Tuesday, October 31, 2017

Europa, Titan, dan Enceladus

Apakah kalian pernah berpikir ada kehidupan di planet lain? Pernahkah juga kalian berpikir Bumi sudah kacau balau dan sudah semestinya kita berpikir untuk mencari alternatif planet lain yang bisa kita tinggali? Kalau kalian balik menanyakan pertanyaan itu ke saya maka jawaban saya tidak tahu. Akan tetapi, saya punya imajinasi liar. Bisa saja di luar sana ada kehidupan, di tata surya yang lain, di galaksi tetangga, atau di tempat lain yang jauh, sangat jauh dari kita. Namun, berpikir kita bisa pindah dari Bumi dan bermigrasi ke suatu planet entah di mana, bahkan imajinasi liar saya belum bisa untuk membayangkannya.

Jadi, bagaimana? Apakah kita harus pasrah saja menanti kehancuran umat manusia? Bagi Profesor Stephen Hawking tidak. Dari Wired:

Professor Stephen Hawking says he is not alone in believing humans need to find a new planet to live on within 100 years if it is to survive. As part of the BBC’s new science series Tomorrow’s World, Professor Hawking said he thinks due to climate change, overdue asteroid strikes, epidemics and population growth, humans will need to find a new planet to populate within a single lifetime – revised from the 1,000 year time limit he gave last November.

Lebih lanjut Profesor Hawking bilang:

“I strongly believe we should start seeking alternative planets for possible habitation,” he said. “We are running out of space on earth and we need to break through technological limitations preventing us living elsewhere in the universe.”

Lucunya, ketika berita ini masuk di akun Twitternya @detikcom, komentar-komentar di sana kebanyakan ajaib. Bahkan ada yang sampai bilang Profesor Hawking itu idiot! Heuheu. Biarkan sajalah. Mungkin yang bilang begitu belum tercerahkan siapa itu sebenarnya Profesor Hawking.


Sekarang saya sedang mengikuti kuliah singkat astronomi dari Crash Course. Lebih tepatnya mencicil nonton Crash Course Astronomy yang ada 47 episode. Nah, tadi pagi saya nonton episode yang membahas Jupiter dan Saturnus. Setelah nonton dua episode tersebut saya tertarik untuk berbagi di sini.

Penggemar: Memangnya apa yang menarik dari Jupiter dan Saturnus, Kim?

Sabar dong. Kita bahas pelan-pelan yah. Biar kalian paham apa yang saya bicarakan tidak ada salahnya kalian juga nonton videonya.




Jupiter adalah planet terbesar dalam tata surya kita. Saking besarnya semua planet bisa dimasukkan ke dalam Jupiter dan masih ada ruang yang tersisa. Lebih dari seribu Bumi bisa masuk ke dalam Jupiter. Satu hari di Jupiter cuma sepuluh jam. Rotasinya paling cepat di antara planet-planet lain yang ada di tata surya kita. Meski letaknya dari Matahari sekitar 800 juta km, tetapi Jupiter termasuk salah satu objek paling terang di langit malam.

Jupiter punya banyak banget bulan. Total Jupiter memiliki 67 bulan yang sudah dikonfirmasi. Empat bulan yang paling besar di antara semuanya, yaitu Ganymede, Callisto, Io, dan Europa. Keempat bulan ini dinamakan juga Galilean moons. Dinamakan Galilean moons karena sebagai penghargaan untuk Galileo yang pertama kali menemukan keempat bulan ini dalam rentang waktu seminggu.

Sekarang kita mulai masuk ke hal yang paling menarik -- alasan utama saya menulis postingan ini -- yaitu Europa, bulannya Jupiter. Europa "dicurigai" memiliki lautan.

It is now thought that Europa has an entire ocean of water, sealed up under a solid crust of ice several kilometers thick. ... Now get this: A lot of Europa's material is silicate rock, like on Earth and other terrestrial planets, located in a layer under the ocean. If this interacts with the ocean in the same way Earth's oceans interact with the sea floor, this could make the subsurface European water salty. In fact, those dark cracks on the surface have been found to be rich in salt and organic materials - in other words, carbon-based compounds! This is pretty exciting. We think Earth's life originated in salty ocean water. If there are carbon-based molecules actually in Europa's water, it's not too crazy to wonder if the same spark that occurred here also happened there. We think Europa has everything it needs to spawn life. We just don't have any direct evidence of it yet.

Astronomer punya konsep habitable zone, yang kalau diterjemahkan bebas kira-kira zona yang dapat ditempati oleh manusia, yaitu seberapa jauh jarak planet (atau bulan) tersebut dari matahari yang mana suhu permukaan planet tersebut bisa mendukung adanya air. Tapi, tapi, kalau melihat jarak, itu Venus dan Mars masih masuk ke dalam kategori habitable zone. Sayangnya, Venus terlalu panas, sementara Mars terlalu dingin. Sementara Europa yang jaraknya jauh banget dari matahari, di sana ada air lho!

Mari kita lanjut ke Planet Saturnus.




Kita mengenal Saturnus sebagai planet yang punya cincin. Cincin Saturnus itu terbuat dari countless small chunks of very nearly pure water ice. Saturnus punya tiga cincin utama, yaitu A, B, dan C. Cincin B yang paling lebar sekitar 26ribu km, cincin A berada di luar B, sementara cincin C berada di dalam cincin B.

Seperti Jupiter, Saturnus juga memiliki banyak bulan. Sekitar 63 bulan, tetapi ada dua bulan yang sebaiknya kita kenali lebih dalam, yaitu Titan dan Enceladus.

Di Titan ada petunjuk keberadaan air yang dimuntahkan gunung berapi. Keren kan gunung berapi memuntahkan air dan bukannya lava? Gunung berapi seperti ini namanya cryovolcanoes atau cold volcanoes. Cryovolcanoes dan Titan's gravitational field membuat para saintis berpikir jangan-jangan Titan itu punya lautan di bawahnya. Titan juga punya semacam garis seperti aliran sungai, tapi bukan air karena permukaan Titan terlalu dingin untuk itu.

...Cassini
(nama pesawat ruang angkasa yang mengorbit Saturnus sejak 2004) also spotted quite a few flat regions near Titan's north and south poles. These have since been confirmed to be lakes of liquid methane--the first time any liquid has been seen on the surface of another world. The shorelines of the lakes appear to change over time, too, hinting very strongly that Titan has weather, driven by methane as opposed to water here on Earth. Weather, atmosphere, surface liquids, and an abundance of organic, carbon-based molecules... Could there be life on Titan?

Saintis juga mencari tanda-tanda kehidupan di Enceladus, bulan Saturnus yang lain. Enceladus sangat terang, merefleksikan semua cahaya yang datang. Ini merupakan indikator yang kuat kalau Enceladus tertutup water ice. Enceladus juga dicurigai memiliki cryovolcanoes di kutub selatannya. Pesawat Cassini menjadi "saksi" cryovolcano yang "meletus".

The water is erupting from a series of cracks nicknamed "tiger stripes", and is coming from deep under the surface. Like Europa, Enceladus has an undersurface ocean, kept liquid by Saturn's ferocius tides, which squeeze the moon as it orbits the planet. The plumes reach several hundred kilometers from the moon's surface, and Cassini even flew directly through the plumes, and detected organic molecules. Could Enceladus be yet another harbor for life in the solar system?

Dan ini kata-kata pamungkas dari Phil Plait yang paling saya suka:

It's weird, isn't it? We've always looked for planets where conditions were like here on Earth, but it turns out extremely cold moons may be the best places to seek out new life. 

By the way, video Crash Course Astronomy ini diunggah tahun 2015. Dua tahun sejak itu pastinya banyak perkembangan terbaru. Barangkali ada teman-teman yang  lebih update soal astronomi, terutama perihal yang kita bahas di tulisan ini, jika berkenan bisa berbagi ilmunya di kolom komentar. Dan seandainya ternyata di Europa, Titan, dan Enceladus benar-benar ada tanda kehidupan, dan ternyata aman untuk manusia tempati, kalian ingin berhijrah ke bulan yang mana?

1 comment:

  1. I just love your blog and each of your post is so useful and helpful and provides wide information. Thank you for posting this article.

    ReplyDelete

Please, say something with real names. But, NO SPAM and NO ANONYMOUS. Thank you. ^^;