Tuesday, January 17, 2017

Types of People That Attract Me

Day 24.

Judulnya pakai bahasa Inggris, tapi tulisan ini dalam bahasa Indonesia. Tidak apa-apa ya? Biar keren.

Jadi begini...

Saya orangnya nggak gampang dekat sama orang. Saya malah agak picky sebenarnya. Bukan, saya bukan orang sombong yang cuma mau berteman dengan orang-orang tertentu saja. Saya berteman dengan semua orang. Tidak pilih-pilih. Semua itu atas dasar basa-basi.

Maksud saya, dalam hal lebih intimate yang bisa membuat saya langsung merasa "klik" dan nyaman, sehingga saya bisa menyebutnya sebagai teman dekat dan sahabat, tidak mudah bagi saya untuk menemukannya. Biar bagaimanapun juga, saya punya kelemahan. Saya lemah sama orang-orang yang punya karakteristik sebagai berikut:


1. Smart, berwawasan luas, open-minded

Kalau ketemu orang yang sudah mah cerdas, berwawasan luas, dan berpikiran terbuka, ah sudahlah. Saya langsung ngefans sama orang tersebut. Bawaannya bikin saya pengen menimba ilmu banyak-banyak sama dia, entah dia pria, wanita, lebih tua, atau lebih muda. Tidak masalah buat saya. When I know you're smart, I know I have to learn something from you.

2. Nice, sweet, kind, and friendly

Siapa yang nggak suka ketemu orang yang kayak begini? Bohong banget deh kalau nggak suka. Orang-orang seperti ini bisa membuat saya merasa nyaman dan mampu membuat saya sedikit loosen up juga sedikit membuka diri. Tapi, yang beneran genuine ya. Bukan yang berpura-pura. Karena bakal terasa bedanya. I just know.

Nah, di lingkungan saya sekarang tidak banyak saya bisa menemukan orang-orang seperti ini. Beruntung saya masih bisa menemukan mereka. Mereka ini seperti harta karun. Susah banget nemuinnya. Jadi, begitu ketemu rasanya itu bikin saya senang berlipat-lipat. Mereka adalah:

1. Lulu

Belakangan cukup sering saya menyebut nama Lulu di blog ini. Berhubung sekarang-sekarang ini jadi lebih sering gaul sama dia kan.

By the way, Lulu ini teman saya di SMP dan SMA dulu. Pintarnya amit-amit. Jangan ditanya deh. Saya mah apa atuh. Cuma butiran atom. Nggak ada apa-apanya. She also has strong characters. Dan orangnya itu baik banget, banget, banget. Rame. Ramah. Yang pasti bisa bikin saya nyaman. Makanya saya gampang cerita sama dia. Lumayan gampang juga buat diajak nongkrong. Kan kalau abis ketemu sama dia, terus ngobrolin soal apa aja (pikirannya itu out-of-the-box banget lho), pulang-pulang saya langsung bahagia.

2. Mbak Anggi

Kakak kelas waktu di SD, SMP, dan SMA. Tapi, baru kenal dekat pas sudah kerja di tempat baru ini coba. Yang akhirnya pas saya pasang foto di BBM (saya jarang pasang foto dimana-mana, red.), Mbak Anggi langsung bilang, "Oh, Kimi ternyata yang ini toh! Aku ingat sekarang!" Huft.

Saya langsung merasa "klik" sama Mbak Anggi sewaktu kami ngobrol panjang lebar lewat telpon. Damn, she's so smart, and nice, and sweet, and kind. Enak buat diajakin ngobrol apa aja. Gak asal judging. Asik banget dah pokoknya Mbak Anggi ini. Oh, she's writer, in case you don't know it yet. Sudah bikin beberapa buku, cerpennya dimuat di mana-mana, punya penerbitan sendiri, dan sebentar lagi novelnya bakal ada di Play Store. Keren banget kan?

3. Nabila

Nabila ini teman baru saya. Baru beberapa bulan kenal di tempat les dan baru ngobrol sebentar saya langsung merasa "klik" sama dia. Seandainya Nabila ini cowok maka narasinya akan saya ubah menjadi:

Aku merasa chemistry-nya tuh dapet sama dia. Langsung ngerasa nyambung, nyaman. I think he is the one.

Pret. Tapi, begitulah kira-kira.

Sayang Nabila tidak punya blog, tapi dia tahu blog saya ini kok. Jarang-jarang saya ngasih tahu alamat blog saya ke orang-orang yang ada di sekitar saya. But, Nabila got that privilege.

Nabila juga lulusan Psikologi, angkatan 2006, dan dia lulusan dari Universitas Sebelas Maret, Solo. Nabila asli Jogja dan terdampar di Bandar Lampung karena pekerjaan. Mengetahui niatnya ingin balik ke Jogja kalau kontraknya sudah selesai, seketika saya merasa sedih. Saya kasih usul ke dia, "Kamu cari suami orang Lampung aja biar kamu gak usah keluar dari Lampung. Biar kita masih bisa main."

Sama seperti Lulu dan Mbak Anggi, Nabila juga orangnya pintar, ramah, dan baik banget. Orangnya ini juga, ehm, apa ya... Semacam ngemong banget. Kalau sama orang lain itu perhatian sekali.

Jadi, begitulah ceritanya. Sebenarnya saya masih ada beberapa karakter lain yang bikin saya lemah. Tapi, yang dilempar ke publik cukup ini saja deh.

14 comments:

  1. dilempar..... mbok yaaaaaa..... :))))))))

    ReplyDelete
  2. Baca ini saya jadi penasaran akan dua hal:
    1. Kesaktian mb Lulu & mb Anggi
    2. Hidden object di paragraf terakhir #halagh

    Dan bagi saya skarang, pertamax rupanya cuma ilusi & fatamorgana abadi di blog ini 😶

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dan saya cuma bisa bilang: Yak, besok coba lagi ya. =))

      Delete
  3. Ada nama aku...ada nama aku...ada nama aku *tumpengan* wkwkw. Btw, aku kayaknya harus terima kasih sama seseorang yg udah bikin aku kenal kamu. If you know what i mean ahahaha...


    Itu komentarnya Mas RD soal pertamax bikin ngakak bgt 😂😂😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku lelah mba, lelaaah #lhoo 😂😂😂

      Delete
    2. yak! coba lagi besok yaaa....

      and u got lucky om... inet aku lagi bermasalah... :))))

      Delete
    3. @ Mbak Anggi, Om Warm, Lulu
      Sudah, sudah. Daripada rebutan pertamax, bagaimana kalau kita kumpul bareng saja dan ngerumpi? =))

      Delete
  4. ini tulisan belum diedit kok ya sudah naik cetak? nama saya mana?

    ReplyDelete
    Replies
    1. khusus wanita pakdeeeeee....

      Delete
    2. @ Mas Joe
      Ini kan kategorinya orang-orang yang berada di lingkungan saya sekarang. Situ kan saya kenalnya dari online. Beda lingkungan. :P

      Delete
  5. Baca obrolan dengan Nabila jadi inget semalem jalan-jalan ke Lampung pakai Google Street View gara-gara mbak ART kampungnya di Waway Karya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, lho. Aku aja baru tau ada Waway Karya. =))

      Delete

Please, say something with real names. But, NO SPAM and NO ANONYMOUS. Thank you. ^^;