One Night)

Ada yang masih ingat sepenggal lirik lagu di atas? Pertama kali saya mendengar lagu itu sewaktu saya masih SMP. Namanya juga masih SMP ya, belum terlalu memperhatikan lirik, tapi hanya memperhatikan musik, saya suka mendengarkan lagu itu. Bagi saya dulu, duh lagu ini keren banget sih. Apalagi pas ada liriknya "That I give you my heart, my love, my heart", langsung deh jadi galau ala anak abege. Saya kan dulu mana paham lirik berikutnya yang "Just for one night" itu maksudnya apa. :P

Penggemar: Lah, memang maksudnya apa, Kim?

Itu kan maksudnya cinta semalam doang, Cuy. Kamu tidur dan bersetubuh dengan orang lain hanya untuk semalam tanpa ada ikatan emosional. Kalau sudah sama-sama suka (sexually lho ya), mari dilanjutkan di tempat tidur. Jangan banyak menuntut untuk minta dipacarin apalagi dinikahin. :P

Buku yang sedang saya baca sekarang Evolutionary Psychology: The New Science of the Mind (2008) yang ditulis David Buss membahas juga perihal one-night stand ini. Well, lebih tepatnya tentang short-term mating yang dibahas satu bab khusus. Seru nih. Apalagi membahasnya juga dilihat dari sudut pandang pria dan wanita. Saya pikir menarik melihat fenomena one-night stand, fuck buddy, atau sejenisnya dilihat dari kacamata sains. Jadi, saya coba bagi di sini apa yang sudah saya baca ya.

Seandainya nih bagi teman-teman yang wanita disamperin pria ganteng yang tidak kalian kenal. Tingkat kegantengannya sebelas-dua belas deh dengan Adam Levine. Eh, tahu-tahu dia bilang begini, "Hei, Sexy, kamu terlihat hot sekali. Tidur bareng yuk sama aku?" Nah, bagaimana reaksi kalian? Menolak atau mengiyakan? Untuk teman-teman yang pria bayangkan skenario yang sama. Kalian disamperin wanita cantik, secantik dan seseksi Scarlett Johansson dan si wanita cantik mengajak kalian tidur bareng. Mau ditolak atau diterima tuh tawarannya? :P


gambar dari sini


Pernah ada penelitian serupa yang dilakukan dan hasilnya gampang ditebak. Kalau wanita, pasti menolak. Mau seganteng apapun terus ngajak tidur bareng, tapi tidak kenal, wanita pasti tersinggung berat. Wanita bakal mikir begini, "Eh, brengsek lo ya! Ngajak tidur bareng seenak udel lo! Lo pikir lo siapa?! Lo pikir gue cewek apaan?!" Sementara bagi pria, bakal jarang banget kalau ada yang menolak ajakan tidur dari wanita secantik Scarlett Johansson. Iya, kan? Hihihihi...


gambar dari sini


Meski begitu, bukan berarti wanita antipati dengan short-term mating ya. Kita akan bahas terpisah short-term mating dari sudut pandang wanita dan pria. Tulisan kali ini saya akan bahas short-term mating dari sisi pria dulu. 

Saya dulu bertanya-tanya kenapa pria itu mudah banget tidur sama perempuan ya? Apa pria itu tidak bisa mengontrol nafsu seksnya? Membaca buku ini membuat saya bisa paham kenapa pria bisa begitu. Kalau dirunut sampai ke manusia purba dulu, tujuan pria melakukan seks dengan banyak wanita untuk reproduksi dan memperbanyak keturunan. Apa cuma itu alasannya? Jelas tidak. :D

Historically, men appear to have achieved increases in reproductive success mainly through increases in the number of sexual partners, not through increases in the number of children per partner. (hal. 172)

Hahaha... Sialan. Dianggapnya partner seksual (wanita) itu cuma angka. Jadi, penasaran sama pria-pria playboy yang pacarnya segudang dan pria-pria yang demen selingkuh, bagi kalian wanita itu apa sih? *curcol detected*

Eh tapi, jangan dikira short-term mating ini tidak berisiko ya. Ada enam risiko dari short-term mating yang siap mengancam pria: (1) risiko tertular penyakit menular seksual; (2) dapat cap "playboy", "womanizer", "pria gak bener". Efeknya bakal kesulitan mencari pasangan buat diajak membina hubungan yang serius; (3) anak-anaknya bakal mengalami kesulitan untuk bertahan hidup karena kurangnya keterlibatan mereka dalam pengasuhan anak; (4) bakal dihajar suami atau pacar resmi dari si cewek; (5) bakal dihajar bapak atau kakak si wanita; (6) istrinya bisa membalas dengan berselingkuh dan berpotensi untuk bercerai. Poin terakhir ini bisa jadi si wanita berpikir begini, "Memangnya cuma lo doang yang bisa selingkuh? Gue juga bisa keleuuusss..." Kalau boleh saya tambahkan satu risiko lagi ya. Risiko berikutnya adalah pria-pria seperti ini menyakiti hati wanita. 


gambar dari sini


Kalau sudah jelas ada risiko yang mengancam, apa pria masih ingin melakukan short-term mating? Masih kok. Tidak hanya ada risiko lho, melainkan juga ada masalah-masalah yang harus dihadapi pria yang masih ingin short-term mating. Hebatnya, meski ada masalah, pria tetap demen short-term mating kok. Anyway, masalah-masalahnya itu adalah:

1. Banyaknya calon partner yang ada
Dengan banyaknya calon partner (wanita), pria masih harus menyeleksi calon yang ada. Misalnya dari segi umur, inteligensia, kepribadian, status si wanita (masih lajang atau sudah punya pacar/suami).

2. Aksesibilitas untuk berhubungan seksual
Pria tentunya bakal lebih memilih wanita yang lebih mau diajak one-night stand ketimbang wanita yang konservatif. Berarti masalahnya di sini pria harus menyeleksi wanita yang mau diajak short-term mating.

3. Mengidentifikasi wanita yang sedang dalam masa subur
Tadinya saya bingung bagaimana pria mengidentifikasi wanita yang sedang dalam masa subur. Masak mau disamperin satu per satu wanita yang ada dan ditanya, "Eh, kamu lagi masa subur gak?"? Atau pria punya penciuman tajam mendeteksi wanita yang sedang subur? Jelas tidak mungkin kan. Buss memberi penjelasan bagi wanita yang sedang dalam masa subur, mereka biasanya lebih ingin tampil seksi. Sehingga, kalau mereka lagi di bar, mereka berpakaian yang lebih banyak menunjukkan bagian tubuh mereka. Misalnya, pakaian yang bagian pundaknya terbuka. Semacam pakaian mini dress itu barangkali ya? Nah, bagi pria, ini adalah petunjuk bagi mereka.

4. Menghindari komitmen
Ini sudah jelas banget. Pria yang menjalani atau masih kepingin short-term mating jelas menghindari wanita yang menuntut komitmen. Lah wong si pria masih kepingin tidur sana-sini kok diajak buat serius. Kan susah.

So, dari pembahasan short-term mating dari sisi pria bisa disimpulkan begini: Pertama, pria menginginkan lebih banyak partner seks. Kedua, pria lebih mudah untuk berhubungan seks dengan orang yang baru mereka kenal. Ketiga, untuk casual sex, pria tidak terlalu pilih-pilih partner. Keempat, setelah berhubungan seks, pria langsung "kabur". Maksudnya apa nih? Maksudnya begini:

Men with more sex partners experienced a sharp decline in how sexually attractive they found they partner immediately following intercourse... (hal. 180)

Jadi, untuk para wanita yang mencari hubungan jangka panjang, berhati-hatilah dengan pria yang mengajak kalian berhubungan seks. Kecuali, kalau kalian masih kepingin senang-senang juga, ya itu baru terserah sih. Atau kalau kalian sudah yakin dengan pria tersebut, itu juga terserah. :P


gambar dari sini


Bagaimana? Sudah tertohok belum? :r 

Eh, masih ada lagi nih... Begini, kalau sekarang kita lihat banyaknya pria yang melakukan perselingkuhan dan prostitusi, penjelasan sederhananya adalah itu karena pria memang lebih cenderung melakukan short-term mating ketimbang wanita. :P

Nah, kalau sudah tertohok dan merasa "Damn! Makjleb banget ini!", mari kita sama-sama mendengarkan lagu One Night dari The Corrs. Selamat menikmati! :mj




Referensi:

Buss, D. M. (2008). Evolutionary Psychology: The New Science of the Mind. Boston: Pearson Education, Inc.


11 comments:

  1. resiko lainnya adalah uang habis hutang menumpuk :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jangan sampai uang habis dan hutang menumpuk deh...

      Delete
  2. Godaan hidup..

    Dulu sempat denger juga lagu The Corrs itu, tapi ga kepikiran kalau pembahasannya panjang dan serius gini. :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenarnya ada lagi lho, Mas, lagu yang ceritanya mirip-mirip dengan One Night ini. Hihihi...

      Delete
  3. Berarti inti lainnya, pria itu mudah digoda, ya?

    Aku pernah nonton di Youtube, semacam tes gitu, seorang perempuan seksi mengajak cowok-cowok untuk berhubungan seks. Dan memang sebagian besar cowok mengiyakan :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pria mudah digoda? Bolehlah dibilang begitu. :P

      Delete
  4. bagus banget pembahasannya, ada referensinya segala :-) trus kalo urusannya diperpanjang ke poligami gimana donk Kim, haha.
    tapi ya memang begitulah, sejak dikhianati dulu, dan sejak mantan beberapa kali bilang kalau nanti kami nikah dia pasti masih pengin punya istri kedua (untung kami akhirnya ga berjodoh haha), aku udah lama berdamai dan maklum kalau pria memang dari sononya sudah 'demikian'! :-p #curcol

    ReplyDelete
    Replies
    1. Poligini itu kan memang termasuk cara pria untuk dapat partner seks banyak. Contohnya saja raja-raja jaman dulu yang punya istri dan selir banyak. Poligini bakal kita temukan di mana saja kok dan di budaya manapun. :)

      Delete
  5. Kenyataannya, hal2 tersebut yang sedang dihadapi anak2 muda jaman sekarang yah.. Ngga mikirin konsekuensinya di masa yang akan datang kayak gimana :'(
    Sedikit share dari aku, nyambung2 ke hal ini. Smoga membekati :) http://esteraprillia.com/2014/04/02/hidup-semudah-kau-berlaku/

    ReplyDelete

Please, say something with real names. But, NO SPAM and NO ANONYMOUS. Thank you. ^^;