Sunday, February 7, 2016

Tentang Skin Care Anti-Aging

Seperti yang sudah saya ceritakan di tulisan saya sebelumnya bahwa untuk krim pelembab saya malas bikin sendiri. Kalau untuk toner, masker, dan scrub, saya masih mau. Sebenarnya saya masih dalam proses pencarian pelembab yang cocok. Saya pernah coba Stempower dari SK II. Itupun saya coba yang trial size. Alhamdulillah cocok. Tidak membuat kulit saya breakouts atau purging. Tapi, saya masih pikir jutaan kali kalau mau rutin pakai Stempower. Kalian bisa google sendiri ya harga Stempower yang ukuran besar harganya berapa.

Saya pun googling sana-sini masih dalam rangka proses mencari pelembab. Sampai akhirnya saya menemukan satu pelembab yang banyak mendapat review bagus, yaitu Olay Total Effects 7 in 1 Day Cream Gentle SPF 15. FYI, untuk serum Regenerist dari Olay juga banyak yang bilang bagus. Berikutnya, saya pun pergi ke mall di sini dengan niat ingin beli si pelembab tersebut di counter Olay langsung.


gambar dari sini dan sini


Sama Mbak BA-nya saya sempat tanya-tanya dulu soal Regenerist. Mbak BA-nya bilang kalau masih muda seperti saya (ehem!), tidak usah pakai produk dari line Regenerist. Dari Total Effects juga sudah cukup kok. Saya cuma senyum saja.

Dulu saya juga berpikir sama dengan Mbak BA tersebut. Kalau mau beli skincare, lihat dari umur. Kalau sudah umur di atas 30, sudah harus memikirkan untuk perawatan wajah ekstra. Pilih produk yang ada embel-embel anti-aging biar tidak penuaan dini. Kalau umur sudah 30 saja sudah harus begitu, apalagi yang umur 40an ke atas kan. Tapi, kalau kamu masih muda, jangan.


Pertama-tama, perusahaan kecantikan tahu banget bahwasanya wanita itu takut tua. Wanita selalu ingin terlihat muda. Makanya mereka bikin juga produk skincare dengan label "anti-aging". And it sells. Belum lagi mereka juga pakai embel-embel lain, seperti lifting, firming, dan sejenisnya. Tidak ada krim yang bisa membuat wajah jadi lifting atau firming. Kalau mau, ya pakai botox atau operasi plastik.

Lantas apa mbak-mbak (atau mas-mas) yang masih muda tidak boleh pakai produk anti-aging? Boleh saja sih kalau menurut saya. Apalagi dengan jaman sekarang yang sinar matahari semakin jahat, polusi di mana-mana, kita yang suka jajan sembarangan, pola hidup yang berantakan, belum lagi kalau kita stres. Nah, kalau sudah begini, kita rentan dengan yang namanya penuaan dini. Untuk lebih lengkap soal penuaan dini mungkin bisa baca di sini. Lintang menjelaskannya dengan detil dan komprehensif banget.

Pada dasarnya wajah itu butuh variasi nutrisi, rajin exfoliate, dan wajib pakai sunblock. Dan ini lintas umur. Dari hasil saya baca-baca artikel di Paula's Choice, saya bisa ambil kesimpulan kalau mau beli skincare bukan melihat dari umur kita berapa, melainkan dari jenis kulit kita, permasalahan kulit, dan bahan yang terkandung dalam skincare tersebut. Kitin juga menambahkan: harga produk tersebut dan kondisi keuangan kita. Nah, ini juga penting banget bagi yang punya kantong pas-pasan seperti saya. :r

Jadi, sebenarnya apa yang harus kita perhatikan kalau kita ingin memakai produk so-called anti-aging? Berikut rangkuman dari artikel Anti-Aging Ingredients Your Skin Needs Now :

Pertama, kita harus memperlakukan wajah kita seperti kita memperlakukan badan kita. Maksudnya, apa yang tubuh kita perlu, itu juga yang wajah kita perlukan. Tubuh kita perlu beragam vitamin, mineral, dan nutrisi lain, begitu juga wajah kita.

This isn't about all-natural versus synthetic ingredients; rather, it's about comparing the needs of the body with the needs of the skin. Everyone knows that our bodies need an array of nutritionally-balanced foods to keep us healthy. Yet the cosmetics industry wants you to believe in the benefit of their ever-changing roster of single magical, miracle ingredients! ... The fact is a state-of-the-art moisturizer cannot rely on one ingredient to enhance skin's function any more than your diet can rely on only one nutrient to fuel your body. Skin needs a balanced mixture of powerful ingredients to improve the appearance of wrinkles.

Kedua, jangan mudah tergoda dengan label anti-aging, lifting, firming, dan sejenisnya. Ini PR juga buat saya sebenarnya. Saya kan orangnya mudah tergoda. Hal yang harus kita perhatikan adalah kandungan bahan, bukan klaim dari produk tersebut ataupun berbagai macam embel-embel yang ada di bungkusnya.

Ketiga, kita perlu kelima hal berikut ini untuk wajah kita:

1. Antioksidan. Nah, antioksidan ini bisa dalam bentuk vitamin A, C, dan E; superoxide dismutase; beta carotene; glutathione; selenium; teh hijau, soy extract, grape extract, pomegranate extract, dan lainnya. Kegunaan antioksidan adalah:

  • Reduce or prevent some amount of the daily free radical damage and inflammation that destroy skin over time.
  • Boost the effectiveness of sunscreens and help skin resist environmental assaults.
  • Help skin heal and produce healthy collagen.

Tips: belilah produk dalam bentuk pump, bukan jar. Karena antioksidan ini jadi tidak stabil kalau terpapar udara dan cahaya. Kalau sudah tidak stabil, manfaatnya ya jadi tidak ada.

2. Skin-identical ingredients. Saya bingung kalau disuruh menerjemahkan skin-identical ingredients itu apa. Sepertinya sih yang dimaksud adalah bahan-bahan yang sebenarnya ada di kulit kita juga. Misalnya, ceramides to lecithin, glycerin, fatty acids, polysaccharides, hyaluronic acid, sodium PCA, collagen, elastin, proteins, amino acids, cholesterol, glycosaminoglycans, dan masih banyak lagi. Manfaatnya adalah:


  • Provide skin with the ingredients it needs to repair its outer barrier; your skin can't hold moisture or look less wrinkled if the outside barrier of your skin is damaged.
  • Mimic the actual structure of skin to prevent moisture loss and make skin look smooth.
  • Help reinforce the skin's natural ability to function normally and fight environmental stress.
  • Dramatically improve skin's texture and, with continued use, can eliminate dry skin.

3. Cell-communicating ingredients. Ini juga saya bingung terjemahannya apa. Intinya sih bahan-bahan yang termasuk dalam kelompok ini bisa "memerintahkan" sel untuk tidak lagi bikin sel yang buruk, melainkan yang sehat. Yang termasuk dalam kelompok ini adalah  niacinamide, retinol, synthetic peptides, lecithin, dan adenosine triphosphate. Manfaatnya:

  • Have the ability to tell a skin cell to look, act, and behave more like a normal, healthy intact skin cell would.
  • Communicate with other cells that are causing damage, essentially telling them to stop behaving badly.
  • Reduce cellular damage that leads to destruction of skin's supportive elements, thus preventing significant wrinkles.

4. Sunscreen atau sunblock. Kalau ini mah kudu, wajib, harus. Hukumnya haram kalau tidak pakai sunscreen. Begitu tahu pentingnya sunscreen, di umur segini saya menyesal kenapa saya tidak pakai sunscreen dari jaman saya sekolah dulu. Jadi saya tidak menabung masalah kulit di kemudian hari. Yang termasuk golongan sunscreen adalah titanium dioxide, zinc oxide, avobenzone, ecamsule, dan Tinosorb. Yang harus diperhatikan dari sunscreen:

  • Prevent damage to your skin in the form of wrinkles, chronic inflammation, and "age spots," not to mention skin cancer!
  • Adequately protect against both UVB (burning rays) and UVA (aging rays) sun damage—what's known as broad spectrum protection.
  • Be rated a minimum of SPF 25, though anything above SPF 45 is overkill. (Perlu teman-teman ketahui, pakai sunscreen dengan SPF 30 saja maksimal. Ini kata dokter saya. Semakin tinggi SPF bukan berarti semakin baik juga. Malah perlu kita perhatikan juga bahan-bahan yang ada di sunscreen dengan SPF kelewat tinggi. Bagus atau malah membahayakan kulit kita? Bukan berarti dengan semakin tinggi SPF kita cukup sekali pakai saja. Toh, pemakaian sunscreen juga harus di-reapply setiap 2 jam sekali.)
  • Remain the only real difference between a daytime moisturizer and a nighttime moisturizer.

5. A formula that suits your skin type. Setiap kali kita akan membeli suatu produk skincare, kita harus perhatikan apakah kita akan beli gel, liquids, serum, krim, atau yang mana. Tentunya kita harus lihat juga kondisi kulit kita. Kalau kulit berminyak dan acne prone, ya jangan pakai krim yang lengket banget (thicker creams), balm, atau yang sejenisnya. Kalau yang seperti ini, cocoknya untuk kulit kering. Kalau kulit berminyak, cocoknya pakai yang bentuk gel atau liquid. Lotion dan serum cocok untuk kulit normal dan kombinasi. Kira-kira begitu.

Nah, jadi demikianlah tulisan panjang lebar kali ini. Sekali lagi ingat ya beli produk skincare jangan jadikan umur sebagai patokan, tapi lihat dari jenis kulit, permasalahan kulit, dan bahan-bahan yang terkandung. Oiya, satu lagi: harga dan kondisi keuangan.

8 comments:

  1. hihi saya juga baru mulai memakai sunscreen akhir-akhir ini mba :)
    *mantap infonya ( ^,^)b

    ReplyDelete
  2. setuju sih, dasarnya adalah kepedulian kita sama muka. hahaha. jaga makan segala macem tapi kalo wajah ga dirawat ya sayang juga.

    aku nanti review botulike deh

    ReplyDelete
  3. aku udah pala empat Kimmm, udah pala empatttt! tapi kok ya blom sadar-sadar juga kalo dah tua hahaha

    ReplyDelete
  4. resensi bukunya kapan terbit euy.. *mulai menyebar teror*

    ReplyDelete
  5. Huhuhuhu sepertinya perawatan wajah memang udah harus dimulai ketika kita masuk dalam kategori "dewasa" ya kak Kim..
    Karena ada temenku, putih, tapi kulitnya gak pernah di rawat. Jadi mulai agak keriput2 gitu, padahal usianya gak beda jauh sama aku..

    ReplyDelete
  6. wah bener banget hsrus merawat wajah nih, uda kepala 3 atut nti ada kusam n keriput

    ReplyDelete
  7. Nice info.. jdi pngen coba.
    Boleh minta saran ga, kira2 klo bwt wajah yg lagi bruntusan bisa ga yaa?

    ReplyDelete

Please, say something with real names. But, NO SPAM and NO ANONYMOUS. Thank you. ^^;